Hari Kesehatan Dunia, Ini 5 Kisah Tenaga Medis Lawan Virus Corona Covid-19

Rabu, 08 April 2020 18:44 Penulis: Dita Tamara
Hari Kesehatan Dunia, Ini 5 Kisah Tenaga Medis Lawan Virus Corona Covid-19
(credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Hari Kesehatan Dunia yang jatuh pada tanggal 7 April ini diperingati di tengah pandemi virus corona covid-19 yang sedang melanda dunia. Momen ini lantas digunakan untuk memberikan apresiasi lebih ke tenaga medis yang sudah berjuang untuk menyelamatkan pasien terinfeksi virus corona.

Selain itu, Hari Kesehatan Dunia tahun ini mengusung tema Support Nurses and Midwives, hal tersebut, didedikasikan untuk kerja-kerja tenaga medis, khususnya perawat dan bidan.

Perawat dan bidan saat ini tengah menjadi garda depan untuk merawat pasien. Namun, di tengah perjuangannya dalam mengemban tugas, banyak perawat dan bidan yang harus kehilangan nyawa karena ikut berjuang di situasi saat ini. Berikut ini merupakan kisah perjuangan tenaga medis lawan virus corona:

 

1. Perawat di Inggris Meninggal di Rumah Sakit Tempatnya Bekerja

Seorang perawat asal Inggris bernama Aimee O'Rourke yang tergabung dalam tim medis virus corona meninggal dunia. Perempuan berusia 39 tahun sekaligus ibu rumah tangga ini telah memiliki 3 orang anak.

Kesehariannya ia menjadi perawat di rumah sakit di Queen Elizabeth the Queen Mother (QEQM) Hospital di Margate, Kent, Inggris. Pekerjaannya yang selalu merawat pasien di tengah pandemic corona, membuat nya terinfeksi virus corona dan dinyatakan meninggal pada 2 April 2020 di unit perawatan kritis di QEQM.

O'Rourke tergabung dalam unit medis akut sebagai perawat sejak tahun 2017. Duka mendalam juga dirasakan oleh semua yang bekerja bersama O'Rouke, tak terkecuali putrinya. Akibat perjuangan ibunya, putrinya pun menyebut O’Rourke sebagai seorang malaikat dan akan mengenakan mahkota NHS selamanya. Ungkap sang putri di akun facebook miliknya.

2. Perawat di New Jersey, Mengorbankan Waktunya untuk Pasien Terinfeksi Corona

Perawat Arlene Van Dyk asal Amerika Serikat ini rela mengorbankan keselamatan hidupnya demi merawat pasien di Holy Name Medical Center di Teaneck, New Jersey.

Dedikasinya yang tinggi dengan pekerjaannya itu, membuat Van Dyk rela merawat pasien corona di unit perawatan kritis yang tak lagi responsif dan menggunakan alat medis itu.

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa ia tetap menjalankan tugasnya sebagai perawat untuk merawat pasien dan menganggap mereka semua adalah manusia bukan pasien corona.

3. Perawat RSCM Rela Berjuang Hingga Akhir Hayat

Perawat asal Indonesia yang bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, meninggal dunia pada 12 Maret 2020 setelah dinyatakan positif virus corona. Perawat bernama Nunik ini juga sempat mendapatkan perawatan sebelum ia dinyatakan meninggal di usia ke 37 tahun.

Perjuangannya selama bertugas menjadi perawat pasien corona, membuat dirinya tidak bisa bertemu dengan anak-anaknya dan suaminya. Dikatakan oleh sang suami, Nunik merupakan sosok yang begitu mencintai profesinya sebagai perawat.

4. Bidan di Inggris Meninggal Dunia Akibat Terinfeksi Corona

Dikabarkan seorang bidan asal Inggris meninggal dunia pada 2 April 2020 lalu. Lynsay Coventry meninggal setelah dinyatakan positif corona di Essex Hospital Services NHS Trust.

Lynsay meninggal di usianya yang ke 54 tahun. Sebelumnya ia telah lama menjadi anggota tim bersalin di Princess Alexandra Hospital NHS Trust (PAHT). Dirinya juga sudah mengabdikan diri menjadi seorang bidan selama 10 tahun. Oleh sebabnya, duka mendalam di rasakan oleh tim bersalin dan kolega di seluruh organisasi.

5. Perawat Tampan Asal Inggris Meninggal Akibat Kelelahan

Perawat muda dan tampan bernama John Alagos meninggal dunia pada Jumat (3/4/2020). Laki-laki berusia 24 tahun ini menghembuskan napas terakhirnya akibat kelelahan setelah menangani pasien corona. Selain kelelahan, Alagos diduga terinfeksi virus corona setelah bekerja nonstop selama 12 jam.

(kpl/dtm/gen)

Editor:

Dita Tamara



MORE STORIES




REKOMENDASI