Wukuf Adalah Rukun Haji Berdiam Diri di Padang Arafah, Pahami Pengertian dan Tata Cara Pelaksanaannya

Selasa, 29 Desember 2020 17:44 Penulis: Puput Saputro
Wukuf Adalah Rukun Haji Berdiam Diri di Padang Arafah, Pahami Pengertian dan Tata Cara Pelaksanaannya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Haji merupakan salah satu ibadah dalam agama Islam. Haji hukumnya wajib bagi umat Islam yang tergolong mampu secara fisik dan juga materi. Layaknya ibadah lain, haji mempunyai beberapa rukun yang harus dikerjakan, wukuf menjadi salah satunya. Wukuf adalah rukun haji yang tidak boleh dilewatkan.

Rukun haji wukuf dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijah di Padang Arafah. Secara umum, wukuf adalah berdiam diri di padang Arafah. Saat melakukan wukuf, umat Islam yang menjalankan ibadah haji diharuskan membaca doa-doa.

Sebagai salah rukun haji, sudah semestinya setiap umat Islam mengetahui apa itu wukuf dan bagaimana pelaksanaannya. Oleh karena itu, agar lebih paham simak ulasannya berikut ini yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Pengertian Wukuf

Wukuf adalah salah satu bagian dari rangkaian ibadah dalam haji. Selain itu, wukuf merupakan salah satu rukun haji sehingga harus dilakukan. Secara kata, dalam bahasa Arab wukuf berarti 'berhenti'. Oleh karena itu, wukuf dimaknai sebagai berhentinya aktivitas jamaah haji untuk berdiam diri di Padang Arafah. Pada saat pelaksanaan wukuf, seluruh jamaah haji akan bermalam di tempat suci dan bersejarah tersebut.

Wukuf juga sering kali disebut sebagai inti dari ibadah haji. Tak mengherankan jika kemudian wukuf menjadi salah satu rukun yang ditekankan untuk dijalankan. Tanpa melakukan wukuf, haji bisa tidak sah. Dalam pelaksanaan wukuf, terdapat tiga makna penting, yaitu zawal, wukuf, dan arafa.

Zawal artinya pergeseran dari terang ke gelap, selayaknya pergerakan matahari. Hal ini diibaratkan perjalanan manusia menuju alam akhiratnya, yang gelap tapi kemudian terang karena pada hakikat hidup yang sebenarnya adalah di akhirat. Wukuf berarti tekad dalam memutus keburukan dalam hati, pikiran, dan tindakan. Sementara, arafa artinya sadar bahwa hidup dunia sejatinya hanya menuju ke kehidupan akhirat yang kekal.

2. Waktu Pelaksanaan Wukuf

Seperti yang disinggung sebelumnya, pelaksanaan wukuf adalah pada 9 Dzulhijah. Wukuf dilakukan sejak matahari sudah tergelincir atau bergeser dari tengah hari (pukul 12 siang). Hari pelaksanaan wukuf juga sering disebut dengan hari Arafah.

Hari Arafah sejatinya bukanlah hari biasa. Hari Arafah begitu istimewa sebab pada hari tersebut Allah SWT beserta para malaikat menyaksikan hamba-Nya yang berkumpul di Padang Arafah. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan nabi Muhammad SWA pada hadis berikut ini:

"Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman: 'Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?'" (HR Muslim nomor 1348, dari Aisyah).

3. Pelaksanaan Ibadah Wukuf

Pelaksanaan ibadah wukuf sering kali disebut sebagai cerminan peristiwa di Padang Mahsyar. Di mana, keduanya mempunyai kesamaan, sama-sama mengumpulkan banyak umat manusia dalam satu tempat. Artinya, pelaksanaan wukuf secara tidak langsung juga bisa membuat jamaah haji untuk semakin mengingat kematian dan juga kehidupan akhirat.

Wukuf di Padang Arafah dilakukan sejak siang hari. Oleh karena itu, ibadah wukuf diawali dengan pelaksanaan sholat Dzuhur dan Ashar secara bersamaan atau jamak taqdim. Setelah itu, akan ada seorang imam yang mengenai bimbingan wukuf, serta seruan-seruan mengenai ibadah dan doa-doa yang harus dipanjatkan selama wukuf.

Selain itu sebagai rukun yang utama dan harus dikerjakan, wukuf juga mempunyai sejumlah aturan atau tata cara yang harus dilakukan, bahkan sebelum jamaah haji tiba di Padang Arafah. Adapun tata cara pelaksanaan wukuf adalah sebagai berikut.

1. Wukuf dimulai dari perjalanan menuju ke padang Arafah setelah terbit matahari pada 9 Dzulhijjah. Selama pejalanan ini dilakukan, jamaah haji dianjurkan sambil membaca talbiyah, tahlil, dan takbir.

2. Jamaah haji singgah di Namirah atau sebuah bukit di luar tempat wukuf.

3. Jamaah haji masuk ke area Padang Arafah, tepatnya setelah tergelincirnya matahari.

4. Jamaah haji harus memantabkan hati sebaik mungkin, kemudian membaca talbiyah sembari menantikan tahapan-tahapan ibadah wukuf.

5. Jamaah haji melaksanakan sholat Dzuhur dan sholat Ashar secara jamak taqdim, dilaksanakan berjamaah.

6. Jamaah haji akan mendengarkan khutbah Arafah. Umumnya, khutbah akan berkaitan dengan makna wukuf, mengenal Allah, amanat Rasulullah, serta tentang khotbah wada, dan sisi-sisi keagamaan lainnya yang membimbing jamaah haji menuju kemantapan doa dan dzikrullah.

7. Tahapan terakhir yaitu berdzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur'an.

4. Kesalahan saat Melakukan Wukuf

Selain tata cara atau tahapan-tahapan ibadah di atas, terdapat pula beberapa kesalahan yang harus dihindari jamaah haji. Pasalnya, beberapa kesalahan ini bisa membuat nilai-nilai dan amalan wukuf berkurang, bahkan bisa mengakibatkan wukuf tidak sah.

Adapun pantangan jamaah haji saat melakukan wukuf adalah sebagai berikut.

1. Melakukan wukuf di luar wilayah Padang Arafah.

2. Keluar dari Padang Arafah, sebelum matahari terbenam.

3. Menghabiskan waktu untuk mendaki Jabal Rahmah dan menuliskan prasasti sampai tidak fokus beribadah.

4. Lebih menyibukkan diri dengan berjalan-jalan dan berbelanja.

5. Menyibukkan diri berfoto-foto ria di Arafah.

6. Berdoa menghadap Jabal Rahmah dan membelakangi kiblat.

7. Tidur dan tidak memaksimalkan berdoa dan berdzikir.

Itulah di antaranya ulasan mengenai wukuf adalah rukun haji. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan, khususnya terkait agama Islam.

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI