43 Kata-Kata Wiji Thukul yang Menyentuh Hati, Penuh Dengan Perjuangan - Memberikan Semangat Luar Biasa

Rabu, 13 Januari 2021 15:35 Penulis: Dhia Amira
43 Kata-Kata Wiji Thukul yang Menyentuh Hati, Penuh Dengan Perjuangan - Memberikan Semangat Luar Biasa
Wiji Thukul (credit: dw.com)


Kapanlagi Plus - Wiji Thukul merupakan penyair sekaligus aktivis yang ikut melawan penindasan rezim pada masa orde baru. Widji Thukul dikenal dengan karya-karya yang kritis dan menyentil pemerintahan orde baru. Sehingga tidak heran bila kata-kata Wiji Thukul begitu populer dan penuh dengan semangat yang luar biasa.

Wiji Thukul kerap menyuarakan perlawanan lewat karya-karya puisinya. Pada era orde baru tersebut, kritik lewat puisi sudah dianggap merujuk pada pemberontakan. Bahkan orang-orang yang vokal dengan gagasan demokrasi substansi dapat dianggap berbahaya bagi ketertiban umum pada masa itu.

Karena hal tersebut, sejak bulan Juli 1996, Wiji Thukul berpindah-pindah keluar masuk daerah. Dari kota satu ke kota yang lain untuk bersembunyi dari kejaran aparat. Dan pada 1998 Widji Thukul tak diketahui lagi nasibnya hingga saat ini. Meski menjalani pelarian dengan penuh ketakutan, Widji Thukul tetap menorehkan karya-karya kritisnya lewat puisi dan cerpen.

Dan berikut ini beberapa kata-kata Wiji Thukul yang luar biasa dalam menunjukkan suara dengan kritis dan semangat. Dilansir dari berbagai sumber, yuk langsung saja dicek KLovers.

1. Kata-kata Wiji Thukul Penuh Semangat

Kata-kata Wiji Thukul tak akan pernah mati, dan masih tetap dikenang hingga saat ini. Dan berikut ini beberapa kata-kata Wiji Thukul yang kritis dan penuh dengan semangat luar biasa.

1. "Bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam."

2. "Apa guna punya ilmu tinggi kalau hanya untuk mengibuli, apa guna banyak baca buku kalau mulut kau bungkam melulu."

3. "Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan!"

4. "Puisiku bukan puisi tapi kata-kata gelap yang berkeringat dan berdesakan mencari jalan. Ia tak mati-mati meski bola mataku diganti."

5. "Kamu calon konglomerat ya? kamu harus rajin belajar dan membaca, tapi jangan ditelan sendiri. berbagilah dengan teman-teman yang tak dapat pendidikan."

6. "Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan, disana bersemayam kemerdekaan, apabila engkau memaksa diam, aku siapkan untukmu pemberontakan!"

7. "Jika kau menghamba kepada ketakutan kita memperpanjang barisan perbudakan."

8. "Aku berpikir tentang gerakan tapi mana mungkin kalau diam?"

9. "Aku bukan artis pembuat berita tapi memang aku selalu kabar buruk buat para penguasa."

10. "Jangan mati sebelum dimampus takdir."

2. Kata-kata Wiji Thukul Penuh Semangat

Kata-kata Wiji Thukul tak akan pernah mati, dan masih tetap dikenang hingga saat ini. Dan berikut ini beberapa kata-kata Wiji Thukul yang kritis dan penuh dengan semangat luar biasa.

21. "Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata ia yang mengajari aku untuk bertanya."

22. "Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam."

23. "Sajakku adalah kebisuan yang sudah kuhancurkan sehingga aku bisa mengucapkan dan engkau mendengarkan, sajakku melawan kebisuan."

24. "Aku menulis aku penulis terus menulis sekalipun teror mengepung."

25. "Apa penguasa kira rakyat hidup di hari ini saja."

26. "Kata-kata itu selalu menagih padaku ia selalu berkata :kau masih hidup! Aku memang masih utuh dan kata-kata belum binasa."

27. "Jika kau tak sanggup lagi bertanya kau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan."

28. "Jika kau tahan kata-katamumulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu."

29. "Kutundukkan kepalaku, bersama rakyatmu yang berkabung."

30. "Aku mengucap kepada hidup yang jelata M E R D E K A..!!!"

3. Kata-kata Wiji Thukul Penuh Semangat

Kata-kata Wiji Thukul tak akan pernah mati, dan masih tetap dikenang hingga saat ini. Dan berikut ini beberapa kata-kata Wiji Thukul yang kritis dan penuh dengan semangat luar biasa.

11. "Kami satu: buruh kami punya tenaga jika kami satu hati kami tahu mesin berhenti sebab kami adalah nyawa yang menggerakkannya."

12. "Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?"

13. "Jika kami bunga engkau adalah tembok, tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji suatu saat kami akan tumbuh bersamad dengan keyakinan."

14. "Kutundukkan kepalaku kepadamu kawan yang dijebloskan ke penjara negara."

15. "Penjara sekalipun tak bakal mampu mendidikku jadi patuh."

16. "Kau paksa aku terus menunduk tapi keputusan tambah tegak."

17. "Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan."

18. "Jika kau tak berani lagi bertanya kita akan jadi korban keputusan-keputusan jangan kau penjarakan ucapanmu."

19. "Kami adalah bunga yang tak kau hendaki tumbuh. Engkau lebih suka membangunrumah dan merampas tanah."

20. "Kita tidak sendirian kita satu jalan tujuan kita satu ibu:pembebasan!"

4. Kata-kata Wiji Thukul Penuh Semangat

Kata-kata Wiji Thukul tak akan pernah mati, dan masih tetap dikenang hingga saat ini. Dan berikut ini beberapa kata-kata Wiji Thukul yang kritis dan penuh dengan semangat luar biasa.

31. "Bila rakyat tidak berani mengeluh, itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah, kebenaran pasti terancam."

32. "Apa penguasa kira ingatan bisa dikuburdan dibendung dengan moncong tank."

33. Umur derita rakyat panjangnya sepanjang umur peradaban."

34. "Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan, di sana bersemayam kemerdekaan."

35. "Mogoklah, maka kau akan melihat dunia mereka jembatan ke dunia baru dunia baru ya dunia baru."

36. "Jika aku menulis dilarang. Aku akan menulis dengan tetes darah!"

37. "Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan!"

38. "Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam, mulut bisa dibungkam."

39. "Dalam keyakinan kami. Di manapun – tirani harus tumbang!"

40. "Kau lempar aku dalam gelap, hingga hidupku menjadi gelap."

41. "Ingatan rakyat serupa bangunan candi, Kekejaman penguasa setiap jaman terbaca di setiap sudut dan sisi yang menjulang tinggi."

42. "Derita rakyat selalu lebih tua, walau penguasa baru naik mengganti penguasa lama."

43. "Umur derita rakyat panjangnya, sepanjang umur peradaban."

Itulah 43 kata-kata Wiji Thukul yang penuh semangat dan juga perjuangan dalam memberikan suaranya. Bahkan kata-kata Wiji Thukul ini tak mati jaman, dan masih membangkitkan semangat para pemuda hingga saat ini.

(kpl/dhm)

Editor:

Dhia Amira



MORE STORIES




REKOMENDASI