Konjungsi Adalah Kata Penghubung, Ketahui: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Jum'at, 24 September 2021 13:20 Penulis: Puput Saputro
Konjungsi Adalah Kata Penghubung, Ketahui: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Konjungsi adalah kata sambung yang selalu digunakan. Bukan saja dalam bahasa tulis, konjungsi juga digunakan dalam bahasa lisan sehari-hari. Konjungsi dibutuhkan untuk memadukan suatu perkataan atau kalimat. Adanya konjungsi juga akan lebih memperjelas hubungan dari suatu kata, frasa, klausa, kalimat, bahkan paragraf.

Konjungsi tentu bukanlah hal yang asing lagi. Sejak belajar membaca dan menulis, kita sudah diperkenalkan dengan konjungsi. Adapun contoh kata-kata konjungsi adalah tapi, dan, sedangkan, sementara itu, karena, dan sebagainya. Di keseharian kita pasti terbiasa menggunakan kata-kata konjungsi tersebut. Meski begitu barang kali belum banyak yang tahu, bahwa ternyata terdapat beberapa jenis konjungsi.

Adapun masing-masing jenis konjungsi mempunyai fungsinya masing-masing. Sehingga, penting untuk memahaminya satu per satu agar tidak salah saat mempergunakan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasan mengenai konjungsi adalah kata hubung, beserta jenis-jenisnya.

 

 

1. Pengertian Konjungsi Adalah

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pengertian dari konjungsi adalah kata hubung atau kata sambung. Nama lain dari kata hubung adalah kata sambung, kata penghubung, atau sering juga disebut konjungtor. Konjungsi merupakan kata yang tidak mempunyai arti, tapi konjungsi mempunyai fungsi untuk menunjukkan hubungan di antara suatu kata, frasa, klausa, atau kalimat.

Dalam bahasa Indonesia konjungsi atau kata hubung dipergunakan untuk menghubungkan suatu kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat. Sebagai kata penghubung, konjungsi dapat diletakkan pada bagian awal atau tengah kalimat tergantung pada konteks serta fungsinya.

Oleh karena itu, konjungsi mempunyai peran yang penting dalam suatu kalimat, paragraf, bahkan wacana. Konjungsi akan membuat kalimat-kalimat menjadi lebih padu dan mudah dipahami. Konjungsi adalah kata sambung dalam bahasa Indonesia yang ternyata ada banyak sekali jenisnya. Setiap jenis kata sambung mempunyai kegunaan masing-masing. Berikut beberapa jenis-jenis konjungsi, dilansir dari liputan6.com.

 

 

 

 

2. Pengertian Konjungsi Menurut Para Ahli

Selain itu ada pula pengertian kata konjungsi dari para ahli yang bisa kalian pahami. Berikut beberapa pengertian kata konjungsi menurut para ahli tersebut:

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.

2. Menurut Kridalaksana (1994: 102)

Konjungsi adalah suatu kategori yang memiliki fungsi sebagai memperluas satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan atau lebih dalam suatu konstruksi.


3. Menurut Chaer (2000)

Chaer berpendapat pengertian konjungsi merupakan kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat.


4. Menurut Keraf (1991: 116)

Pengertian konjungsi berdasarkan pandangan Keraf adalah kata-kata yang menghubungkan kata-kata, bagian-bagian kalimat atau kalimat-kalimat dalam sebuah wacana.


5. Menurut Anton Moeliono (2003)

Anton Moeliono dalam bukunya yang berjudul "Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2003), mengatakan pengertian konjungsi adalah kata yang berfungsi menghubungkan dua satuan Bahasa yang sederajat, yakni kata dengan kata, frase dengan frase atau klausa dengan klausa.


6. Menurut Sumarlan (2003: 32)

Konjungsi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang dilakukan dengan cara menghubungkan suatu unsur satu dengan yang lainnya dalam sebuah kalimat, paragraf atau sebuah wacana.


7. Menurut Li Dejin (1998)

Pengertian konjungsi menurut Li Dejin dalam bukunya yang berjudul “A Practical Chinese Grammar For Foreigners“, adalah sebuah kata yang bisa menggabungkan dua buah kata, frase-frase atau kalimat untuk menunjukkan hubungan gramatikal dari koordinatif, sebab akibat, kondisi , perkiraan dan lain-lain.


8. Menurut Guo Zhenhua (1999)

Pengertian konjungsi dari Guo Zhenhua dalam bukunya "Jianming Hanyu Yufa" pada tahun 1999 adalah kata-kata yang bisa menggabungkan kata, frasa, klausa atau kalimat.


9. Alwi (2003)

Alwi menjelaskan pengertian konjungsi sebagai kata tugas yang menghubungkan dua satuan Bahasa yang sederajat, yakni kata dengan kata, frasa dengan frasa atau klausa dengan klausa. Alwi membagi konjungsi menjadi 4 kelompok, yakni konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif dan konjungsi antarkalimat.


10. Mulyono (2013)

Mulyono menyampaikan pengertian konjungsi adalah kata yang berfungsi menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antara kata dengan kata, frase dengan frase, kalimat dengan kalimat dan juga paragraf dengan paragraf.

 

 

3. Jenis Konjungsi berdasarkan Fungsi Kedudukannya

Berdasarkan pada fungsinya untuk menunjukkan suatu kedudukan kata, frasa, klausa, atau kalimat, konjungsi adalah dua jenis. Adapun berdasarkan fungsi kedudukannya, kedua jenis konjungsi tersebut yaitu konjungsi setara atau sederajat dan konjungsi bertingkat.

1. Konjungsi Setara
Konjungsi setara merupakan konjungsi yang digunakan untuk menunjukkan hubungan yang setara di antara dua atau lebih kata, frasa, klausa, atau kalimat. Konjungsi ini biasa digunakan untuk menyatakan suatu penggabungan.

Adapun rincian konjungsi ini adalah sebagai berikut.

1) Konjungsi yang menggabungkan bentuk biasa: dan, dengan, serta.

2) Konjungsi yang menggabungkan pilihan: atau

3) Konjungsi yang menggabungkan pertentangan: tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya

4) Konjungsi yang menggabungkan batasan: kecuali, hanya

5) Konjungsi yang menggabungkan urutan: lalu, kemudian, selanjutnya

6) Konjungsi yang menggabungkan persamaan: yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah

7) Konjungsi yang menggabungkan kesimpulan: jadi, karena itu, oleh sebab itu

8) Konjungsi yang menggabungkan pembetulan: melainkan, hanya

9) Konjungsi yang menggabungkan penegasan: bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, jangankan

2. Konjungsi Bertingkat
Selain konjungsi setara, ada pula jenis konjungsi bertingkat. Pengertian dari konjungsi ini adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat.

Adapun rincian konjungsi bertingkat adalah sebagai berikut.

1) Konjungsi yang menyatakan sebab: sebab dan karena

2) Konjungsi yang menyatakan syarat: kalau, jikalau, jika, bila, apalagi, dan asa

3) Konjungsi yang menyatakan sasaran: untuk dan guna

4) Konjungsi yang menyatakan perbandingan: seperti, sebagai, dan laksana

5) Konjungsi yang menyatakan tujuan: agar dan supaya

6) Konjungsi yang menyatakan waktu: ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala.

7) Konjungsi yang menyatakan akibat: sampai, hingga, dan sehingga

 

 

4. Konjungsi Penghubung Klausa

Konjungsi adalah kata hubung yang bisa digunakan untuk menghubungkan klausa dengan klausa. Sebagai penghubung klausa, konjungsi terbagi menjadi 3 macam sebagai berikut.

1. Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif merupakan kata hubung menghubungkan dua atau lebih unsur satuan bahasa, baik kata maupun klausa yang berkedudukan setara. Contoh kata hubung ini antara lain: dan, serta, atau, tetapi, melainkan, padahal, sedangkan.

2. Konjungsi subordinatif
Sementara itu, konjungsi subordinatif adalah kata hubung yang menghubungkan dua atau lebih klausa yang tidak setara atau memiliki status sintaksis yang berbeda. Artinya, klausa yang dihubungkan merupakan bagian dari induk kalimat dan anak kalimat. Konjungsi subordinatif terbagi dalam beberapa jenis, sebagai berikut.

1) Kata hubung subordinatif atributif: yang.

2) Kata hubung subordinatif tujuan: agar, supaya, biar.

3) Kata hubung subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.

4) Kata hubung subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.

5) Kata hubung subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.

6) Kata hubung subordinatif hasil: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).

7) Kata hubung subordinatif komplementasi: bahwa.

8) Kata hubung subordinatif perbandingan: sama … dengan, lebih … dari(pada).

9) Kata hubung subordinatif alat: dengan, tanpa.

10) Kata hubung subordinatif cara: dengan, tanpa.

11) Kata hubung subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.

12) Kata hubung subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun).

13) Kata hubung subordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.

3. Konjungsi korelatif
Konjungsi korelatif adalah kata hubung yang menghubungkan dua atau lebih unsur (tidak termasuk kalimat) yang mempunyai status sintaksis yang sama dan membentuk frasa atau kalimat. Namun, kalimat yang dibentuk terkesan kompleks dan bervariasi, bisa setara, bertingkat, atau bisa pula berbentuk kalimat yang mempunyai dua subjek dan satu predikat.

Contoh konjungsi korelatif, antara lain: baik ... maupun, tidak hanya ..., tetapi juga, bukan hanya ..., melainkan juga, demikian ... sehingga, sedemikian rupa ... sehingga, apa(kah) ... atau, entah ... entah, jangankan ..., ... pun.

 

 

5. Konjungsi Penghubung Kalimat

Konjungsi adalah kata hubung yang juga dapat dipakai untuk menghubungkan dua kalimat atau lebih. Konjungsi penghubung antar kalimat, tidak hanya berfungsi sebagai penghubung. Konjungsi ini juga akan menunjukkan makna yang terkandung dalam hubungan kedua kalimat tersebut.

Adapun jenis-jenis konjungsi ini antara lain, sebagai berikut.

1. Makna hubungan sebagai konsekuensi atau akibat: dengan demikian, akibatnya.

2. Makna hubungan atas keadaan sebenarnya: sebenarnya, sesungguhnya, bahwasanya

3. Makna hubungan atas keadaan sebelumnya: malahan, bahkan, tak hanya itu.

4. Makna hubungan yang menunjukkan kebalikan: sebaliknya, berbeda dengan

5. Makna hubungan keadaan setelahnya: kemudian, selanjutnya, setelah itu.

6. Makna hubungan yang mempertentangkan keadaan sebelumnya: akan tetapi, sayangnya, namun.

7. Makna hubungan kesediaan: biarpun begitu, meskipun demikian, walaupun demikian

 

 

6. Konjungsi Penghubung Paragraf

Konjungsi ternyata juga digunakan pada tingkat paragraf. Konjungsi antar paragraf digunakan untuk mengawali suatu paragraf yang memiliki korelasi dengan paragraf sebelumnya. Contoh dari konjungsi penghubung paragraf antara lain: oleh karena itu, di sisi lain, jadi, berdasarkan, dan sebagainya.

Itulah ulasan mengenai konjungsi adalah kata penghubung, kata, frasa, klausa, dan paragraf. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.

 

 

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI