9 Penyebab Mandul dan Faktor Risiko yang Tidak Disadari, Ini Tandanya

Penulis: Nurul Wahida

Diperbarui: Diterbitkan:

9 Penyebab Mandul dan Faktor Risiko yang Tidak Disadari, Ini Tandanya
Penyebab mandul (credit: freepik.com)

Kapanlagi.com - Kemandulan dapat terjadi pada pria dan wanita dengan tanda atau ciri berbeda. Penyebab mandul dapat ditandai dengan sejumlah gejala yang perlu dikenali sedini mungkin. Sebab, kemandulan tentunya menjadi momok bagi setiap pasangan suami istri yang berusaha mendapatkan momongan.

Bagi setiap pasangan yang sudah menikah, memiliki anak tentunya menjadi harapan mereka untuk melengkapi kebahagiaan rumah tangga. Namun beberapa pasangan suami istri mengalami masalah memiliki buah hati dengan beragam penyebab, salah satunya adalah kemandulan.

Mandul terjadi apabila pasangan suami istri secara aktif melakukan hubungan intim tanpa pengaman namun tidak dapat menyebabkan kehamilan. Ini berkaitan dengan masalah kesuburan organ reproduksi yang seringkali tidak disadari.

Mandul pada wanita biasanya terjadi karena masalah ovulasi pada sel telur yang tidak dapat dibuahi sperma. Sedangkan pada pria, kemandulan terjadi karena kualitas sperma buruk atau bahkan tidak dapat menghasilkan sperma yang akan membuahi sel telur.

Penyebab mandul dan risikonya dapat terjadi karena beragam faktor pemicu termasuk kondisi medis yang mendasari. Namun beberapa faktor risiko mandul seringkali dapat bersumber dari gaya hidup yang memicu gangguan kesuburan organ reproduksi. Untuk itu mengetahui penyebab mandul dan risikonya perlu dikenali sedini mungkin.

Adapun penyebab mandul dan risikonya terdapat pada ulasan di bawah ini. Berikut penyebab mandul dan risikonya telah dirangkum kapanlagi.com dari berbagai sumber.

 

1. Faktor Usia

Penyebab mandul yang pertama lebih berisiko pada rentang usia dewasa lebih tua. Sebab seperti diketahui seiring bertambahnya usia, seseorang mengalami penurunan fungsi tubuh termasuk berkaitan dengan organ reproduksi. Pada perempuan, kesuburan organ kewanitaan akan menurun seiring bertambahnya usia.

Melansir dari mayoclinic.org, umumnya penurunan kesuburan pada perempuan terjadi pada pertengahan usia 30 tahun dan semakin menurun di atas 37 tahun atau memasuki menopause. Sedangkan pada pria biasanya terjadi di atas usia 40 tahun. Meski begitu kemandulan dapat dipicu oleh beragam faktor lainnya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Waspadai Aktivitas Merokok

Bukan rahasia lagi kandungan zat dalam rokok yang berasal dari tembakau bisa berpengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh. Dalam hal ini rokok juga menjadi faktor risiko penyebab mandul pada pria dan wanita. Melansir dari mayoclinic.org, aktivitas merokok bisa berpengaruh terhadap kesuburan organ reproduksi.

Bahkan apabila merokok dilakukan oleh wanita hamil, maka rentan mengalami masalah keguguran. Pada pria, merokok bisa menurunkan kualitas sperma yang menyebabkan sulit untuk membuahi sel telur. Untuk itulah seringkali pada setiap kemasan produk rokok tertera sejumlah peringatan kesehatan termasuk berdampak buruk pada wanita hamil.

 

3. Konsumsi Alkohol Berlebih

Sama halnya dengan dampak buruk dari merokok, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat menjadi faktor risiko penyebab mandul. Pada perempuan, dampak konsumsi alkohol seringkali dapat berisiko terhadap masalah kehamilan. Begitu pula pada pria yang memicu penurunan jumlah dan kualitas sperma.

Untuk itu, buat kalian yang tengah program momongan, sebaiknya menghindari konsumsi alkohol untuk mencegah masalah kesuburan. Namun konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter kandungan perlu dipertimbangkan apabila program momongan tak kunjung membuahkan hasil.

 

4. Berat Badan

Penyebab mandul lebih berisiko terjadi pada seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau bahkan terlalu kurus. Melansir dari mayoclinic.org, kelebihan berat badan pada perempuan dapat berisiko meningkatkan kemandulan. Sedangkan pada pria ini berpengaruh pada kualitas sperma yang dihasilkan.

Begitu juga apabila seorang wanita memiliki berat badan di bawah normal atau terlalu kurus juga bisa berisiko mengalami masalah kesuburan. Kalian dapat berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan apabila mengalami masalah pada berat badan namun ingin program momongan dengan pasangan.

 

5. Jarang Olahraga

Melakukan aktivitas fisik seperti olahraga tentunya menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan. Misalnya saja berkaitan dengan kesehatan jantung, mengontrol berat badan, ataupun menjaga kekuatan otot. Begitu pula apabila jarang melakukan olahraga seringkali menyebabkan beragam dampak buruk bagi kesehatan, termasuk gangguan kesuburan reproduksi. Sebab jarang olahraga memicu kenaikan berat badan yang juga berpengaruh terhadap risiko kemandulan.

Namun terlalu berlebihan melakukan olahraga berat juga berpotensi terhadap risiko kemandulan. Sehingga menyeimbangkan aktivitas fisik perlu dilakukan agar tak berpengaruh terhadap masalah kesehatan termasuk organ reproduksi.

 

6. Kondisi Medis

Kondisi medis tertentu juga dapat menjadi penyebab mandul pada pria dan wanita. Melansir dari healthline.com, pada wanita beberapa jenis obat tertentu dapat memicu risiko mandul meliputi kemoterapi kanker, penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid dalam jangka panjang, ataupun obat antipsikotik.

Sedangkan pada pria seperti melansir sumber yang sama penggunaan obat-obatan seperti kemoterapi untuk kanker sulfasalazine, antidepresan trisiklik, ataupun steroid anabolik bisa memicu risiko terhadap kesuburan organ reproduksi.

 

7. Riwayat Penyakit

Riwayat penyakit tertentu yang dimiliki juga bisa berpotensi terhadap masalah kemandulan. Pada wanita diantara riwayat penyakit yang mungkin rentan terhadap gangguan kesuburan reproduksi meliputi, penyakit radang panggul, fibroid Rahim, ovarium polikistik (PCOS), ataupun kegagalan ovarium premature bisa berisiko terhadap penyebab mandul.

Sedangkan pria riwayat penyakit yang mungkin menyebabkan infertilitas seperti ketidakseimbangan hormon, pembengkakan pembuluh darah area testis, ejakulasi retrograde bisa memicu risiko mandul. Konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan apabila mengalami riwayat gangguan kesehatan tersebut.

 

8. Penyebab Mandul Pria Secara Khusus

Beberapa poin di atas menjadi penyebab mandul umum yang dialami pria dan wanita. Lalu pernahkah kalian bertanya-tanya apa saja penyebab mandul pria secara khusus? Untuk mengetahuinya berikut ini ulasan yang berkaitan dengan penyebab kemandulan pada pria:

- Jumlah sperma rendah: penyebab mandul pria dapat terjadi karena jumlah sperma yang rendah. Jumlah sperma rendah tersebut dapat terjadi akibat beberapa faktor baik genetik ataupun mengalami gangguan kesehatan tertentu yang berpengaruh pada produksi kualitas sperma.

- Masalah pada mobilitas sperma: mobilitas sperma yang mengalami masalah seperti ejakulasi dini juga bisa menyebabkan kemandulan terjadi. Ini membuat sperma tidak dapat mencapai sel telur yang akan dibuahi. Akibatnya perempuan akan sulit hamil apabila pasangan pria mengalami masalah mobilitas sperma.

- Bentuk sperma: kualitas sperma yang buruk atau bahkan tidak normal juga dapat menyebabkan kemandulan terjadi. Melansir dari medicalnewstoday.com, sperma mungkin mengalami bentuk yang tidak biasa hingga sulit mencapai sel telur.

 

9. Penyebab Mandul Wanita Secara Khusus

Adapun penyebab mandul pada wanita secara khusus juga penting untuk diketahui. Adapun penyebab mandul pada wanita sebagai berikut:

- Ovulasi: masalah pada ovulasi pada wanita berpengaruh terhadap pelepasan sel telur dari ovarium. Ini menyebabkan sel telur sulit untuk dibuahi ataupun berkembang menjadi janin.

- Kelainan serviks atau uterus: kelainan serviks juga dapat menjadi penyebab mandul pada wanita. Ini menyebabkan risiko mandul terjadi karena sel telur yang telah dibuahi tidak tertanam atau menempel dalam Rahim.

- Masalah tuba falopi: penyebab mandul pada wanita juga bisa terjadi karena masalah pada tuba falopi. Di mana ini menyebabkan gangguan kesuburan reproduksi yang disebabkan beberapa faktor seperti infeksi menular seksual atau kondisi medis lainnya.

 

10. Tanda Mandul

Adapun tanda atau ciri-ciri mandul yang bisa dikenali sedini mungkin perlu diketahui untuk mendapatkan pengobatan segera. Terlebih jika kalian dan pasangan tengah merencanakan program kehamilan, tentunya perlu mengetahui apakah berisiko mengalami gangguan pada organ reproduksi. Berikut tanda atau ciri-ciri mandul yang bisa dikenali:

- Usia lebih dari 35 tahun pada perempuan dan 40 tahun pada laki-laki.

- Siklus menstruasi tidak teratur.

- Pernah mengalami keguguran.

- Menjalani pengobatan kanker atau kemoterapi.

- Memiliki riwayat medis tertentu yang mengganggu masa subur.

- Obesitas ataupun terlalu kurus.

- Produksi sperma rendah.

- Masalah pada testis, prostat ataupun infeksi menular seksual.

- Riwayat keluarga yang memiliki masalah kesuburan.

- Nyeri atau pembengkakan testis.

- Masalah pada ejakulasi.

Nah itulah 9 penyebab mandul dan risikonya yang perlu dipahami setiap wanita ataupun pria. Konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter dapat dilakukan untuk mengatasi kemandulan yang mungkin dialami.

 

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)