Panduan Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah Saat Pandemi Corona Covid-19

Jum'at, 15 Mei 2020 13:33 Penulis: Dita Tamara
Panduan Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah Saat Pandemi Corona Covid-19
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Masyarakat tengah dilema akibat pandemi corona covid-19 yang semakin membengkak jumlah penularannya. Pasalnya, pada bulan ini, bertepatan seluruh umat muslim akan melakukan ibadah sholat Idul Fitri. Sempat terdengar kabar sholat Idul Fitri ditiadakan, akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa untuk merespon perayaan besar umat muslim di Indonesia di masa pandemi ini dengan memperbolehkan melakukan sholat Idul Fitri di rumah. Dan beginilah tata cara sholat Idul Fitri selama pandemi corona ini.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan yang disampaikan oleh MUI seperti, sholat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama jika ia berada di kawasan penyebaran covid-19 yang belum terkendali. Selain itu Pelaksanaan sholat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.

Lantas bagaimana tata cara sholat Idul Fitri sendiri (munfarid) di rumah? Simak ulasan lengkapnya berikut ini:

 

 

1. Ketentuan Sholat Idul FItri di Rumah

Adapun tata cara sholat Idul Fitri di rumah dan ketentuannya dalam fatwa MUI di masa pandemi corona covid-19 di antaranya.

-Sholat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri.

-Jika sholat Idul fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:

-Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.

-Kaifiat sholatnya mengikuti ketentuan angka III (Panduan Kaifiat Sholat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.

-Usai shalat Ied, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan angka IV dalam fatwa ini.

-Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka sholat Idul Fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

-Jika sholat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Berniat niat sholat Idul Fitri secara sendiri.

b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr).

c. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada angka III (Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.

d. Tidak ada khutbah.

2. Niat Sholat Idul Fitri

Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020, menyebutkan sholat Idul Fitri dapat dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga. Apabila dikerjakan secara berjamaah, maka jumlah jamaah sholat idul fitri minimal sebanyak 4 orang, di mana satu orang menjadi imam dan tiga orang menjadi makmum. 

Pada dasarnya, tata cara sholat Idul Fitri sendiri sama halnya dengan tata cara sholat secara umum. Namun, bacaan niat sholat Idul Fitri jelas berbeda dengan bacaan niat sholat yang lainnya. Berikut bacaan niatnya sebagai awal tata cara sholat Idul Fitri sendiri di rumah.

Niat sholat Idul Fitri untuk imam:

"Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak 'ataini imaman lillahi ta'alaa"

Artinya:

"Aku niat salat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta'ala"

Niat sholat Idul Fitri untuk makmum:

"Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak 'ataini makmuuman lillahi ta'ala"

Artinya:
"Aku niat salat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta'ala" 

Niat Sholat Idul Fitri sendiri:

"Ushalli sunnatan li 'idil fithri rak 'ataini lillahi ta'alaa"

Artinya:
"Aku niat salat sunat Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta'ala"

 

3. Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah

Jika sholat Idul Fitri dikerjakan secara berjamaah di rumah, maka imam disunnahkan untuk mengeraskan bacaan sholat. Namun, jika sholat Idul Fitri tersebut dikerjakan sendiri, maka cukup dibaca dengan suara pelan.

-Takbiratul ihram

-Membaca Doa Iftitah

-Takbir sebanyak 7 kali, di mana setiap takbir membaca bacaan tasbih sebagai berikut.

"Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha ilallah wallahu akbar"

Artinya:

"Maha Suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar."

-Setelah takbir yang ke tujuh, hal selanjutnya yakni membaca surat Al Fatihah.

-Dilanjutkan dengan membaca surat-surat Alquran lainnya, namun apabila menjadi makmum cukup mendengarkan dan menyimak surat yang dibacakan oleh imam. Surat pertama yang dianjurkan untuk dibaca yakni surat Al-'Ala.

-Rukuk dan tumakninah.

-I'idal dan tumakninah.

-Sujud dan tumakninah.

-Duduk di antara dua sujud dan tumakninah.

-Sujud kedua.dan tumakninah.

-Takbir sebanyak 5 kali dan kembali membaca bacaan tasbih seperti sebelumnya.

-Membaca Al-Fatihah.

-Membaca surat lainnya. Surat kedua yang dianjurkan untuk dibaca yakni surat Al-Ghasyiyah.

-Rukuk dan tumakninah.

-I'tidal dan tumakninah.

-Sujud dan tumakninah.

-Duduk di antara dua sujud dan tumakninah.

-Sujud kedua.dan tumakninah.

-Duduk tasyahud akhir dan tumakninah.

-Salam.

-Mendengarkan khutbah apabila menjadi makmum, memberikan khutbah bila menjadi imam, namun jika salat Idul Fitri dikerjakan secara munfarid maka tidak perlu ada kutbah.

-Khutbah ini dilaksanakan dengan membaca takbir sebanyak 9 kali sebagai pembuka.

Demikian tata cara sholat Idul Fitri di rumah sendiri, lengkap dengan niat dan tata cara sholat Idul Fitri. Semoga bermanfaat.

 

(kpl/dtm)

Editor:

Dita Tamara



MORE STORIES




REKOMENDASI