Arti Isoman untuk Pasien Covid-19, Ketahui Kriteria dan Panduannya Agar Cepat Pulih

Rabu, 07 Desember 2022 19:11
Arti Isoman untuk Pasien Covid-19, Ketahui Kriteria dan Panduannya Agar Cepat Pulih
Ilustrasi (credit: pexels.com)


Kapanlagi Plus - Ada berbagai cara mencegah persebaran Covid-19 mulai dari menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mencuci tangan, penerapan PPKM hingga menjalani isoman. Sementara itu, isoman menjadi salah satu perawatan dan pencegahan penularan virus yang dilakukan oleh pasien Covid-19.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 memang bisa menular ke orang lain melalui kontak langsung. Tidak heran mengapa, ada sejumlah aturan yang diterapkan demi mencegah penularan. Salah satunya isoman, yang perlu dijalani oleh seseorang dengan kondisi tertentu.

Karena, arti isoman adalah isolasi mandiri. Di mana, seseorang disarankan menjalani isolasi tanpa bertemu orang lain atau kontak langsung dengan orang sehat. Tujuannya adalah mencegah penularan virus Covid-19. Lalu apa saja kriteria dan panduan isoman?

Sebelum tahu penjelasan lebih lanjut, pahami dulu apa arti isoman. Oleh karena itu, di bawah ini ulasan tentang arti isoman untuk pasien Covid-19.

 

1. Arti Isoman untuk Pasien Covid-19

Sejak pandemi Covid-19 melanda, sejumlah istilah baru sering digunakan di masyarakat. Sebut saja seperti istilah isoman yang merupakan salah satu bagian dari perawatan sekaligus pencegahan penyebaran Covid-19. Arti isoman merupakan singkatan dari dua kata. Di mana, makna dari arti isoman adalah isolasi mandiri.

Arti isoman ini kerap digunakan untuk pasien terkonfirmasi Covid-19, suspek, memisahkan diri dari orang yang sehat ketika sakit. Karenanya, sejumlah orang yang menjalani isoman bisa saja bergejala ringan hingga tanpa gejala.

Isolasi mandiri ini bisa dilakukan di rumah, fasilitas kesehatan ataupun sebuah tempat khusus yang disediakan untuk pasien Covid-19. Selayaknya isolasi, maka seseorang berada pada tempat khusus tanpa menjalin interaksi langsung dengan orang lain. Lalu mengapa isoman ini perlu dilakukan? Ada beberapa alasan mengapa perlu menjalani isoman.

Salah satunya adalah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang sangat mudah menular ke orang lain karena penularan bisa lewat droplet. Selain itu, dengan menjalani isoman, maka seorang pasien yang terkonfirmasi Covid-19 bisa mendapat perawatan segera untuk membantu pemulihan kesehatannya. Itulah penjelasan arti isoman yang perlu diketahui.

 

2. Kriteria yang Perlu Menjalani Isoman

Tak hanya arti isoman saja, karena ada kriteria tertentu mengapa seseorang perlu menjalani isoman. Olah karena itu, di bawah ini ada kriteria orang yang perlu isoman atau isolasi mandiri.

- Seseorang yang merasakan adanya gejala Covid-19 misalnya seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, tubuh merasa lemas, dan lain sebagainya.

- Seseorang yang menunggu hasil tes Covid-19 setelah gejala muncul.

- Seseorang yang baru saja kembali dari luar kota bahkan luar negeri, atau berpergian jauh.

- Seseorang yang terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala.

- Seseorang yang melakukan kontak langsung dengan orang terkonfirmasi Covid-19.

- Jika terkonfirmasi positif, maka bisa menjalani isoman jika tidak memiliki penyakit penyerta.

 

3. Arti Isoman dan Panduannya

Arti isoman merupakan istilah yang digunakan untuk seseorang yang tengah menjalani isolasi mandiri. Untuk menjalani isoman pasien Covid-19 ada jangka waktunya tersendiri. Sebut saja mulai dari 10 hari hingga 14 hari. Jangka waktu tersebut dilakukan sejak gejala mulai muncul agar dapat mencegah penularan. Sementara itu, ada beberapa panduan yang perlu diperhatikan ketika menjalani isoman. Mau tahu apa saja panduan untuk isoman?

- Menggunakan masker selama di rumah untuk mencegah penularan.

- Menjalani isoman di ruang khusus saat di rumah untuk memisahkan diri dari anggota keluarga lainnya.

- Tidak kontak langsung dengan orang lain, atau berdiam di rumah sampai jangka waktu isoman selesai.

- Hindari kontak dengan hewan peliharaan.

- Selalu memantau kondisi tubuh dengan gejala yang muncul selama waktu isoman.

- Pisahkan alat makan, mandi, dan lainnya secara sendiri atau terpisah dengan keluarga lainnya.

- Konsumsi makanan sehat dan vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh.

- Jalani aktivitas fisik ringan agar tubuh tetap sehat selama isoman di rumah.

- Menjaga kebersihan diri dan ruang isoman.

- Pastikan menjaga sirkulasi udara dan pencahayaan di kamar atau ruang isolasi yang baik.

- Perhatikan waktu istirahat tubuh.

- Berjemur selama di bawah matahari dengan durasi 10 hingga 15 menit.

- Selalu terhubung dan konsultasi dengan petugas medis untuk memantau kondisi tubuh selama isoman berlangsung.

 

4. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Isoman

Setelah tahu arti isoman, kriteria orang yang perlu menjalani isoman, serta panduan isoman selama di rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yuk ketahui apa saja hal-hal penting yang harus diperhatikan seseorang ketika harus isoman.

- Jika menunjukkan gejala yang tidak kunjung membaik bahkan lebih dari seminggu.

- Mengalami gejala sesak napas hingga muntah.

- Mengalami nyeri pada dada.

- Warna kulit dan bibir yang berubah jadi pucat.

- Menunjukkan gejala berat lainnya.

Apabila mengalami beberapa hal di atas, maka perlu segera menghubungi petugas kesehatan untuk mendapat perawatan di rumah sakit. Hal ini dilakukan agar mencegah risiko lebih lanjut yang mungkin terjadi pada pasien isolasi mandiri.

 

(kpl/gen/nlw)



MORE STORIES




REKOMENDASI