Kupas Tuntas Bisnis Langsung dari Ahlinya, Pegadaian Hadirkan Obrolan Inspiratif Bertajuk 'UMKM Berjaya, Ekonomi Merdeka'

Sabtu, 06 Agustus 2022 11:00 Penulis: Jeffrey Winanda
Kupas Tuntas Bisnis Langsung dari Ahlinya, Pegadaian Hadirkan Obrolan Inspiratif Bertajuk 'UMKM Berjaya, Ekonomi Merdeka'
(c) Vidio

Kapanlagi Plus - Memiliki bisnis sendiri yang sukses serta mampu membuka peluang kerja bagi pihak lain tentunya menjadi cita-cita bagi para business man di seluruh Tanah Air. Nggak terkecuali bagi para pelaku UMKM.

Namun, memulai bisnis tentu saja memiliki tingkat kerumitan dan pastinya menuntut struggling tingkat tinggi. Nah melihat hal tersebut, PT Pegadaian menggandeng Direktorat Jendral Pajak menggelar sebuat sesi obrolan inspiratif kepada pelaku UMKM.

Bertajuk 'UMKM Berjaya, Ekonomi Merdeka', webinar ini digelar pada Jumat 5 Agustus 2022 dan sukses diikuti lebih dari 1000 pegiat UMKM. Webinar ini sendiri dihadiri oleh Manager Produk Gadai PT Pegadaian yaitu Iwan Juniyadi dan Kasubit Penyuluhan Perpajakan pada Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jendral Pajak, yaitu Inge Diana Risnawati. Buat kamu yang ketinggalan webinarnya, yuk intip kembali result-nya!

Banyak Peluang Bisnis yang Bisa Dieksplorasi

(c) Vidio(c) Vidio

Sesi pertama pada webinar kali ini diisi oleh Manager Produk Gadai PT Pegadaian yaitu Iwan Juniyadi. Dalam penuturannya, dirinya berpesan bagi para pegiat UMKM untuk membuka peluang bisnis.

Baginya, ada banyak sekali peluang bisnis yang bisa dirintis secara perorangan. Bahkan, generasi muda juga bisa mengeksplorasi dunia bisnis melalui serangkaian riset yang mendalam terkait bidang yang ingin digeluti.

"Ada banyak sekali peluang bisnis yang bisa dirintis bahkan dari rumah oleh para generasi muda. Seperti bisnis makanan dan minuman sehat, reseller, desain grafis, hingga copywriter," ujar Iwan.

Nggak Perlu Khawatir tentang Modal

Modal memang menjadi bagian paling fundamental dari bisnis. Dengan adanya modal, setidaknya sarana prasarana hingga operasional di tahap awal bisnis bisa berjalan. Namun, Iwan berpesan agar para pegiat UMKM nggak tergiur dengan pinjaman online.

"Seringkali kita terjebak dalam bahaya pinjol itu sendiri. Mulai dari suku bunga tinggi, fee besar, teror dan intimidasi dalam penagihan, dan ancaman sebar data pribadi. Untuk itu, kita harus selektif dalam memilih modal pinjaman," jelas Iwan.

Hal ini diperkuat dengan banyaknya layanan pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat. Dari data yang disajikan Iwan, total terdapat lebih dari 700.000 pemberi jasa pinjaman, namun baru 106 perusahaan fintech P2P lending yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Tentu saja pinjaman online ilegal merugikan konsumen senilai triliunan rupiah.

DJP Hadirkan Angin Segar bagi Pelaku UMKM

(c) Vidio(c) Vidio

Selain Manager Produk Gadai PT Pegadaian, dalam webinar kali ini juga menghadirkan Kasubit Penyuluhan Perpajakan pada Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jendral Pajak, yaitu Inge Diana Risnawati. Ia menyampaikan jika Direktorat Jendral Pajak sangat mendukung para pelaku UMKM agar semakin bertumbuh.

Bukan tanpa alasan, Inge mengatakan jika UMKM merupakan salah satu penggerak ekonomi bangsa. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa 60% PDB Indonesia atau setara Rp9,580 triliun dari total PDB sebesar Rp15,832 triliun disumbangkan oleh para pegiat UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Atas hal tersebut Direktorat Jendral Pajak memberikan kemudahan bisnis bagi pelaku UMKM.

"UMKM sudah diberikan kemudahan dalam menjalankan bisnis seperti penyederhanaan administrasi perpajakan dan diberi insentif pajak penghasilan," ujar Inge.

Direktorat Jenderal Pajak juga memberikan dukungan lain melalui PP 23 Tahun 2018 yang mana membuat pelaku UMKM untuk tidak memilih sebagai Pengusaha Kena Pajak, sehingga nggak memiliki kewajiban memungut serta menyetor PPN.

Ini merupakan peran riil pemerintah dalam menjaga UMKM agar tetap bertahan. Melalui program ini, pemerintah pusat berupaya menangani kesehatan masyarakat. Bahkan, alokasi untuk Pemulihan Ekonomi Nasional terus bertambah. Diharapkan kemudahan ini bisa membuat para pegiat UMKM semakin bertumbuh.

Tips Memulai Bisnis dengan Bermitra Bersama Pegadaian

Iwan Juniyadi menyarankan masyarakat yang ingin membuka usaha agar bermitra dengan Pegadaian. Masyarakat bisa mengambil skema pegadaian yang sangat memudahkan.

Dengan menggadaikan barang yang durasinya 4 bulan, masyarakat nggak bakal diwajibkan mengangsur tiap bulannya. Nantinya, setelah memasuki periode 4 bulan, masyarakat akan diberi dua pilihan yaitu menebus semua pembiayaan atau membayar sewa modalnya saja. Membayar sewa modal ini bisa sekaligus berfungsi untuk menambah jangka waktu 4 bulan lagi. Tentu saja ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM.

"Masyarakat yang ingin memulai usaha bisa mengambil skema gadai yang memiliki waktu 4 bulan. Ketika sudah 4 bulan, nasabah bisa menebus barang yang digadaikan atau memperpanjang," kata Iwan.

Masyarakat juga bisa menjadi agen Pegadaian. Nantinya, agen tersebut akan memasarkan produk yang ada di Pegadaian. Masyarakat bisa mendapatkan beragam benefit seperti penghasilan tambahan, menambah jumlah pelanggan UMKM, hingga branding gratis.

Iwan juga mengatakan jika banyak jenis item yang bisa digadaikan, seperti barang elektronik hingga kearifan lokal.

"Di daerah tertentu seperti Sumbawa, kain tenun bisa dijadikan barang gadai. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pegadaian menjunjung tinggi nilai kearifan lokal yang tersebar di tiap daerah," ujar Iwan.

See, banyak sekali kan kemudahan yang dihadirkan Pegadaian serta pemerintah dalam menudukung para pelaku UMKM? Apakah kamu semakin berminat untuk membuka bisnis milikmu sendiri? Yuk mulai sekarang juga, KLovers!

(kpl/jef)

Reporter:

Jeffrey Winanda



MORE STORIES




REKOMENDASI