Statement Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga, Alami Depresi dan Coba Bunuh Diri

Selasa, 07 Januari 2020 12:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Statement Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga, Alami Depresi dan Coba Bunuh Diri
Reynhard Sinaga © manchestereveningnews.co.uk


Kapanlagi Plus - Nama Reynhard Sinaga saat ini menghiasi berbagai headline media massa dunia. Pria asal Indonesia itu disebut telah melakukan aksi pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap ratusan pria di Manchester, Inggris, tempat dirinya saat ini tinggal.

Aksi Reynhard ini dilakukan secara terus menerus sejak Januari 2015, namun baru terungkap ke ranah hukum pada sekitar Juli 2017 silam. Setelah melalui proses pemeriksaan dan persidangan, pria asal Jambi itu dikenai vonis hukuman seumur hidup.

Reynhard menggunakan metode yang licik untuk mengelabui para korbannya. Pertama, Ia berlaku baik kepada targetnya, sebelum akhirnya mengajak mereka ke apartemen yang ditinggalinya. Di sana, Reynhard memberikan obat tidur dengan dosis yang cukup tinggi untuk membuat para target pingsan, lalu melakukan aksi tak terpujinya.

Parahnya, Reynhard juga selalu merekam tiap adegan yang dilakukannya dan menyimpan file-filenya untuk konsumsi pribadi. Sementara itu, efek obat juga disebut membuat beberapa korban tak ingat dengan kejadian menimpa mereka setelah bangun.

1. Pengakuan Seorang Korban

Banyak korban yang sempat tak sadar jika mereka telah jadi korban pemerkosaan sebelum diberitahu oleh polisi dengan bukti video dan foto yang ada di ponsel Reynhard. Tentunya reaksi para korban pun berbeda-beda.

Dilansir dari Manchest Erevening News, ada seorang korban yang sangat terkejut, depresi dan mencoba untuk bunuh diri di Hari Natal. Selain itu, ada pula yang merasa begitu jijik, sehingga meminta doktor untuk mengangkat usus besarnya.

"Aku benar-benar merasa hancur. Bagaimana bisa aku sebodoh itu? Aku meninggalkan club dan tiba-tiba bangun di apartemen seseorang. Sungguh bukan aku," ujar salah satu korban yang sampai depresi berat.

2. Ibu Korban Menangis Tiap Malam

Lebih jauh, sang korban juga menjelaskan bagaimana insiden itu telah menghancurkan kebahagiaan hidupnya. Bahkan, pihak keluarga juga ikut resah dan sedih bukan main mengetahui anaknya jadi korban aksi pemerkosaan.

"Aku tidak seharusnya diperlakukan seperti ini. Tiap bangun di pagi hari aku langsung kepikiran hal ini, dan sebelum tidur aku juga selalu kepikiran. Aku ingat ibuku menangis sepanjang malam. Aku tak pernah mengalami kejadian seburuk ini dalam hidupku. Ini adalah 2 tahun terburuk dalam hidupku," sambung sang korban.

3. Kronologi Penangkapan Reynhard Sinaga

Tindakan Reynhard baru dibawa ke ranah hukum setelah salah satu korbannya melaporkan perbuatannya yang tak terdeteksi selama 2,5 tahun lamanya. Ceritanya, seorang remaja pria itu sadarkan diri ketika sedang diperkosa oleh Reynhard, lalu melakukan perlawanan.

Walhasil, pria tersebut memukul sang pelaku di bagian kepala hingga pingsan, lalu melapokan kejadian tersebut ke kantor polisi. Dari situ, diketahui aksi kejahatan panjang dari Reynhard lewat bukti-bukti di ponsel dan laptop miliknya.

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI