Tuai Kontroversi Hingga Diragukan Masyarakat, Ini 5 Fakta Tentang Kalung Antivirus Corona

Selasa, 07 Juli 2020 11:11 Penulis: Dita Tamara
Tuai Kontroversi Hingga Diragukan Masyarakat, Ini 5 Fakta Tentang Kalung Antivirus Corona
Kalung Antivirus Corona (credit: via liputan6.com)


Kapanlagi Plus - Wabah kasus virus corona covid-19 hingga kini tak kunjung menunjukkan penurunan. Banyak negara yang berlomba-lomba untuk menemukan vaksin virus corona guna memutus rantai penyebarannya. Namun, baru-baru ini di Tanah Air sempat menghebohkan lantaran adanya kalung anti corona yang diduga dapat melindungi diri dari paparan virus mematikan itu.

Kalung anti corona pertama kali viral akibat buatan dari Kementerian Pertanian (Kementan). Obat herbal tersebut berbahan dasar eucalyptus yang kemudian dikemas dalam bentuk kalung. Lantas gebrakan yang diberikan oleh Kementan ini menimbulkan keraguan dari banyak masyarakat.

Untuk mengetahui lebih lengkapnya, berikut ini merupakan fakta menarik yang perlu kalian ketahui mengenai kalung anti corona.

 

1. Diklaim Bisa Bunuh 42 Persen Virus Corona

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengembangkan kalung 'antivirus' corona. Kalung antivirus corona berbasis Atsiri ini, dilaporkan dapat membunuh 42 persen virus corona jika dipakai selama kurang lebih 15 menit.

"Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42 persen dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80 persen. Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo seperti yang dikutip dari Detik.com.

2. Akan Doproduksi Dalam Jumlah Besar

Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) disebut akan memproduksi kalung antivirus corona. Produk yang berbahan utama eucalyptus ini diklaim dapat mematikan virus corona dan telah dipatenkan oleh Balitbangtan dan bekerjasama dengan PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang) untuk segera dipasarkan ke masyarakat luas. Adapun produk yang sudah dipatenkan dan diproduksi diantaranya inhaler, balsam, hingga kalung antivirus corona dengan nomer paten sebagai berikut:

- Aromatik Antivirus berbasis Minyak Atisiri dengan nomor pendaftaran paten P00202003578

- Ramuan Inhaler Antivirus berbasis Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003574

- Ramuan Serbuk Nano Encapsulated Antivirus berbasis Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003580

3. Berbahan Dasar Tanaman Eucaplyptus

Hasil dari penelitian Balitbangtan menunjukkan bahwa kalung antivirus corona ini berbahan tanaman eucalyptus. Jenis tanaman ini memang banyak dimanfaatkan minyaknya yang disebut dapat membunuh virus corona. Hal tersebut sudah dibuktikan dari uji laboratorium Kementan. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tidak hanya memproduksi kalung antivirus, Kementan juga akan memproduksi produk lainnya seperti inhaler roll on, salep, hingga diffuser.

4. Membunuh Virus di Tenggorokan

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menerangkan, ketiga produk yang akan diproduksi tersebut mampu menangkal virus corona dengan cara membunuh virus yang sempat masuk ke tubuh manusia yang menempel di tenggorokan sebelum akhirnya masuk ke paru-paru. Pihaknya juga mengatakan, jika produk diffuser dianggap mampu membunuh virus yang ada di udara sebelum akhirnya masuk ke tubuh manusia.

5. Terdaftar Sebagai Jamu

Akibat dari kontroversi tentang antivirus corona, hal ini membuat Kepala Badan Besar Penelitian Kementerian Pertanian, Indi Dharmayanti mencoba meluruskan. Ia menjelaskan bahwa riset masih terus berjalan. ia juga mengungkapkan bahwa sebenarnya bukan obat untuk corona melainkan ekstrak dengan metode destilasi untuk membunuh virus yang digunakan di laboratorium. Pihaknya juga menambahkan jika telah dilakukan screening jika ternyata eucalyptus memiliki kemampuan membunuh virus influenza bahkan corona.

Ditegaskan pula, riset tentang kalung antivirus masih panjang dan klaim antivirus dikatakan bukan berasal dari peneliti.

"Bukan, klaim kita yang di BPOM adalah jamu melegakan saluran pernapasan, mengurangi sesak tapi punya konten teknologi dimana kita buktikan in vitro bisa membunuh Corona model dan influenza, cenderung mengurangi paparan," pungkas Indi.

Itulah sederet fakta mengenai kalung antivirus corona yang sempat menghebohkan masyarakat.

 

 

(kpl/dtm)

Editor:

Dita Tamara



MORE STORIES




REKOMENDASI