Diduga Jadi Penyebab Wabah Listeria di Amerika dan Australia, Ini 4 Fakta Jamur Enoki yang Ditarik dari Pasaran

Kamis, 25 Juni 2020 19:22 Penulis: Puput Saputro
Diduga Jadi Penyebab Wabah Listeria di Amerika dan Australia, Ini 4 Fakta Jamur Enoki yang Ditarik dari Pasaran
Ilustrasi (credit: flickr.com)


Kapanlagi Plus - Jamur jadi salah satu makanan favorit banyak orang. Selama ini kita mengenal ada banyak jenis jamur yang biasa dikonsumsi, salah satunya adalah jamur enoki. Beberapa waktu belakangan ini jamur enoki sedang jadi bahan pembicaraan masyarakat luas. Bukan karena rasanya yang enak, melainkan karena jamur ini diduga jadi penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) Listeria di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Meski masih dugaan, pemerintah Indonesia sudah mengambil langkah antisipasi dengan menarik jamur enoki dari pasaran. Terutama, jamur enoki yang diimpor dari Korea Selatan. Penarikan jamur Enoki dari pasaran lantas jadi pemberitaan. Pasalnya enoki menjadi salah satu jamur yang digemari masyarakat luas.

Berikut rangkuman fakta jamur enoki yang ditarik dari peredaran, dirangkum dari berbagai sumber.

 

1. Ditarik dari Pasar Indonesia

Dilansir dari antara.com, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengungkap bahwa di Indonesia belum ditemukan adanya KLB akibat jamur enoki. Namun, penarikan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi.

"Pemusnahan dilakukan pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020 di PT siklus Mutiara Nusantara, Bekasi, yang dihadiri oleh perwakilan dari pelaku usaha dan BKP, sejumlah 1.633 karton dengan berat 8.165 kg," jelas Agung Hendriadi.

Selain menarik memusnahkan jamur enoki dari pasaran, Agung Heriadi juga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah juga sedang melakukan investigasi. Investigasi tersebut dilakukan dengan menguji sample produk jamur enoki asal Korea Selatan.

2. Diduga Terkontaminasi Bakteri

Penarikan dan pemusnahan jamur enoki asal Korea Selatan dilakukan lantaran adanya dugaan bahwa jamur tersebut telah terkontaminasi bakteri L. Monocytogenes (bakteri Listeria).

Bakteri tersebut diketahui jadi pemicu munculnya wabah Listeria di sejumlah negara sejak Maret-April 2020 lalu. Dugaan tersebut berdasarkan pada informasi dari organisasi pangan dunia (FAO) bekerja sama dengan WHO melalui International Food Safety Authority Network (INFOSAN).

3. Cara Membersihkan Kontaminasi Bakteri Listeria

Listeria merupakan jenis bakteri yang bisa bertahan di suhu rendah seperti dalam lemari es. Padahal, selama ini lemari es jadi tempat yang biasa dipakai untuk menyimpan jamur enoki agar lebih awet. Dengan adanya dugaan jamur enoki yang dimungkinkan membawa bakteri Listeria, sebaiknya kita segera menyingkirkan jamur tersebut dari lemari es, dan membersihkan tempat penyimpanannya.

Dirangkum dari cdc.gov, berikut cara membersihkan perabot dari kontaminasi Listeria.

1) Cuci wadah yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan jamur enoki dengan air panas dan sabun.

2) Bilas dengan campuran air dan pemutih, dengan perbandingan satu sendok pemutih untuk kurang lebih 3,5 liter air.

3) Selain membersihkan tempat penyimpanan, ada baiknya kalian juga membersihkan berbagai peralatan memasak yang sebelumnya juga dipakai untuk memasak jamur enoki dengan cara yang sama.

4. Gejala Infeksi Listeria

Seperti yang sudah disinggung, kontaminasi bakteri L. Monocytogenes (bakteri Listeria) bisa menimbulkan infeksi serius pada anak-anak, lansia, dan wanita hamil. CDC mengungkap gejala liseria bisa berbeda-beda pada beberapa orang. Berikut gejala infeksi listeria menurut CDC.

Pada wanita hamil infeksi liseria bisa ditandai dengan demam, gejala flu, mudah lelah dan, nyeri otot. Jangka lanjut, infeksi listeria pada wanita hamil bisa menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau infeksi pada bayi yang baru lahir.

Sementara, di luar wanita hamil listeria bisa menunjukkan berbagai gejala seperti demam, leher pegal, sakit kepala, linglung, kehilangan keseimbangan, nyeri otot, bahkan kejang-kejang.

Itulah di antaranya beberapa fakta jamur enoki yang sedang ditarik dari pasaran. Jaga kesehatan kalian dan lindungi keluarga dengan memakan makanan yang jelas aman dan menyehatkan. Jika mengalami gejala di atas ada baiknya segera lakukan pemeriksaan.

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI