Tata Cara Sholat Awwabin Beserta Penjelasan dan Keutamaan yang Bisa Didapatkan

Penulis: Anik Setiyaningrum

Diterbitkan:

Tata Cara Sholat Awwabin Beserta Penjelasan dan Keutamaan yang Bisa Didapatkan
Ilustrasi (Credit: Freepik)

Kapanlagi.com - Barangkali, sholat awwabin merupakan istilah yang masih asing bagi beberapa orang. Namun sebenarnya, sholat awwabin merupakan ibadah sunnah yang tak terlalu beda dengan sholat sunnah lainnya.

Sholat dikategorikan sebagai ibadah fisik yang paling utama (afdlalu 'ibadatil badan). Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa sebaik-baiknya amalan adalah sholat.

"Ibadah fisik yang paling utama adalah sholat karena didasarkan pada sabda Nabi SAW, 'Beristiqamahlah, dan kalian tidak akan mampu. Ketahuilah bahwa sebaik-baiknya amalan kalian adalah sholat. Hanya orang beriman yang melestarikan/menjaga wudlu," (Lihat Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu, Damaskus, Darul Fikr, juz II, halaman 222).

Logika yang dapat digunakan untuk membenarkan pandangan ini adalah bahwa sholat ibadah yang mengumpulkan berbagai macam aktivitas ibadah-ibadah lainnya dalam satu rangkaian, seperti bersuci, menghadap kiblat, membaca Al-Quran, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, tentu kalian sudah paham bahwa sholat itu ada yang wajib, seperti sholat lima waktu, dan juga ada yang sunnah. Di antara sholat yang disunnahkan adalah sholat Awwabin. Istilah sholat Awwabin itu sendiri memiliki dua konotasi, bisa diartikan sholat dhuha, bisa juga diartikan sholat sunnah di antara maghrib dan isya

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sholat awwabin, silakan simak penjelasan, tata cara, dan keutamaannya yang dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

 

1. Penjelasan Mengenai Sholat Awwabin

"Dari apa yang telah dijelaskan mengenai sholat dhuha dan sholat sunnah di antara maghrib dan isya dapat diambil simpulan bahwa 'sholat awwabin' dikatakan untuk menyebut sholat sunnah dhuha dan sholat sunnah di antara maghrib dan isya. Karenanya sholat Awwabin dikonotasikan di antara keduanya sebagaimana dikemukakan oleh Madzhab Syafi'i. Hanya Madzhab Syafi'i yang menamakan sholat di antara maghrib dan isya dengan sholat awwabin," (Lihat Al-Mawsu'atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, Mesir, Darush Shafwah, cet ke-1, juz XXVII, halaman 134-135).

Pertanyaannya kemudian, kenapa dinamai sholat awwabin? 

"Dinamai sholat awwabin sebab orang yang menjalankannya itu kembali kepada Allah dan bertobat dari kesalahan yang ia lakukan pada siang hari. Karenanya, ketika ia melakukannya berulang-ulang, maka hal itu merupakan penanda kembalinya ia (bertobat) kepada Allah Ta'ala meskipun itu tidak disadarinya," (Lihat Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyatul Jamal, Beirut, Daru Fikr, juz, 609).

Sholat awwabin juga disebut "sholat ghaflah" (sholat lalai). Menurut apa yang kami pahami dari keterangan di kitab Al-Iqna', disebut demikian karena umumnya orang cenderung lalai pada saat antara maghrib dan isya karena disibukkan dengan aktivitas lain seperti makan malam, tidur, dan lain sebagainya.

 

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Tata Cara Sholat Awwabin

Setelah mengetahui penjelasan mengenai sholat awwabin, kini kalian bisa menyimak tata cara yang dianjurkan. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pelaksanaan sholat awwabin bisa dilakukan di waktu sholat dhuha dan juga sholat di antara magrib dan isya, pelaksanaannya pun mirip dengan sholat sunnah tersebut. Jumlah rakaat maksimal sholat Awwabin yaitu dua puluh rakaat dan minimal dua rakaat, sesuai penjelasan berikut ini.

Bacaan Niat Salat Sunnah Awwabin

"usholli sunnatal awwabina rakataini lillahi taala"

Artinya: "Saya niat sholat sunnah awwabin dua rakaat karena Allah Taala."

Anjuran Sholat Awwabin

Meskipun pelaksanaannya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, tapi ada beberapa anjuran dalam pelaksanaan sholat awwabin yang bisa kalian terapkan.

1. Sholat sunnah awwabin, termasuk sholat yang dianjurkan dan dikerjakan sesudah sunnah bada maghrib atau rawatib badiyah. Disunnahkan pula bagi siapa saja yang mengerjakan sholat dua sampai enam rakaat. Sholat sunnah awwabin dianjurkan untuk dikerjakan sendirian, tanpa berjamaah.

2. Sesudah membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama, bacalah surat Al-Ikhlas enam kali, Al-Falaq sekali, dan An-Nas sekali. Demikian pula pada rakaat kedua.

3. Setelah salam dua rakaat, maka sholat lagi dua rakaat. Pada sholat kedua ini setelah membaca Al-Fatihah bisa dilanjutkan membaca surat yang dikehendaki.

4. Sesudah itu, berdiri lagi dengan lafadz niatnya seperti sebelumnya. Pada rakaat pertama, setelah Al-Fatihah membaca surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua dengan surat Al-Ikhlas.

Bacaan Doa Sesudah Sholat Sunnah Awwabin

Setelah melaksanakan sholat awwabin, akan lebih afdhal jika kalian memanjatkan doa berikut ini,

"allohumma inni astawdiuka imani fi hayati wa inda mamati wa bada mamati fahfadzhu alayya innaka ala kulli syai-in qodir"

Artinya: "Ya Allah, saya titipkan imanku baik ketika aku masih hidup, pada saat meninggal dan setelah meninggal. Jagalah iman tersebut untukku, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

 

3. Keutamaan Sholat Awwabin

Berikut ini terdapat sejumlah keutamaan sholat awwabin yang dilansir dari merdeka.com untuk kalian ketahui.

1. Jaminan Surga

Dari Rabiah bin Kab al-Aslami radhiyallahu anhu, beliau menceritakan, Aku pernah tidur bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Aku layani beliau dengan menyiapkan air wudhu beliau dan kebutuhan beliau. Setelah usai, beliau bersabda:

Mintalah sesuatu. Aku menjawab: Aku ingin bisa bersama anda di surga. Beliau bersabda: Yang selain itu? Hanya itu. Kataku. Kemudian beliau bersabda, Jika demikian, bantulah aku untuk mewujudkan harapanmu dengan memperbanyak sujud. (HR. Muslim).

2. Diangkat Derajatnya

Perbanyaklah bersujud. Karena tidaklah kamu bersujud sekali, kecuali Allah akan mengangkat satu derajat untukmu dan menghapus satu kesalahan darimu. (HR. Muslim).

3. Diterima Taubatnya

Salatnya orang-orang awwabin (yang sering bertaubat kepada Allah) adalah ketika anak unta merasa kepanasan (HR. Muslim: 848)

Tidak ada yang menjaga sholat duha kecuali orang awwab (sering bertaubat). Rasulullah bersabda: "Itu adalah salatnya orang-orang yang sering bertaubat" (HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya: 1224, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 1/313 Ath Thabarani dalam Al-Ausath: 4322).

4. Tidak Bersedih

Allah berfirman, Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (QS. Yunus: 62-63)

5. Mendapat Amalan yang Baik

Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah sholat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin. (HR. Ibnu Majah no. 277 dan Ahmad 5: 276)

6. Dekat dengan Nabi di Surga

Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud (memperbanyak sholat). (HR. Muslim no. 489)

Itulah penjelasan mengenai sholat awwabin beserta tata cara dan keutamaan yang bisa kalian pelajari dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)