Diduga Perkosa Ratusan Pemuda di Manchester Inggris, Reynhard Sinaga Pria Asal Indonesia Ini Dilaporkan Puluhan Korbannya dan Divonis Seumur Hidup

Selasa, 07 Januari 2020 00:11 Penulis: Kistin Septiyani
Diduga Perkosa Ratusan Pemuda di Manchester Inggris, Reynhard Sinaga Pria Asal Indonesia Ini Dilaporkan Puluhan Korbannya dan Divonis Seumur Hidup
Reynhard Sinaga ©Instagram via Merdeka.com


Kapanlagi Plus - Reynhard Sinaga, seorang pemuda asal Indonesia menjadi perbincangan hangat media internasional. Bukan perkara prestasi luar biasa yang ia raih, melainkan karena tindakan kriminal yang dilakukannya. Pria tersebut ditetapkan sebagai tersangka pemerkosaan dan pelecehan seksual kepada 46 pria di Manchester, Inggris.

Mengutip The Guardian, pada Senin (6/1/2020) tindakan kriminal yang dilakukan Reynhard ini menjadi kasus pelecehan seksual terbesar di Inggris. Bahkan karena kejahatan yang ia perbuat tersebut, Reyhard divonis hukuman penjara seumur hidup dengan minimal 30 tahun masa tahanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Perkosa Ratusan Pria

Menurut keterangan pihak kepolisian, pelaku diduga telah memperkosa setidaknya 195 pria selama 2,5 tahun. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 48 pria muda telah dipastikan menjadi korbannya.

Reynhard terbukti melakukan 159 pelanggaran, termasuk 136 pemerkosaan yang ia rekam dengan dua ponsel miliknya. Hingga kini, pihak kepolisian masih belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada setidaknya 70 korban Reynhard lainnya.

2. Orang yang Sangat Berbahaya

Hakim dalam kasus ini mengungkapkan bahwa Reynhard tidak mau bekerja sama dalam membuat laporan pravonis. Dengan sikap yang tak kooperatif ini Reynhard disebut sebagai orang yang berpotensi tinggi menimbulkan bahaya.

Reynhard sendiri datang ke Inggris pada tahun 2007 silam sebagai mahasiswa. Ia kemudian pindah ke apartemen barunya yang menjadi TKP sebagian besar tindak pemerkosaannya sejak tahun 2011. Orang tuah Reynhard sendiri diketahui kini menetap di daerah Jawa Barat.

Kasus ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial. Tak hanya di Indonesia, kasus ini juga menyita perhatian banyak masyarakat dunia.

(gua/TIN)



MORE STORIES




REKOMENDASI