Cara Membuat Pupuk Kompos Sederhana dengan Mudah, Pakai Sampah Rumah Tangga

Sabtu, 13 Juni 2020 11:22 Penulis: Puput Saputro
Cara Membuat Pupuk Kompos Sederhana dengan Mudah, Pakai Sampah Rumah Tangga
Ilustrasi (credit: pixabay)


Kapanlagi Plus - Selama pandemi virus corona covid-19, berkebun memang jadi salah satu kegiatan populer. Saat berkebun pupuk jadi salah satu perlengkapan penting. Pupuk akan membuat tanaman tumbuh subur. Ada banyak jenis pupuk, salah satunya pupuk kompos. Cara membuat pupuk kompos juga terbilang mudah dipraktikkan.

Tidak hanya baik untuk tanaman, pupuk kompos juga bisa membuat tanah jadi lebih subur. Pupuk kompos juga akan membuat tanaman sayur dan buah bisa lebih cepat dipanen. Ya, berkebun tidak hanya menyenangkan, tapi juga bisa menghasilkan. Maka tidak heran, banyak orang yang menjadikan berkebun sebagai hobi.

Membuat pupuk juga bisa jadi kegiatan menyenangkan. Tidak perlu ribet, kalian bisa membuatnya dengan memanfaatkan sampah rumah tangga di rumah. Untuk lebih lengkapnya, berikut ulasan cara membuat pupuk kompos dirangkum dari berbagai sumber.

1. Bahan-Bahan Pembuatan Pupuk Kompos

Seperti yang sudah disinggung di awal, kalian bisa membuat pupuk kompos dengan bahan sampah rumah tangga. Namun tentunya tidak sembarang sampah rumah tangga bisa diolah jadi kompos. Lantas, sampah apa saja yang bisa dijadikan kompos?

Pupuk kompos termasuk jenis pupuk organik, oleh karena itu jenis sampah yang bisa dipakai untuk membuatnya juga harus organik. Artinya, sampah-sampah yang berasal dari alam seperti kulit buah-buahan, sisa sayuran, cangkang telur, daun, serbuk gergaji, dan sebagainya.

Selain bahan-bahan tersebut, untuk membuat pupuk kompos kalian juga memerlukan bahan tambahan lain, yaitu tanah dan air. Penting juga untuk memastikan tanah dan air yang dipakai bebas dari polusi dan limbah seperti sisa bekas sabun atau deterjen.

2. Peralatan yang Dipakai

Cara membuat pupuk kompos bisa dilakukan dengan sangat mudah. Peralatan yang diperlukan pun sangatlah sederhana, dan hampir pasti ada di setiap rumah. Untuk membuat pupuk kompos setidaknya kalian harus mempersiapkan sebuah wadah besar lengkap dengan tutupnya. Kalian bisa memakai tong, bak air, atau ember. Selain itu kalian juga akan memerlukan sarung tangan untuk memilah sampah.

3. Cara Membuat Pupuk Kompos

Kalian bisa mulai membuat pupuk kompos dengan mengumpulkan sampah rumah tangga di rumah kalian. Pilah sampah rumah tangga organik (yang bisa dipakai sebagai bahan kompos) dan sampah anorganik (yang tidak bisa dipakai sebagai bahan kompos). Jika bahan sudah terkumpul dan peralatan sudah tersedia, kalian bisa mengikuti cara membuat pupuk kompos seperti di bawah ini.

1) Cacah atau potong sampah organik dalam ukuran kecil. Tujuannya, agar proses penguraian bisa berjalan lebih cepat.

2) Bagi sampah organik yang sudah dicacah atau dipotong jadi beberapa bagian. Lalu, tuangkan sebagian sampah organik ke dalam wadah khusus yang sudah kalian persiapkan.

3) Selanjutnya, masukkan tanah secukupnya, jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Setidaknya, pastikan tanah yang dituang harus menutupi sampah organik yang sudah dituang sebelumnya.

3) Setelah sampah organik dan tanah, langkah berikutnya adalah memasukkan air. Ya, siramkan air ke atas permukaan tanah dalam wadah. Siram secukupnya saja, setidaknya sampai tanah benar-benar basah merata.

4) Untuk cara membuat pupuk kompos berikutnya, kalian tinggal mengulang-ulang langkah di atas. Cukup dengan memasukkan sampah organik, tanah, kemudian air secara bergantian dan berurutan. Sebisa mungkin, usahakan banyaknya sampah, tanah dan air yang dituang selalu konsisten.

5) Setelah bahan sampah organik habis ditimbun tanah dan disiram air, tutup wadah tersebut secara rapat. Jangan sampai ada air dan cahaya yang masuk. Pupuk kompos akan jadi dengan sendirinya setelah dibiarkan selama kira-kira tiga minggu lamanya. Lamanya waktu tersebut juga bergantung pada banyaknya bahan yang diolah.

Itulah di antaranya cara membuat pupuk kompos dengan memanfaatkan sampah rumah tangga begitu praktis dan mudah. Bagaimana, apa kalian tertarik mencobanya?

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI