Modus Reynhard Sinaga Dekati Para Korbannya, Tampak Baik dan Jarang Meninggalkan Jejak Nyata Usai Terjadi Perkosaan

Selasa, 07 Januari 2020 12:32 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini
Modus Reynhard Sinaga Dekati Para Korbannya, Tampak Baik dan Jarang Meninggalkan Jejak Nyata Usai Terjadi Perkosaan
Reynhard Sinaga © manchestereveningnews.co.uk


Kapanlagi Plus - Artikel ini dibuat sebagai informasi kepada pembaca untuk waspada supaya tidak terjerat pada oknum dengan modus yang sama.

Terkuaknya kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Reynhard Sinaga menggemparkan Inggris dan Indonesia. Total ada lebih dari 190 korban, semuanya adalah pria, yang diperkosa oleh pria asal Jambi ini.

Dari penampilannya, Reynhard tidak tampak seperti seorang predator yang memangsa ratusan korban untuk diperkosa. Namun seluruh bukti-bukti yang ditemukan oleh polisi Manchester, menunjukkan sisi kebalikan dari wajah polos dan terlihat baik itu.

Pemerkosaan yang menelan ratusan korban itu berlangsung dalam waktu singkat. Bukti-bukti yang dipegang oleh Kepolisian Manchester sejauh ini memegang data hingga kurang lebih dua tahun ke belakang.

Lalu bagaimana cara Reynhard mendapatkan korbannya?

 

 

 

 

1. Modus Operandi Reynhard Sinaga

Dilansir dari BBC.com, Reynhard mendapatkan korbannya dari jalanan dekat apartemen tempat tinggalnya. Di sekitar flat yang sudah ia huni sejak tahun 2011 itu terdapat banyak bar dan klub malam.

Mahasiswa doktoral di Universitas Manchester ini seringnya mencari orang-orang yang sudah mabuk berat. Ia menyasar pria-pria berusia 20 - 35 tahunan yang sudah teler dan jalan sendirian.

Dengan manis, Reynhard mengajak korbannya ngobrol lalu membujuk mereka untuk ke apartemennya. Di sinilah Reynhard melakukan aksi bejatnya. Ia memberikan obat bius kepada korban, lalu memperkosa mereka yang sedang dalam keadaan tidak sadar.

2. Tidak Semua Korban Sedang Mabuk Berat

Namun ternyata tidak semua korban Reynhard adalah pria yang sedang mabuk berat. Salah satu korban yang melapor ke polisi mengaku bahwa ia sedang menunggu pacarnya di klub malam Fifth Avenue.

Ketika sendirian di luar, ia didekati oleh Reynhard yang disebutnya sebagai 'pria Asia kecil' yang terlihat baik dan tak berbahaya. Mereka kemudian ngobrol santai dan Reynhard mengundang korban ke apartemennya sembari menunggu sang pacar.

Begitu tiba di apartemen, Reynhard menyajikan minuman kepada korban. Setelah menelan minuman itu, korban langsung tidak sadar dan gagal mengingat apapun.

Sementara korban lain mengungkap bahwa ia didekati Reynhard ketika kehabisan baterai ponsel dan gagal mendapatkan taksi untuk pulang. Kemudian Reynhard mendekatinya, dan menawarkan memberi tempat untuk mengisi ulang baterai dan melakukan obrolan singkat.

Melihat sosok Reynhard yang tampak tidak berbahaya dan jujur, korban menurut ikut ke apartemen. Namun setelah menenggak minuman bening yang ditawarkan oleh Reynhard, korban tidak sadar dan gagal mengingat apapun yang ia lakukan sampai keesokan harinya.

Hampir semua korban tidak ingat apa yang dilakukan Reynhard dan tak sadar bahwa telah diperkosa hingga polisi menghubungi mereka. Polisi mendapatkan data korban dari rekaman video yang disimpan oleh Reynhard, dan beberapa barang pribadi milik korban yang ia sebut sebagai piala.

Obat bius yang digunakan oleh Reynhard membuat korban mengalami kehilangan ingatan mengenai apa yang sudah mereka lakukan. Setelah memperkosa korban, Reynhard kembali memakaikan baju seperti tidak terjadi apa-apa. Sehingga ketika korban sadar, yang diingat hanyalah terbangun di apartemen asing tetapi dalam kondisi tubuh baik-baik saja.

3. Ketika Ngobrol, Tidak Menjurus ke Motif Seksual

Sebagian korban yang melapor, mengungkap bahwa pembicaraan mereka dengan Reynhard tidak menjurus pada motif seksual. Mereka terlalu mabuk kala bertemu Reynhard, tapi sebagian mengingat bahwa pria 36 tahun itu menggunakan berbagai dalih yang akhirnya membuat mereka mau diajak ke apartemen pelaku.

Sesampainya di apartemen, beberapa korban mengingat bahwa mereka diberi minuman oleh Reynhard. Dan setelah meminumnya, mereka pingsan, tak ingat apapun hingga terbangun keesokan harinya.

4. Tempat Tinggal Reynhard

Sejak tahun 2011 silam, Reynhard Sinaga tinggal di apartemen Montana House. Gedung ini berada di Princess Street, sebuah kawasan yang sangat ramai di pusat kota Manchester, yang menjadi kota tempat Reynhard menuntut ilmu beberapa tahun belakangan.

Princess Street adalah kawasan terkenal di Manchester. Sebuah jalan yang nyaris tak pernah sepi dengan adanya bar, restoran dan toko-toko besar di sepanjang jalan.

Dilansir dari BBC.com, di sekitar jalanan ini terdapat beberapa klub malam ternama seperti Factory, Fifth dan Joshua Brooks. Di sisi lain, terdapat beberapa lokasi yang selalu ramai seperti Gay Village dan Chinatown.

Dengan lokasi yang 'sempurna' ini, Reynhard bisa dengan mudah mendapatkan korbannya. Bahkan ada satu korban yang berhasil ia ajak ke apartemen dalam waktu 60 detik saja.

(bbc/phi)



MORE STORIES




REKOMENDASI