Termasuk Mata Merah, Ini 6 Gangguan Kesehatan yang Terjadi Saat Pakai Softlens

Sabtu, 26 September 2020 12:33 Penulis: Nurul Wahida
Termasuk Mata Merah, Ini 6 Gangguan Kesehatan yang Terjadi Saat Pakai Softlens
Iustrasi (credit: freepik.com)


Kapanlagi Plus - Bagi sebagian orang memakai softlens menjadi pilihan untuk membantu mengatasi masalah penglihatan seperti mata minus. Sebab selain tidak membuat lelah saat digunakan, softlens juga bisa melengkapi penampilan tampak menawan.  Namun sayangnya penggunaan softlens yang tidak tepat justru dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada mata.

Seperti diketahui pemakaian softlens atau kontak lensa cukup banyak menjadi tren kecantikan termasuk membantu penglihatan. Penggunaan softlens yang tepat tentunya bisa bermanfaat bagi kesehatan mata. Namun meski memiliki manfaat dapat membantu mengatasi masalah penglihatan, penggunaan softlens juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan tertentu.

Terlebih dampak buruk tersebut dapat berisiko tinggi jika pemakaian softlens dilakukan tidak tepat. Salah satunya kebersihan softlens yang tidak terjaga dengan baik bisa berdampak pada kondisi kesehatan mata. Selain itu sejumlah produk softlens memiliki durasi pemakaian bervariasi mulai dari sekali pakai hingga rentang waktu tiga bulan. Tak heran apabila memperhatikan durasi pemakaian penting dilakukan untuk mencegah risiko buruk penggunaan softlens.

Lalu apa saja gangguan kesehatan yang terjadi saat pakai softlens?

Adapun gangguan kesehatan yang terjadi saat pakai softlens terdapat dalam beberapa poin di bawah ini. Untuk mengetahui gangguan kesehatan yang umum terjadi saat pakai softlens tersebut perlu diketahui sebelum benar-benar memutuskan memakai alat bantu penglihatan ini. Berikut ini 6 gangguan kesehatan yang terjadi saat pakai softlens.

 

1. Mata Merah

Mata merah menjadi gangguan kesehatan yang terjadi saat pakai softlens paling umum. Ada berbagai penyebab kondisi tersebut dapat dialami pemakai softlens. Diantaranya karena masalah alergi, iritasi, ataupun infeksi bakteri. Namun infeksi bakteri menjadi paling umum yang sering terjadi akibat penggunaan softlens.

Kondisi ini sering disebut sebagai keratitis yang membuat mata mengalami kemerahan, nyeri, hingga mata berair atau iritasi. Seperti melansir dari blog.paleohacks.com, keratitis dapat terjadi karena beberapa faktor diantaranya seperti mengenakan softlens saat berenang, durasi penggunaan softlens lama, serta softlens yang tidak sesuai. Sehingga beberapa faktor tersebut bisa memicu risiko mata merah atau biasa disebut dengan konjungtivitas papiler.

2. Mata Jadi Kering

Gangguan kesehatan yang terjadi saat pakai softlens selanjutnya adalah mengalami risiko mata jadi lebih kering. Kondisi ini dapat dialami para pengguna softlens apabila digunakan setiap hari hingga menyebabkan mata jadi lebih kering. Sebab penggunaan softlens diketahui dapat berdampak buruk pada mata salah satunya mengurangi jumlah air mata hingga sebabkan mengalami sindrom mata kering.

Jika sindrom mata kering terjadi keadaan tersebut dapat memicu iritasi pada mata seperti gatal, nyeri hingga sebabkan mata merah. Seperti mengutip dari blog.paleohacks.com, bersumber dari penelitian sindrom mata kering dan softlens memiliki pengaruh pada penggunaan jangka pendek dan panjang.

3. Rentan Infeksi dan Iritasi

Gangguan kesehatan yang terjadi saat pakai softlens lainnya adalah mata akan mengalami rentan infeksi dan iritasi. Keadaan ini merupakan dampak paling umum yang terjadi akibat penggunaan softlens yang diketahui bisa membuat kadar oksigen pada mata menurun. Penyebab oksigen pada mata yang menurun tersebut dapat terjadi karena penggunaan softlens dengan durasi lama seperti seharian penuh. Sehingga membuat oksigen yang masuk ke dalam mata dapat terhalangi karena softlens. Menurunnya jumlah oksigen yang masuk ke dalam mata secara tidak langsung dapat membuat mata lebih rentan mengalami infeksi serta iritasi.

4. Risiko Mengalami Ptosis

Ptosis merupakan masalah kesehatan yang terjadi pada mata dimana kelopak mata bagian atas mengalami penurunan. Sehingga menyebabkan mata tidak terbuka sepenuhnya. Ada sejumlah penyebab umum seseorang mengalami ptosis diantaranya faktor usia hingga peradangan.

Seperti melansir dari bustle.com, sebuah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan atau hubungan yang terjadi antara penggunaan softlens dengan risiko mengalami ptosis. Terutama kondisi ini bisa berisiko tinggi terhadap penggunaan lensa kontak keras dengan durasi pemakaian cukup lama.

5. Hati-Hati Parasite Akibat Softlens

Penggunaan softlens dengan durasi cukup lama seperti seharian penuh juga berpotensi menyebabkan munculnya parasite pada mata. Munculnya parasite tersebut termasuk gangguan kesehatan yang terjadi saat pakai softlens. Bersumber dari halodoc.com, parasite bernama Acanthamoeba bisa muncul akibat penggunaan softlens. Dampak fatalnya parasite tersebut bisa berisiko menyebabkan mata buta. Terlebih kondisi ini dapat berisiko tinggi apabila tidak menjaga kebersihan softlens termasuk durasi lama penggunaannya. Untuk itu berhati-hati dalam penggunaan softlens perlu dilakukan agar tak berisiko terkena masalah kesehatan tersebut. Konsultasi dengan dokter ahli sangat disarankan sebelum menggunakan softlens sebagai alat bantu penglihatan.

6. Rentan Cedera Kornea

Gangguan kesehatan yang terjadi saat pakai softlens juga berisiko mengalami peradangan atau cedera kornea. Peradangan tersebut dapat terjadi akibat lensa kontak atau softlens yang dikenakan dalam waktu lama. Dimana keadaan tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan parut atau luka. Jaringan parut tersebut bisa menimbulkan rasa nyeri hingga kehilangan penglihatan.

Nah itulah 6 gangguan kesehatan yang terjadi saat pakai softlens. Konsultasi dengan dokter kesehatan sangat disarankan sebelum menggunakan softlens agar meminimalkan risiko yang bisa timbul.

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI