Bisa Sebabkan Dehidrasi, Ini 6 Cara Mengatasi Diare Pada Bayi

Senin, 03 Agustus 2020 16:22 Penulis: Dita Tamara
Bisa Sebabkan Dehidrasi, Ini 6 Cara Mengatasi Diare Pada Bayi
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Bagi orang dewasa, mengalami diare rasanya begitu mengganggu. Lalu, bagaimana jika hal tersebut terjadi pada bayi? Tentu akan membuatnya merasa tidak nyaman sehingga bayi akan rewel sepanjang hari. Selain itu, bayi juga akan lemas karena kekurangan cairan. Pada dasarnya, diare disebabkan oleh virus, infeksi bakteri, dan parasit yang menyerang saluran pencernaan.

Diare memiliki ciri-ciri seperti meningkatnya frekuensi buang air besar serta tinja menjadi encer. Saat mengalami diare, bayi akan kehilangan banyak cairan tubuh yang dapat menyebabkan dehidrasi. Sebab, pada saat bersamaan usus tidak mampu menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan, sehingga cairan tubuh hilang tidak cepat tergantikan.

Padahal, bayi akan lebih mudah mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan secara berlebihan. Oleh sebabnya, mengatasi dehidrasi merupakan hal yang penting dalam penanganan diare pada anak. Seperti apa? Simak ulasan lengkap berikut ini.

 

1. Lakukan Pengamatan Klinis

Saat menemui sang buah hati diare, hal yang perlu dilakukan oleh orang tua yaitu melakukan pengamatan secara klinis. Perhatikan apakah fases mengandung darah atau tidak. Selain itu pastikan bagi apakah mengalami dehidrasi dengan tanda-anda sebagai berikut, frekuensi buang air kecil menurun, bayi akan rewel dan tidak keluar air mata ketika menangis, selalu mengantuk dan lesu, bibir kering, ubun-ubun bayi terlihat cekung, hingga kulit bayi tidak lagi elastis (kulit tidak kembali ke posisi semula setelah dicubit atau ditekan).

2. Beri Asupan Cairan yang Mencukupi

Bayi yang mengalami diare akan mengalami dehidrasi. Untuk mengatasinya, pastikan bayi mendapatkan asupan cairan yang mencukupi. Jika bayi masih minum ASI, maka tingkatkan intensitas menyusui.

Sedangkan pada bayi yang minum susu formula, sebaiknya turunkan tingkat kekentalan susu atau ganti dengan susu bebas laktosa sementara waktu. Hal ini bertujuan untuk meringankan kerja usus sehingga diare tidak semakin parah.

3. Memberikan Oralit

Bayi yang mengalami diare, sebaiknya sang ibu membuatkan olarit dengan campuran garam, gula, dan air. Berikan larutan olarit tersebut untuk bayi sehingga tubuh mereka dapat mengganti garam tubuh yang hilang ketika diare.

Selain itu, cairan berupa campuran garam, gula, dan air saat ini sudah banyak di dapatkan di apotik-apotik terdekat. Hal inu lebih praktis dan rasanya pun lebih enak. Pada dasarnya beli di apotik atau membuat sendiri sama-sama mempunyai manfaat yang baik untuk bayi yang sedang diare.

4. Beri Makanan yang Mudah Dicerna

Jika bayi yang sudah MPASI mengalami diare, ada baiknya, orang tua memberikan makanan tinggi serat seperti, sayur, buah-buahan, keju, dan daging. Ada baiknya sang ibu menurunkan tekstur makanan bayi agar lebih mudah dicerna. Berikan bayi asupan makanan seperti pisang, bubur, dan sereal guna memadatkan fases sehingga diare pun lebih cepat berhenti.

5. Jangan Membatasi Makanan Bayi

Saat bayi diare, sebaiknya jangan membatasi makanan pada bayi, sebab membatasi makan diare malah justru akan memperparah diarenya. Oleh sebabnya, susui bayi baik menggunakan ASI maupun susu formula yang bebas laktosa setidaknya selama 1 minggu. Selain itu, pastikan bayi kalian mengonsumsi air putih selain ASI saat usianya masih di bawah 6 bulan. Sebab, air dapat meredakan rasa sakit di perut dan juga melepaskan gas dari perut bayi.

 

6. Pijat Gusi Bayi

Tahukah kalian jika terkadang bayi yang mengalami diare disebabkan oleh rasa sakit ketika tumbuh gigi. Oleh sebabnya, untuk mengatasi hal tersebut kalian bisa memberikan bayi mainan yang aman untuk dikunyah. Selain itu, kalian juga bisa memijat gusi bayi dengan meringankan rasa sakitnya.

Itulah sederet cara mengatasi diare pada bayi. Namun jika kalian menjumpai buah hati kalian diare disertai dengan bercak darah, maka segeralah untuk konsultasikan dengan dokter. Semoga bermanfaat.

(kpl/dtm)

Editor:

Dita Tamara



MORE STORIES




REKOMENDASI