Sopir Bus Ini Pakai Rompi Anti Tusuk Setiap Hari Karena Takut Penumpang Wanita

Penulis: Natanael Sepaya

Diterbitkan:

Sopir Bus Ini Pakai Rompi Anti Tusuk Setiap Hari Karena Takut Penumpang Wanita Imre Marton © YouTube/BBC Stories

Kapanlagi.com - Istilah stalker atau penguntit pertama kali muncul di abad ke-20 untuk mendefinisikan pelecehan yang dilakukan orang-orang asing pada para public figure. Bukan cuma sekedar mengikuti saja, para penguntit ini juga membuat mental korbannya jauh dari kata sehat. Seperti yang dialami oleh pria asal Oxfordshire, Inggris yang bernama Imre Marton.

Dilansir dari BBC via Oddity Central, Imre pertama kali bertemu dengan penguntitnya yang bernama Charlie Howells. Saat itu Charlie menaiki bis yang dioperasikannya selama berjam-jam. Anehnya, kebiasaan itu berlangsung selama 1 bulan dan akhirnya Charlie menghampiri Imre saat sedang duduk makan siang. Imre sendiri masih ingat kalau pada saat itu Charlie terlihat sangat gugup.

Karena terus dikuntit, Imre Marton harus dipindahkan Polisi ke rumah yang aman © YouTube/BBC Stories

Dengan sedikit gelisah, Charlie pun mengungkapkan perasaannya pada Imre dan ingin agar hubungan mereka bisa melangkah ke arah cinta. Imre lalu mengaku kalau ia sudah memiliki pacar dan Charlie segera menangis seperti bocah. Hanya saja Imre tidak menduga kalau itu adalah awal mula Charlie menghancurkan hari-harinya. Setelah mendapat penolakan, Charlie mulai mengikuti Imre.

Imre kemudian berusaha untuk menjaga jarak dan mengubah rute bisnya, tapi semua itu sia-sia karena Charlie selalu berhasil menemukannya. Bahkan Imre ingat kalau Charlie selalu berada beberapa langkah di belakangnya yang tentu saja membuat setiap momen terasa mencekam. Belum cukup, Charlie juga berhasil menemukan akun social media, bahkan alamat rumah Imre!

Penguntit Imre Marton adalah perempuan 23 tahun yang bernama Charlie Howells © YouTube/BBC Stories

Hubungan Imre dengan pacarnya pun berakhir, hari-harinya kian mencekam karena kehadiran Charlie dengan senyum sinisnya. Kemudian dalam satu kesempatan, Charlie muncul di depan pintu Imre dan mengancam akan menggorok lehernya. Inilah yang kemudian membuat Imre berusaha mengamankan dirinya dengan memakai rompi anti tusukan sampai hari ini.

Awalnya Imre berusaha melaporkan tingkah laku Charlie yang semakin menjadi-jadi setiap harinya, tapi pihak berwajib hanya menganggapnya sebagai hal yang biasa dan meminta agar ia mengisi data-data lengkapnya. Well, nyatanya hal tersebut malah membuat Charlie bisa dengan leluasa menguntit Imre.

Akhirnya pada satu waktu Imre berhasil meyakinkan Polisi dan membuat Charlie dipenjara selama 3 tahun karena berkali-kali tidak mengindahkan perintah penahanan. Penjara memang memberi Imre sedikit waktu untuk merasa aman, namun ia tahu kalau Charlie punya banyak waktu untuk menyusun rencana agar bisa menguntitnya kembali.

Kehidupan Imre sendiri semakin hancur karena ia kehilangan puluhan ribu Euro setelah kehilangan pekerjaan, pergantian shifts, dan menghindari bekerja lembur. Imre sendiri yakin kalau semua ini belum akan berakhir dan Charlie akan kembali menguntit, dan yang terparah, membunuhnya. Well, semoga saja Imre bisa mendapatkan kehidupannya kembali yang aman dan penuh damai.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya