Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Arti aqidah merupakan hal yang penting bagi umat muslim. Pasalnya, aqidah juga bisa dimaknai sebagai iman. Pemahaman seseorang pada aqidah merupakan dasar atau landasan dalam menjalankan ajaran agama Islam.
Berdasarkan keterangan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti aqidah atau yang sudah diserap menjadi akidah adalah kepercayaan dasar atau keyakinan pokok. Menurut ajaran Islam, pemahaman seseorang pada aqidah harus bersumber dari Al-Quran dan hadis.
Artinya, kalian tak boleh sembarangan dalam memahami arti aqidah. Perlu adanya materi yang jelas untuk membantu kalian dalam belajar. Berikut ini terdapat informasi mengenai macam-macam aqidah, cara memelihara, dan tujuannya yang bisa kalian pahami.
Advertisement
Ilustrasi (Credit: Unsplash)
Seperti yang sudah sempat disinggung di atas, kata aqidah sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi 'akidah' yang berarti kepercayaan dasar atau keyakinan pokok.
Istilah ini sebenarnya berasal dari bahasa Arab al-'aqdu yang berarti ikatan, at-tautsiiqu yang berarti kepercayaan, al ihkaamu yang berarti mengokohkan, dan ar-rabthu biquw-wah yang berarti mengikat dengan kuat. Bisa disimpulkan bahwa arti aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.
Sementara aqidah Islamiyah sendiri bisa dipahami sebagai keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban. Kewajiban itu antara lain bertauhid dan taat kepadaNya, beriman kepada para malaikatNya, rasul-rasulNya, kitab-kitabNya, hari Akhir, serta takdir baik dan buruk.
Selain itu, umat Islam juga mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, dan beriman kepada apa yang menjadi ijma' (konsensus) dari salafush shalih. Tak hanya itu, seluruh berita-berita qath'i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' salaf as-shalih juga harus dipercaya oleh umat muslim.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Ilustrasi (Credit: Unsplash)
Agar paham lebih dalam mengenai arti aqidah, kalian juga perlu menyimak penjelasan mengenai macam-macam aqidah berikut ini.
1. Akidah Uluhiyah
Arti aqidah Uluhiyah bisa dipahami sebagai keyakinan atas segala macam ibadah yang hanya dilakukan untuk Allah SWT. Hal ini mencerminkan rukun iman yang pertama, yaitu iman kepada Allah SWT. Terdapat penjelasan mengenai hal ini yang bisa kalian simak pada surah Al-Anbiyaa ayat 92 yang artinya:
"Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Rabb-mu, maka beribadahlah kepada-Ku (semata-mata)" (QS al-Anbiyaa:92).
2. Akidah Ruhanniyah
Selanjutnya, ada aqidah Ruhanniyah yang berarti keyakinan atas satu-satunya pencipta di dunia ini hanyalah Allah SWT. Umat Islam harus meyakini bahwa seluruh alam semesta, malaikat, jin, iblis, setan, dan roh merupakan ciptaan Allah, serta tunduk dan patuh kepadaNya.
3. Akidah Nubuwwah
Aqidah Nubuwwah merupakan keyakinan yang berhubungan dengan nabi dan rasul, termasuk kitab-kitab, mukjizat, serta karamah yang diturunkan kepada mereka. Nah, aqidah ini menggambarkan rukun iman yang ketiga dan keempat, yaitu iman kepada Kitab dan Rasul Allah. Kalian bisa melihat firman Allah yang tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 285 yang artinya:
"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."(QS. Al Baqarah ayat 285)
4. Akidah Sam'iyyah
Selanjutnya, ada aqidah sam'iyyah yang merupakan keyakinan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat dalil Al-Qur'an dan Assunah. Hal ini merujuk pada alam barzah, akhirat, azab kubur, hari kiamat, surga, dan neraka. Aqidah ini menjadi perwujudan dari rukun iman yang kelima dan keenam, yaitu iman kepada hari akhir dan iman kepada Qada dan Qadar.
Kalian bisa melihat penjelasan ini pada surah Al Araf ayat 187 yang artinya:
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Al Araf:187)
Advertisement
Ilustrasi (Credit: Unsplash)
Selain memahami arti aqidah dan macam-macamnya, kalian juga perlu berusaha untuk memeliharanya. Berikut ini terdapat penjelasan mengenai cara memelihara aqidah yang bisa kalian ikuti.
1. Menambah atau memperdalam ilmu. Ilmu yang dimaksud dalam hal ini adalah ilmu tauhid (akidah) secara keseluruhan. Jika sudah menguasai ilmu akidah Islam secara benar, maka akan menjadikan pribadi yang jujur, disiplin, dan sopan. Penjelasan mengenai hal ini tercantum pada firman Allah dalam surat Fathir ayat 28 yang artinya:
"... Sesungguhnya yang takut pada Allah diantara hamba-hambanNya, hanyalah ulama (orang-orang yang beriman). Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
2. Selalu mencari keridhaan Allah
Jika ingin meraih ridha Allah dalam hidup, maka lakukan semua aktifitas yang sesuai dengan koridor yang ditetapkan Allah yang dijelaskan dan dicontohkan Rasulullah. Termasuk tuntunan yang terdapat dalam kitab suci Al Quran. Sebagaimana yang diperintahkan dalam surat Al-Maidah ayat 16 yang artinya:
"Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus."
3. Berserah diri kepada Allah
Penjelasan mengenai hal ini bisa kalian lihat pada firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 112 yang artinya:
"Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala disisi Tuhan-nya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
4. Membiasakan amal shalih
Setelah mendapatkan ilmu, aqidah yang telah dikuasai harus kalian wujudkan dalam bentuk tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan itu biasa disebut sebagai amal shaleh, baik dalam bentuk ibadah mahdhah maupun dalam bentuk ibadah ghairu mahdhah. Perintah tersebut bisa kalian simak pada firman Allah dalam surat An-Nur ayat 55 yang artinya:
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."
5. Membiasakan jihad
Penjelasan mengenai hal ini bisa kalian simak pada firman Allah dalam surat As-Saff ayat 10-11 yang artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?" (10)
"Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?" (11)
6. Membiasakan zikir dan membaca serta mendengarkan Al-Qur'an
Zikir meliputi seluruh potensi hati yang dimiliki manusia, sehingga disebut zikir lidah, zikir hati, zikir otak, dan zikir anggota tubuh. Oleh karena itu, berzikir juga bisa menumbuhkan potensi hati manusia. Hal ini tercantum pada firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 2 yang artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"
7. Memakmurkan masjid
Umat Islam diimbau untuk memakmurkan masjid karena menjadi lembaga pembinaan akhlak mulia pertama di zaman Rasulullah. Artinya, selain untuk beribadah, masjid juga bisa dipakai untuk menjadi tempat melangsungkan pendidikan.
Nah, KLovers, itulah penjelasan mengenai arti aqidah, macam-macam aqidah, beserta cara menjaga dan tujuannya.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/ans)
Advertisement
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Jantung pada Urine? Yuk Waspada, Ini Penjelasannya
Aktor Hollywood Val Kilmer, Rekan Main Tom Cruise dalam Film 'TOP GUN' Meninggal Dunia
Apa Itu Post-Holiday Bues Usai Libur Lebaran? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
Rendang hingga Opor, Ini Deretan Masakan Pelengkap Ketupat yang Wajib Ada saat Lebaran
Cara Memasak Rendang agar Daging Empuk dan Santan Tidak Pecah, Tips Sajian Matang Sempurna