Nggak Asal Dapat, Penerima Vaksin Covid-19 Ada Kriterianya Lho

Kamis, 01 Juli 2021 10:25 Penulis: Wuri Anggarini
Nggak Asal Dapat, Penerima Vaksin Covid-19 Ada Kriterianya Lho
(c) Shutterstock

Kapanlagi Plus - Sejak awal tahun program vaksin Covid-19 terus digencarkan. Kehadiran program ini pun turut membawa angin segar, di tengah ketidakpastian kondisi pandemi. Selagi sesuai dengan prioritas dan ketentuan yang didapatkan oleh pemerintah, setiap warga Indonesia pun berhak mendapatkan giliran program vaksinasi ini.

Namun, tahukah kamu jika penerima vaksin Covid-19 ini ternyata nggak sembarangan. Ada kriteria yang harus dipenuhi, agar bisa mendapatkan vaksin Covid-10 secara gratis di Indonesia. Apa saja ya?

Nggak Punya Riwayat Penyakit Kronis dan Berbahaya 

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Biar vaksin dalam tubuh dapat bekerja maksimal, pastikan kamu nggak memiliki riwayat penyakit kronis. Beberapa penyakit yang termasuk ke dalam kategori ini, antara lain penyakit jantung, autoimun, ginjal kronis, rematik autoimun, penyakit saluran pencernaan kronis, hipertiroid maupun hipotiroid, hingga penyakit kanker.

Selain itu, pastikan juga tubuh nggak sedang mengalami infeksi akut yang disertai demam, batuk, pilek, diare dan semacamnya. Adapun pengidap diabetes mellitus tipe 2 terkontrol di mana HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen dapat menerima vaksin Covid-19 ini. Sementara bagi pemilik penyakit paru, macam asma, PPOK, atau TBC perlu menunda vaksinasi sampai kondisi dinyatakan membaik.

Anggota Keluarga Terbebas dari Status Pasien Covid-19

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Vaksin Covid-19 ini juga tak bisa diberikan langsung kepada pasien Covid-19. Selain itu, pastikan juga anggota keluarga juga terbebas dari status pasien Covid-19 atau sedang dalam perawatan Covid-19. Bagi penyintas Covid-19, bisa mendapatkan vaksinasi minimal 3 bulan setelan sembuh. 

Suhu Tubuh di Bawah 37,5 Derajat Celcius saat Pemeriksaan 

(c) Shutterstock(c) Shutterstock
K

etika datang ke tempat vaksin yang sudah ditentukan, kamu nggak akan langsung disuntik. Sebaliknya, kamu harus melewati skrining kesehatan awal dulu. Jika saat melewati proses skrining ini kamu mengalamio demam atau suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius, maka vaksinasi akan ditunda. 

Kamu akan diminta melakukan pemeriksaan terkait gejala yang dialami dan mengunjungi pos kesehatan yang sama. Apabila penyebabnya bukan Covid-19, dan suhu tubuh sudah kembali normal, baru kemudian vaksinasi bisa dilakukan dengan skrining kesehatan kembali sampai tuntas. 

Tekanan Darah Normal 

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Di samping nggak sedang hamil, penerima vaksin Covid-19 juga harus memiliki tekanan darah normal. Hal ini akan diketahui saat proses skrining kesehatan di awal sebelum vaksin. Apabila tekanan darah kamu di atas atau sama dengan 180/110 maka nggak diperbolehkan melakukan vaksinasi. 

Manfaatkan skrining kesehatan di awal-awal secara maksimal. Ungkapkan semua kondisi kesehatanmu secara jujur dan jelas, agar petugas kesehatan dapat menentukan kesimpulan yang tepat, apakah kamu diperbolehkan vaksin atau nggak. Bagaimanapun hal ini demi keselamatan dan kebaikanmu sendiri, jadi bersikaplah sekooperatif mungkin. 

Di sisi lain, demi melancarkan distribusi vaksin Covid-19 secara gratis di Indonesia, Indosat Ooredoo juga turut berkontribusi langsung dengan menghadirkan program Mobil Klinik. Lewat program ini, Indosat Ooredoo berharap bisa melancarkan proses distribusi vaksin Covid-19 yang dicanangkan oleh pemerintah ke berbagai daerah, terutama ke tempat-tempat yang sulit dijangkau di Indonesia. 

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pada tanggal 24 Juni 2021, Indosat Ooredoo meluncurkan layanan Mobil Klinik untuk vaksinasi Covid-19 di Kota Solo. Kali ini, vaksinasi Covid-19 dilakukan di Kelurahan Karangasem, Laweyan, Surakarta. Kerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surakarta terus dilakukan untuk memvaksinasi warga Lansia dan Pra-Lansia Solo berusia 50 tahun ke atas.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Gibran Rakabuming Raka selaku Walikota Surakarta untuk mengawasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi warga Solo.
Ketua DPRD Surakarta, Budi Prasetyo juga hadir langsung dalam vaksinasi Covid-19 di Karangasem. Budi Prasetyo turut memberikan pesan #BisaBangkitBersama,

“Teknologi 5G kembali membantu dalam mempercepat proses input dan sinkronisasi data vaksinasi dengan sistem P-Care. Pendaftaran, Verifikasi, Screening, Vaksinasi, Observasi, sampai Pelepasan sangat terbantu oleh teknologi 5G Indosat Ooredoo.” Total 138 warga Kelurahan Karangasem, Laweyan, Surakarta yang sudah tervaksinasi di hari itu. 

Bukan itu saja, Indosat Ooredoo Mobile Clinic Program ini juga turut membantu mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia.

(kpl/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI