Apa itu Buzzer? Inilah Penjelasannya, Ketahui Juga Ciri-Ciri dan Dampaknya

Rabu, 13 Januari 2021 15:44 Penulis: Puput Saputro
Apa itu Buzzer? Inilah Penjelasannya, Ketahui Juga Ciri-Ciri dan Dampaknya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Bermain media sosial sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Tidak hanya untuk mendapatkan kesenangan semata, media sosial juga memberikan banyak pengetahuan baru. Belakangan media sosial juga sering mempopulerkan istilah-istilah baru, salah satunya buzzer. Apa itu buzzer?

Istilah buzzer sering kali muncul setiap kali terjadi perdebatan di media sosial. Selain itu, buzzer juga disebut-sebut menjadi pihak yang berperan membuat suatu topik atau bahasan menduduki trending di media sosial. Tak mengherankan jika kemudian banyak orang yang penasaran, sebenarnya apa itu buzzer? Lalu, bagaimana pula pengaruh mereka di media sosial?

Untuk menjawab pertanyaan, apa itu buzzer? Simak ulasan berikut yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Apa Itu Buzzer?

Apa itu buzzer? Jika ditinjau dari asal mula katanya, buzzer berasal dari bahasa Inggris yang artinya adalah alarm atau lonceng. Di media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, buzzer sebenarnya bukanlah hal yang baru ada. Sejak lama buzzer sudah ada dan banyak dimanfaatkan untuk mempromosikan, mengkampanyekan, atau mendengungkan suatu topik atau merek (brand).

Namun, seiring perkembangan zaman pengertian buzzer mulai bergeser. Kini, buzzer lebih dipandang sebagai orang atau pihak yang bekerja untuk menggiring dan menggaungkan suatu isu atau topik tertentu. Terlebih di Indonesia, setiap kali pemilihan umum digelar, buzzer selalu hadir untuk mempromosikan calon yang mereka dukung melalui tagar trending di media sosial.

Meski begitu, dalam praktiknya kini buzzer tidak saja dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Masih ada beberapa pihak yang memanfaatkan buzzer untuk keperluan lain seperti branding dan marketing. Ya, pada dasarnya buzzer memang orang yang mempunyai pengaruh atau kekuatan untuk menggerakkan massa di media sosial.

2. Cara Kerja Buzzer

Setelah mengetahui sedikit apa itu buzzer? Penting juga untuk tahu bagaimana sebenarnya cara kerja seorang buzzer. Pasalnya buzzer sering kali dinilai efektif dalam memberikan pengaruh atau ajakan pada massa untuk melakukan sesuatu.

Secara garis besar, tugas seorang buzzer adalah melakukan kampanye atau promosi. Kampanye yang dimaksud bisa berbentuk pembahasan topik isu, produk, gerakan, atau untuk mengangkat popularitas tokoh tertentu (Biasanya terjadi pada masa mendekati pemilu). Sehingga tak mengherankan, jika kemudian buzzer sering dipandang sebagai suatu alat politik. Meski sebenarnya buzzer bisa saja bekerja untuk hal-hal di luar politik.

Dalam dunia buzzer dikenal pula istilah KOL atau Key Opinion Leader. KOL merupakan sebutan untuk orang-orang yang mempunyai banyak jumlah pengikut di media sosial, baik itu di twitter, youtube, instagram, facebook, dan sebagainya. KOL inilah yang kemudian juga akan mempengaruhi kinerja dari seorang buzzer.

Pasalnya, buzzer dan KOL sama-sama bekerja dengan sistem dalam jaringan (daring). Buzzer dan KOL sering kali bekerja beriringan. Misalnya untuk mengangkat suatu topik atau kampanye, KOL dengan banyak followers dan engagement akan menyampaikan topik atau kampanye tersebut secara masif disertai tagar khusus. Ketika topik mulai terangkat dan menjadi bahasan, buzzer muncul untuk semakin mengangkat topik agar menjadi trending.

3. Ciri-Ciri Buzzer

Saat ini ada banyak pengguna media sosial. Sehingga terkadang kita sering kali terkecoh sulit membedakan mana akun media sosial biasa dan mana akun buzzer. Padahal, jika dicermati secara sungguh-sungguh terdapat beberapa ciri-ciri dan perbedaan antara akun biasa dan akun buzzer. Adapun berikut ini beberapa ciri-ciri dari buzzer.

1. Buzzer terbilang sangat aktif di media sosial. Hal ini dapat dilihat dari seberapa sering akun buzzer memposting, berkomentar, membagikan sebuah konten unik dan menarik secara konsisten.

2. Buzzer mempunyai cukup banyak pengikut atau followers. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah followers akan mempermudah tugas buzzer dalam menyebarkan informasi atau mempromosikan sesuatu.

3. Buzzer juga mempunyai kemampuan mengemas konten yang menarik dan unik. Dengan konten menarik dan unik, buzzer bisa lebih mudah mempengaruhi pengikutnya.

4. Buzzer rata-rata mempunyai pengetahuan yang luas. Pengetahuan yang luas ini diperlukan buzzer untuk terus memproduksi konten dengan bingkai informasi yang menarik.

4. Dampak Positif Keberadaan Buzzer

Disadari atau tidak, buzzer dan media sosial seolah sudah jadi hal yang tak bisa dipisahkan. Alhasil keberadaan buzzer telah membawa pengaruh atau dampak di kehidupan masyarakat. Di antara dampak-dampak tersebut, ternyata buzzer juga ada membawa pengaruh yang positif. Salah satu contohnya bagi pemilik usaha buzzer dapat meningkatkan brand awareness terhadap sebuah produk.

Keberadaan buzzer bisa dimanfaatkan oleh pengusaha untuk memaksimalkan kegiatan promosi dan marketing. Dengan bantuan buzzer, produk atau jasa yang mereka tawarkan bisa trending dan viral, sehingga bisa lebih mudah dikenal khalayak luas.

5. Dampak Negatif Keberadaan Buzzer

Ibarat dua mata uang, buzzer bukan saja membawa dampak positif saja, melainkan juga dampak negatif. Sebagai contohnya, buzzer sering dimanfaatkan sebagai senjata politik untuk menyerang kubu lawan. Hal ini tentu menjadi suatu hal yang berbahaya. Bukan saja bagi pihak yang diserang, melainkan juga bagi masyarakat pada umumnya. Pasalnya, jika dibiarkan hal ini dapat memicu perpecahan.

Di samping itu, tak jarang buzzer juga mengangkat isu-isu yang bertentangan dengan hati nurani dan berita-berita hoaks. Oleh karena itu, setiap pengguna media sosial harus menyadari keberadaan buzzer. Pengguna media sosial juga harus lebih bijak dalam memilah informasi yang mereka dapat di media sosial.

Itulah di antaranya beberapa penjelasan yang semoga bisa menjawab pertanyaan apa itu buzzer. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan.

 

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI