Diperbarui: Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Tuberkulosis atau TBC adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri penyebab TBC dikenal dengan mycobacterium tuberculosis menyebabkan penderitanya mengalami beragam gejala termasuk batuk berdahak yang berlangsung cukup lama.
Infeksi bakteri penyebab TBC menyerang tubuh terutama paru-paru. Bahkan bakteri tersebut dapat menyebar ke sejumlah organ tubuh lain termasuk otak dan tulang. Tak dapat dianggap sepele, TBC termasuk penyakit menular yang berisiko menyerang siapa saja melalui kontak lansung. Umumnya penularan terjadi melalui cairan yang keluar saat bersin ataupun batuk.
Ada beragam penyebab TBC yang dapat dialami dan berisiko terhadap mereka yang berpotensi mengembangkan penyakit ini. Namun ada sejumlah fakta yang perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis penyakit TBC. Jenis tersebut meliputi TBC laten dan TBC aktif. Pada TBC laten penderitanya tidak merasakan gejala dan infeksi bakteri tidak menular.
Advertisement
Sedangkan TBC aktif infeksi bakteri bisa menular pada orang lain dan juga membuat penderitanya mengalami gejala sakit. Akan tetapi pada kondisi TBC laten mungkin dapat berkembang menjadi TBC aktif terlebih jika memiliki masalah kesehatan seperti HIV yang menyebabkan sistem imun lemah.
Untuk itu mengetahui penyebab TBC perlu diwaspadai untuk mencegah tingkat risiko lebih lanjut. Adapun penyebab TBC sebagai berikut dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini. Ini penyebab TBC telah dirangkum kapanlagi.com dari berbagai sumber.
Penyebab TBC (credit: freepik.com)
Penyebab TBC yang pertama dapat berisiko terhadap kalian yang mungkin memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Sistem kekebalan tubuh lemah menyebabkan kalian rentan terhadap beragam infeksi bakteri ataupun virus, termasuk bakteri mycobacterium tuberculosis.
Melansir dari mayoclinic.org, sejumlah faktor pemicu sistem kekebalan tubuh lemah bisa terjadi karena memiliki riwayat sakit HIV/AIDS, diabetes, penyakit ginjal kronis, kanker, efek samping obat, ataupun usia yang sangat muda dan lanjut usia. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan apabila merasakan gejala TBC atau berpotensi mengalami sakit TBC.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Penyebab TBC (credit: freepik.com)
Penyebab TBC selanjutnya adalah karena efek samping obat tertentu. Dalam hal ini sejumlah obat tertentu ternyata cukup berisiko terhadap kejadian penyakit TBC. Misalnya saja seperti penggunaan obat-obatan IV, pengobatan kemoterapi, obat untuk rheumatoid, ataupun konsumsi alkohol berlebih rupanya dapat berpotensi memicu risiko sakit TBC. Konsultasi dan pemeriksaan dapat dilakukan apabila mengalami masalah efek samping obat tertentu yang memicu terjadinya gangguan penyakit seperti TBC.
Advertisement
Seperti diketahui beragam dampak dari kebiasaan merokok dapat menimbulkan masalah kesehatan tubuh. Termasuk berisiko menjadi penyebab TBC terjadi. Bahkan penggunaan rokok jenis apapun itu sangat meningkatkan risiko terkena TBC hingga memicu dampak yang cukup serius.
Selain itu beberapa masalah kesehatan dapat muncul karena kebiasaan merokok meliputi kanker paru-paru, penyakit jantung, kolesterol, sistem kekebalan tubuh lemah, bahkan masalah pada kesuburan organ reproduksi.
Penyebab TBC (credit: freepik.com)
Penyebab TBC lebih berisiko terjadi pada tenaga medis yang melakukan kontak langsung dengan pasien sakit. Di mana risiko terpapar infeksi bakteri lebih mungkin terjadi pada tenaga medis. Namun pekerja medis dapat mencegah penularannya dengan menggunakan masker serta mencuci tangan. Meski begitu kondisi tersebut mungkin dipicu oleh beragam faktor lain yang menyebabkan penularan infeksi bakteri TBC.
Selain itu lokasi tempat tinggal juga berpengaruh terhadap risiko penularan bakteri penyebab TBC. Misanya saja sejumlah fasilitas asrama seperti panti jompo, penjara, ataupun tempat pengungsian juga rentan terhadap risiko tertular penyakit TBC. Ini terjadi karena ventilasi yang buruk saat berada pada lingkungan padat ataupun sempit.
Lokasi tempat tinggal yang memiliki tingkat risiko kasus TBC cukup tinggi juga dapat berpotensi memicu penularan TBC. Melansir dari mayoclinic.org, apabila kalian berada di wilayah atau negara dengan kasus TBC cukup tinggi maka risikonya dapat meningkat lebih tinggi. Pemeriksaan dan konsultasi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mencegah risiko TBC sedini mungkin.
Penyebab TBC (credit: freepik.com)
Risiko penularan penyebab TBC juga rentan terhadap kalian yang mungkin tinggal bersama anggota keluarga atau teman dengan riwayat penyakit TBC. Dalam hal ini penularan terhadap kejadian serupa mungkin akan lebih meningkat. Terlebih apabila lokasi tempat tinggal tidak memiliki ventilasi udara yang baik ataupun sempit risiko penularannya juga meningkat. Untuk itu selalu menjaga kebersihan dan ventilasi udara rumah dengan baik perlu dilakukan apabila memiliki anggota keluarga dengan riwayat TBC. Selain itu melakukan pemeriksaan secara rutin bisa dipertimbangkan untuk mencegah penularan terjadi.
Penyebab TBC (credit: freepik.com)
Faktor risiko terkena TBC akan mudah tertular apabila kalian melakukan berpergian ke wilayah dengan kasus TBC. Melansir dari mayoclinic.org, risiko tuberculosis lebih tinggi pada orang yang tinggal atau berpergian ke daerah dengan kasus kejadian TBC cukup tinggi. Beberapa wilayah yang rentan terhadap kejadian TBC meliputi Afrika, Eropa Timur, Asia, Rusia, ataupun Amerika Latin.
Gaya hidup tidak sehat termasuk penyalahgunaan obat-obatan, konsumsi alkohol berlebih, ataupun kurangnya menjaga nutrisi dan kebersihan diri juga berpotensi meningkatkan risiko penyebab TBC. Risiko ini mungkin akan dirasakan pada jangka waktu tertentu yang pada akhirnya dapat mengembangkan penyakit TBC. Sehingga membatasi atau menghindari gaya hidup tidak sehat perlu dilakukan untuk mencegah penyakit TBC. Konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan tersebut.
Penyebab TBC (credit: freepik.com)
Adapun gejala TBC dapat kalian kenali sedini mungkin untuk mencegah risiko lebih lanjut. Berikut gejala TBC:
Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu.
Nyeri area dada.
Batuk bercampur darah.
Merasakan tubuh terus lelah.
Berkeringat saat malam hari.
Mengalami panas dingin.
Demam.
Kehilangan selera makan.
Penurunan berat badan drastis.
Cara Mencegah TBC (credit: freepik.com)
Setelah mengetahui beberapa faktor risiko penyebab TBC, di bawah ini juga penting dilakukan beragam cara mencegah TBC. Adapun cara mencegah TBC sebagai berikut dapat kalian simak:
- Kenali apakah kalian berisiko tertular infeksi bakteri TBC dan lakukan pencegahan segera.
- Gunakan masker apabila berada atau melakukan kontak langsung dengan penderita TBC.
- Lakukan vaksinasi untuk mencegah penyakit TBC.
- Lakukan tes sedini mungkin untuk mencegah risiko lebih lanjut.
- Hindari berpergian ke wilayah yang dengan kasus TBC tinggi.
- Hindari kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebih, ataupun penyalahgunaan obat-obatan.
Nah itulah 8 penyebab TBC dan faktor risiko yang perlu diwaspadai. Cara mencegah penyakit TBC di atas dapat diterapkan mudah untuk mencegah risiko sakit TBC. Selain itu konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut bisa dipertimbangkan apabila menunjukkan gejala TBC.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/nlw)
Advertisement
Gaya Anggun Song Hye Kyo Pakai Busana Semi Formal, Tetap Menawan dan Stylish
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Jantung pada Urine? Yuk Waspada, Ini Penjelasannya
Aktor Hollywood Val Kilmer, Rekan Main Tom Cruise dalam Film 'TOP GUN' Meninggal Dunia
Apa Itu Post-Holiday Bues Usai Libur Lebaran? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
Rendang hingga Opor, Ini Deretan Masakan Pelengkap Ketupat yang Wajib Ada saat Lebaran