Mengenal 7 Unsur Buku Nonfiksi, Ketahui Agar Lebih Mudah Memahami Isinya

Selasa, 15 Desember 2020 13:44 Penulis: Puput Saputro
Mengenal 7 Unsur Buku Nonfiksi, Ketahui Agar Lebih Mudah Memahami Isinya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Membaca buku jadi hobi yang cukup banyak digemari. Baik buku fiksi maupun nonfiksi selalu memberikan sensasi tersendiri. Jika buku fiksi mempunyai banyak cerita yang menghibur, buku nonfiksi lebih menawarkan pengetahuan baru. Sama halnya pada buku fiksi, ada pula unsur-unsur dalam buku nonfiksi. Dengan mengetahui unsur-unsur buku nonfiksi, kita akan lebih mudah memahami isinya.

Unsur-unsur buku nonfiksi akan menentukan suatu buku menarik dan berbobot secara penampilan dan isi. Itulah sebabnya penting untuk mengetahui apa saja unsur-unsur yang dimaksud, khususnya bagi para penulis. Di samping itu, keberadaan unsur-unsur dalam buku nonfiksi juga berperan dalam menarik minat pembaca.

Unsur-unsur dalam buku nonfiksi menjadi hal yang penting bagi penulis dan pembaca. Bagi penulis, dengan memenuhi unsur-unsur tersebut penulis akan menghasilkan karya yang lebih berkualitas. Sementara, bagi pembaca unsur-unsur buku nonfiksi akan mempermudah mereka dalam memahami isi dan menggali informasi.

Lantas, kira-kira apa sajakah unsur-unsur buku nonfiksi? Dirangkum dari berbagai sumber, simak berikut ini ulasannya.

1. Sampul Buku

Unsur buku nonfiksi yang pertama adalah sampul. Bagian sampul atau muka buku menjadi hal pertama yang akan dilihat pembaca, sebelum membaca isi. Artinya, sampul harus dibuat semenarik mungkin sehingga bisa memikat pembaca.

Sampul tidak saja harus menarik secara visual. Lebih dari itu, sampul juga harus memuat beberapa informasi penting seputar buku. Misalnya judul buku, nama penulis, nama penerbit, tahun terbit, dan lain-lain.

2. Pokok Bab Buku

Buku nonfiksi tentu berbeda dengan buku fiksi. Salah satu bagian yang membedakan buku nonfiksi dengan buku fiksi adalah adanya bagian pokok bab buku. Bagian ini memuat halaman kata pengantar yang berisi penjelasan buku secara keseluruhan namun secara padat.

Sering kali bagian ini juga dijumpai ulasan mengenai tujuan penulisan, serta manfaat dari isi buku yang bisa didapatkan pembaca. Selain itu, pada bagian kata pengantar penulis juga kerap menyampaikan ucapan terima kasihnya pada berbagai pihak yang membantu proses penerbitan buku.

3. Judul Bab dan Subbab

Buku nonfiksi umumnya terdiri atas beberapa bab dan subbab. Sistematika bab dan subbab ini akan memudahkan pembaca dalam memahami isi dari buku nonfiksi. Oleh karena itu, judul bab dan subbab termasuk salah satu unsur buku nonfiksi yang sangat penting. Untuk lebih memudahkan pembaca, judul bab dan subbab ini juga akan dicantumkan dalam daftar isi.

4. Isi Buku

Isi merupakan bagian inti terpenting dari suatu buku nonfiksi. Dalam isi terdapat berbagai bagian seperti pendahuluan, paparan utama, dan penutup. Selain itu, dalam isi juga terdapat pengetahuan dan informasi-informasi yang bisa menambah pengetahuan pembaca. Oleh karena itu, penting bagi pembaca untuk mencermati bagian unsur-unsur buku nonfiksi yang satu ini.

5. Cara Penyampaian Isi

Cara penyampaian isi buku juga menjadi unsur penting yang harus diperhatikan dalam buku nonfiksi. Untuk melengkapi penyampaian pada bagian isi, biasanya buku-buku nonfiksi akan disertai dengan daftar pustaka. Pada bagian daftar pustaka akan terdapat informasi mengenai sumber atau buku-buku lain yang menjadi referensi dalam penyusunan buku nonfiksi. Dengan begitu, pembaca jadi punya kesempatan untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan yang lebih dalam.

6. Gaya Bahasa

Setiap buku mempunyai kekhasannya masing-masing. Salah satu kekhasan tersebut di antaranya bisa dilihat dari gaya bahasa yang digunakan. Khusus bagi buku nonfiksi, biasanya digunakan gaya bahasa yang cenderung formal dan akademik, sesuai dengan bidang ilmu yang dibahas.

Untuk memudahkan pembaca saat menghadapi istilah-istilah yang kurang umum, biasanya buku nonfiksi akan disertai dengan glosarium. Bagian glosarium merupakan daftar istilah penting yang digunakan sebagai sumber penulisan buku tersebut atau bahasa-bahasa yang digunakan oleh penulis dalam buku tersebut.

7. Sistematika Penulisan

Unsur buku nonfiksi yang ketujuh sekaligus terakhir adalah sistematika kepenulisan. Buku nonfiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan fakta di kenyataan. Di samping itu, buku nonfiksi juga memuat informasi dan pengetahuan. Artinya, penulisan buku nonfiksi tidak boleh asal-asalan.

Buku nonfiksi harus menerapkan sistematika agar informasi dan pengetahuan dalam buku terjaga. Selain itu, penerapan sistematika ini juga berguna untuk mempermudah pembaca untuk untuk paham.

Itulah ulasan mengenai 7 unsur buku nonfiksi. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan.

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI