Niat Puasa Rajab Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaan untuk Mendatangkan Berkah

Jum'at, 16 April 2021 14:11 Penulis: Anik Setiyaningrum
Niat Puasa Rajab Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaan untuk Mendatangkan Berkah
Ilustrasi (Credit Freepik)


Kapanlagi Plus - Saat memasuki bulan Rajab, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya yaitu puasa Rajab. Selain itu, terdapat amalan berupa membaca shalawat, istighfar, dan sedekah yang bisa dilakukan.

Namun, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa puasa Rajab itu bid'ah, makruh, dan sunnah. Beberapa ulama mengatakan bahwa puasa di bulan Rajab hukumnya bid'ah. Seperti dalam kitab Fatawa Nurun 'ala Ad-Darbi, berbunyi:

"Mengkhususkan hari-hari itu dengan puasa adalah bid'ah. Nabi SAW tidak pernah berpuasa pada tanggal 8 dan 27 Rajab, tidak memerintahkannya dan tidak mentaqrirnya. Maka hukumnya bid'ah."

Sementara pendapat lain mengatakan bahwa puasa di bulan Rajab adalah makruh. Seperti yang diungkapkan salah satu ulama di dalam mazhab Al-Hanabilang yang menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf, yang berbunyi,

"Pendapatnya mengkhususkan puasa Rajab (sebulan penuh) hukumnya makruh. Itulah pendapat mazhab dan para pendukungnya."

Sementara sebagian besar ulama lainnya mengatakan bahwa puasa di bulan ini hukumnya sunnah. Menurut Ustaz Sarwat, ada 2 pengertian, yang pertama ada hadis yang menganjurkan untuk puasa sunnah.

Yang kedua adalah hadis yang menganjurkan puasa pada bulan-bulan haram (bulan mulia). Di mana Rajab termasuk di dalam bulan haram tersebut.

Ketika kalian sudah niat puasa Rajab itu berarti sudah ada keinginan untuk menuju hal baik demi mendekatkan diri pada-Nya. Untuk mempertebal niat dalam hati tersebut, kalian bisa mencari informasi mengenai niat puasa Rajab berikut ini.

 

 

 

 

 

1. Bacaan Niat Puasa Rajab dan Tata Caranya

Sebelum membahas niat puasa Rajab, ada baiknya bagi kalian untuk mengetahui waktu untuk melakukan puasa Rajab. Sebenarnya tidak ada ketentuan tentang berapa lama waktu puasa Rajab sebaiknya dilakukan.

Namun sejumlah ulama menganjurkan untuk berpuasa di 10 hari pertama bulan Rajab. Jika kamu terlewat, tak masalah sama sekali. Di bulan haram, semua amal baik akan dilipatgandakan. Kamu bisa melanjutkan puasa sunnah Senin Kamis dan mendapat pahala yang dobel.

Untuk informasi yang lebih lengkap tentang tata cara dan niat puasa Rajab bisa kalian simak di bawah ini.

Niat Puasa Rajab

Menurut Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftahul Huda, niat puasa Rajab berbeda dengan puasa Ramadhan.

Jika saat Ramadan, ada 3 jenis niat yaitu menentukan jenis puasa, niat puasa sebelum terbit fajar, dan niat setiap malam.

Sementara puasa Rajab bisa dilakukan di pagi hari saja. Asal, belum makan minum yang bisa membatalkan puasa.

Untuk ucapan niatnya adalah:

Nawaitu shoma Rajab sunnatan lillahi taala.

Yang artinya: Saya niat berpuasa sunnah Rajab karena Allah SWT.


Doa Buka Puasa Rajab

Berbuka puasa termasuk hal yang pantas ditunggu ketika hati telah mantap dan benar-benar niat puasa Rajab. Ibnu Abbas RA menyebutkan bahwa Rasulullah membaca doa ini saat berbuka puasa:

Allahumma laka shumna, wa'ala rizqika aftharna, tafaqbbal minna, innaka anta as-sami'ul al alim

Yang artinya: Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa, dan atas rizki-Mu kami berbuka, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (HR ath-Thabrani).

 

 

 

 

 

2. Riwayat Hadis Tentang Niat Puasa Rajab

Dalam melakukan hal baik, keyakinan harus berasal dari dalam hati tak terkecual saat kalian melafalkan niat puasa Rajab. Agar makin yakin, berikut informasi mengenai riwayat hadis niat puasa Rajab yang bisa kalian simak.

Adapun keutamaan puasa Rajab sebagaimana diriwayatkan dalam hadis, bahwa Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan-bulan mulia sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan.

Nabi Saw bersabda: "Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Al-Ghazali dalam Ihya' Ulum al-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah).

Hari-hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya'ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa'dah, dzulhijjah, dan muharram.

 

 

 

 

 

3. Niat Puasa Rajab dan Keutamaan Mendatangkan Berkah

Jika kalian sudah memiliki niat puasa Rajab dan baru saja membaca sendiri sabda Rasulullah SAW mengenai keutamaan puasa Rajab, wajar jika kalian masih penasaran. Oleh karena itu, sebaiknya kalian lanjut membaca untuk makin menebalkan niat puasa Rajab dalam hati kalian.

Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan. Karena itu, Puasa Rajab dianjurkan dikerjakan Muslim. Simak Tujuh keutamaan Puasa Rajab berikut ini:

1. Diberi Minum Sungai Rajab

Sesungguhnya di dalam surga terdapat sungai yang diberinama Rajab. (Warna) airnya lebih putih daripada susu dan (rasanya) lebih manis daripada madu. Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka Allah akan memberinya minum dari sungai tersebut.

2. Setara 700 Tahun

Barangsiapa berpuasa pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu di bulan Haram/mulia (Dzluqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab), maka Allah mencatatkan baginya setara dengan ibadah selama 700 (tujuh ratus) tahun.

3. Seperti Menjalankan Puasa Sebulan

Bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa sunah di Bulan Rajab satu hari, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melaksanakan ibadah puasa selama sebulan. Hal tersebut tercantum dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. At- Thabrani.

4. Amalnya Dicatat Selama 60 Bulan

Bagi umat muslim yang menjalani ibadah puasa sunah tepat di tanggal 27 Rajab, maka amalnya akan dicatat seperti orang yang menjalankan ibadah puasa selama 60 bulan. Hal tersebut tercantum juga dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

5. Dijauhkan dari Pintu Neraka

Keutamaan berikutnya yang akan diperoleh oleh umat muslim yang berpuasa sunah di bulan Rajab selama 7 hari berturut-turut, maka ia akan dijauhkan dari pintu neraka

6. Dibukakan Pintu Surga

Keutamaan lainnya yang juga akan diperoleh bagi umat muslim yang menjalankan puasa sunah selama 8 hari berturut-turut di bulan Rajab, maka akan dibukakan 8 pintu surga untuknya.

7. Dihapus Dosa-dosanya

Bagi yang berpuasa sunah di bulan Rajab selama 10 hari, maka ia akan dihapus dosa-dosanya oleh Allah SWT yang kemudian diganti dengan kebaikan, pun hidupnya juga akan dipenuhi keberkahan.

Keutamaan selanjutnya juga terdapat pada hadis Rasulullah SAW berikut ini.

Hadis dari Usamah bin Zaid, ia bertanya kepada Rasulullah SAW:

"Wahai Rasulullah, saya tidak menjumpai Engkau berpuasa di bulan-bulan yang lain sebagaimana Engkau berpuasa di bulan Sya'ban.

Rasulullah menjawab:

"Sya'ban adalah bulan yang dilupakan oleh orang-orang antara bulan Rajab dan Ramadlan. Bulan Sya'ban adalah bulan laporan amal kepada Allah. Maka saya senang amal saya dilaporkan sementara saya dalam kondisi berpuasa" (HR Nasai, Abu Dawud dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah. Baca Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari karya al-Hafidz Ibnu Hajar, VI/238. Ibnu Hajar juga menilainya sahih)

Ulama Fiqih Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan hadis-hadis tersebut bukanlah termasuk hadis mudlu' (palsu), tetapi merupakan bagian dari hadis-hadis dla'if, yang boleh meriwayatkannnya dalam hal fadla'il al-a'mal (keutamaan-keutaman suatu amalan).

KLovers, itulah niat puasa Rajab, tata cara, dan keutamaan yang bisa kalian kejar untuk terus mendapatkan keberkahan. Puasa bisa dikatakan suatu usaha bertapa, jika memang sudah ada niat puasa Rajab dalam hatimu, maka lakukan!

 

 

 

 

 

(kpl/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI