5 Jenis-Jenis Anak Berkebutuhan Khusus, Kenali Ciri dan Penanganannya

Jum'at, 05 Februari 2021 10:11 Penulis: Dita Tamara
5 Jenis-Jenis Anak Berkebutuhan Khusus, Kenali Ciri dan Penanganannya
(credit: flicker)


Kapanlagi Plus - Ketika anak-anak tertawa, hati orangtua mana yang tidak bahagia melihatnya? Pakar kesehatan anak Nikki Bush menyatakan bahwa tertawa memiliki efek positif untuk emosi dan tubuh anak. Secara fisik dan emosional, ini menjadi alasan mengapa anak-anak memiliki banyak sifat humor ketimbang orang dewasa. Bahkan dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa rata-rata anak tertawa 200 kali dalam sehari, sedangkan orang dewasa hanya sekitar 15 hingga 18 kali sehari. Tertawa melambangkan kebahagiaan, dan kebahagiaan menandakan bahwa anak-anak sedang dalam kondisi sehat. Tapi sayangnya tidak semua anak-anak di dunia lahir dengan keadaan sehat dan sempurna. Ada anak yang memiliki keterbatasan yang biasa disebut anak berkebutuhan khusus.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak-anak yang mengalami penyimpangan, kelainan atau ketunaan dalam segi fisik, mental, emosi, dan sosial. Sebenarnya apabila anak berkebutuhan khusus ditangani sejak awal, maka segala bakat dan kemampuannya bisa dieksplorasi dan bermanfaat untuk masa depannya. Ada beberapa jenis-jenis anak berkebutuhan khusus yang wajib kalian ketahui yaitu seperti berikut ini.

 

1. Tunanetra

Tunanetra adalah anak yang mengalami gangguan daya penglihatannya berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian. Walaupun telah diberi pertolongan dengan alat-alat, tunanetra tetap memerlukan pendidikan khusus untuk dirinya. Ada kondisi tertentu dimana seseorang bisa dikatakan sebagai penyandang tunanetra.

Seseorang bisa disebut tunanetra ketika mempergunakan kemampuan peraba dan pendengaran sebagai saluran utama dalam belajar. Mereka mungkin mempunyai sedikit persepsi cahaya, persepsi bentuk, atau sama sekali tidak dapat melihat. Tunanetra ini biasanya mempergunakan huruf braille sebagai media membaca dan memerlukan latihan orientasi dan mobilitas.

 

2. Tunarungu

Tunarungu adalah anak yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya. Sehingga tidak atau kurang mampu berkomunikasi secara verbal dan walaupun telah diberikan pertolongan dengan alat bantu dengar, masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

Tunarungu bawaan biasa disebabkan oleh mutasi genetik, keturunan dari orangtua, atau terpapar penyakit ketika masih di dalam kandungan. Sedangkan tunarungu yang terjadi setelah lahir biasanya disebabkan oleh paparan suara keras dalam jangka panjang, usia, cedera, dan penyakit tertentu seperti infeski.

 

3. Tuna Laras

Jenis-jenis anak berkebutuhan khusus selanjutnya adalah tunalaras. Tunalaras adalah anak yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dan bertingkah laku tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam lingkungan kelompok usia maupun masyarakat pada umumnya.

Perkembangan yang terjadi pada diri anak tunalaras, tidak jauh berbeda dengan anak-anak yang tidak memiliki ketunalarasan. Hanya saja akibat dari gangguan emosi yang dimiliki, mempengaruhi dari segi kognitif membuat anak kehilangan minat dan konsentrasi belajar, kepribadian, dan sosial anak yang membuat anak mempunyai ketidakmampuan bersaing dengan teman-temannya.

 

4. Tunadaksa

Tunadaksa adalah jenis anak berkebutuhan khusus yang mengalami kelainan atau cacat yang menetap pada alat gerak seperti tulang, sendi, dan otot. Istilah tunadaksa berasal dari kata tuna yang berarti kurang, dan kata daksa yang berarti tubuh. Sehingga tunadaksa adalah sebutan secara halus untuk orang-orang yang memiliki kelainan fisik khususnya kaki, tangan, atau anggota badan lainnya.

 

5. Tunagrahita (down syndrome)

Jenis-jenis anak berkebutuhan khusus yang terakhir adalah tunagrahita. Tunagrahita adalah anak yang secara nyata mengalami hambatan dan keterbelakangan perkembangan mental jauh di bawah rata-rata. Sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, komunikasi maupun sosial.

 

6. Ciri-Ciri Anak Berkebutuhan Khusus

Setelah mengetahui jenis-jenis anak berkebutuhan khusus, untuk kalian yang sudah atau akan menjadi orangtua bisa memantau perkembangan anak sehingga meminimalisir kecacatan. Untuk itu kalian juga wajib tahu ciri-ciri dari anak berkebutuhan khusus, untuk mendeteksinya sejak dini. Adapun ciri-cirinya adalah

-Kurangnya kemampuan bicara,

-Tidak memberi respon bahagia atau senyum sampai usia 6 bulan,

-Tidak meniru suara atau ekspresi wajah sampai usia 9 bulan,

-Tidak memberi gestur tubuh sampai usia 14 bulan,

-Tidak mengucapkan satu kata pun sampai usia 16 bulan.

 

7. Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus

Peran orangtua sangat penting sebagai peran utama mengatasi anak berkebutuhan khusus. Orangtua harus menerima segala kondisi anak dan bersikap terbuka untuk mencari usaha dan cara yang tepat dalam mendidiknya. Tanamkan ke dalam diri jika anak berkebutuhan khusus bukanlah aib yang harus ditutupi. Anak yang memiliki kebutuhan khusus tentunya membutuhkan motivasi, perhatian, dan bimbingan yang lebih dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Dengan perhatian dan motivasi yang besar dan intens tentunya membantu anak bisa berkembang menjadi lebih baik.

Tentu tidak mudah dan butuh kesabaran yang ekstra bagi orangtua yang menangani anak berkebutuhan khusus, namun semua ini demi perkembangan anak yang lebih maksimal. Dibutuhkan adaptasi antara pengasuh, orangtua, serta anak berkebutuhan khusus itu sendiri. Jika adaptasi tersebut tidak berjalan dengan lancar, tentu segala cara yang dilakukan tidak akan membantu perkembangan anak. Tapi ketika proses adaptasi bisa berjalan dengan lancar dan baik, tentu membuat segala proses selanjutnya akan berjalan dengan mudah. Adaptasi yang baik akan membantu orangtua memahami kondisi, emosi, serta potensi dari anak berkebutuhan khusus.

 

(kpl/dtm)

Editor:

Dita Tamara



MORE STORIES




REKOMENDASI