Perbedaan PPKM Level 3 dan 4 Beserta Daerah Penerapan - Aturan Lengkapnya

Selasa, 27 Juli 2021 18:11
Perbedaan PPKM Level 3 dan 4 Beserta Daerah Penerapan - Aturan Lengkapnya
Ilustrasi (credit: liputan6.com/Faizal Fanani/)


Kapanlagi Plus - Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali saat ini berubah menggunakan istilah PPKM level 3-4. Berdasarkan Instruksi Menteri dalam Negeri nomor 23 Tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM ada sejumlah aturan rincian yang disesuaikan dengan tingkat penerapan level PPKM.

Untuk menekan peningkatan kasus covid-19, pemerintah menerapkan beberapa aturan pembatasan kegiatan masyarakat yang dikenal dengan istilah PPKM Darurat. Namun saat ini istilah tersebut telah berubah menjadi PPKM level 0-4 seperti mengacu pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PPKM level 0-4 tersebut disesuaikan dengan tingkat risiko penularan dan situasi di masing-masing daerah.

Sedangkan yang terbaru, ada perpanjangan PPKM level 4 Jawa-Bali dimulai sejak 26 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021. Namun tak semua wilayah Jawa-Bali menerapkan PPKM level 4, melainkan ada juga wilayah dengan status PPKM level 3. Ini disesuaikan berdasarkan tingkat dan situasi di masing-masing wilayah terhadap angka kejadian covid-19 sekaligus risiko penularan.

Lalu apa bedanya PPKM level 3 dan PPKM level 4?

Adapun penjelasan tentang perbedaan PPKM level 3-4 dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini. Berikut perbedaan PPKM level 3 dan PPKM level 4 beserta aturan lengkapnya.

1. Pengertian PPKM Level 1, 2, 3, dan 4

Berdasarkan angka konfirmasi positif covid-19 serta risiko tingkat penularan dan situasi masing-masing wilayah, pemerintah memberlakukan pengetatan kegiatan masyarakat atau PPKM sesuai dengan level risiko penularan yakni PPKM level 1-4.

1) PPKM Level 1

Arti PPKM level 1 dapat dikatakan terjadi tingkat kasus covid-19 dengan kejadian rendah. Adapun rinciannya yakni kurang dari 20 orang/100.000 penduduk per minggu, kurang dari 5 orang dirawat di rumah sakit/100.000 penduduk, dan angka kematian kurang dari 1 orang/100.000 penduduk.

2) PPKM Level 2

Arti PPKM level 2 dapat dikatakan tingkat kejadian kasus covid-19 sedang dengan rincian 20-50/100.000 penduduk per minggu, rawat inap di rumah sakit kurang dari 10 orang per 100.000 penduduk/minggu, kurang dari 2 orang angka kematian covid-19 per 100.000 penduduk.

3) PPKM Level 3

Adapun arti dari PPKM level 3 adalah pemberlakuan pengetatan kegiatan masyarakat yang dilakukan di beberapa wilayah terutama Jawa-Bali dengan tingkat kejadian covid-19 tinggi yakni 50-150 kasus covid-19/100.000 penduduk, 10-30 kasus covid-19 dirawat di rumah sakit/100 ribu penduduk dalam per minggu, serta kejadian 2-5 kasus covid-19 meninggal per 100.000 penduduk/minggu.

4) PPKM Level 4

Sedangkan arti dari PPKM level 4 yakni pemberlakuan pengetatan kegiatan masyarakat yang dilakukan di wilayah Jawa-Bali dengan kasus covid-19 sangat tinggi yakni rinciannya 150 kasus covid-19/100.000 penduduk, 30 kasus dirawat di rumah sakit/100.000 penduduk dan lebih dari 5 kasus meninggal/100.000 penduduk.

2. Perbedaan PPKM Level 3 dan PPKM Level 4 Berdasarkan Aturannya

Penerapan PPKM level 3 dan PPKM level 4 memiliki beberapa perbedaan baik dari aturan ataupun angka kejadian covid-19. Adapun perbedaan PPKM level 3 dan PPKM level 4 dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini.

1. Aturan Penerapan PPKM Level 3

- Kegiatan belajar masih dilakukan secara daring.

- Perkantoran hanya diizinkan 25 persen.

- Warung, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat maksimal makan di tempat 25 persen dari kapasitas dan waktu makan 30 menit.

- Pusat perbelanjaan, mall, pusat perdagangan diperbolehkan dengan maksimal kapasitas 25 persen sampai pukul 17.00 waktu setempat.

- Tempat ibadah dapat melakukan kegiatan keagamaan dengan maksimal 20 persen dari kapasitas atau 20 orang dengan prokes ketat.

- Transportasi umum diberlakukan dengan kapasitas maksimal 70 persen.

- Pelaksanaan resepsi pernikahan bisa diadakan dengan maksimal 20 tamu undangan serta tidak makan di tempat.

2. Aturan Penerapan PPKM Level 4

- Kegiatan belajar mengajar dilakukan daring atau online.

- Pelaksanaan sektor non-esensial diberlakukan 100 persenwork from home (WFO).

- Pelaksanaan kegiatan sektor esensial dan kritikal berlaku pengecualian WFO 100 persen, WFH 50 persen, dan 25 persen sesuai ketetapan.

- Sektor esensial pemerintahan yang memberikan pelayanan publik serta tidak bisa ditunda pelaksanaannya yakni diberlakukan hanya 25 persen work from home (WFO).

- Pasar rakyat dengan barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan maksimal 50 persen, jam operasi sampai pukul 15.00 atau waktu setempat.

- Apotek, dan toko obat beroperasi selama 24 jam penuh.

- Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya memiliki usaha di ruang terbuka diizinkan buka sesuai protokol kesehatan ketat sampai pukul 20.00, maksimum waktu makan setiap pengunjung 20 menit.

- Pelaksanaan resepsi pernikahan, seni, budaya, olahraga, sosial masyarakat ditiadakan sementara.

- Rumah makan, kafe dengan lokasi di dalam gedung atau toko tertutup hanya menerima delivery/take away.

- Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup sementara kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online dengan maksimal tiga orang di setiap toko, restoran, supermarket, dan pasar swalayan.

- Tempat ibadah atau kegiatan beribadah sementara lebih dioptimalkan ibadah di rumah.

- Sertifikat vaksin covid-19 masih menjadi syarat wajib perjalanan jarak jauh dengan kendaraan pribadi ataupun transportasi publik.

 

3. Wilayah Penerapan PPKM Level 3-4

Setelah mengetahui arti PPKM level 3 dan arti PPKM level 4, berikut ini ada beberapa wilayah yang menerapkan PPKM level 3-4 Jawa-Bali. Adapun wilayah penerapan PPKM level 3-4 dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini.

Wilayah penerapan PPKM level 3 terdiri dari Kabupaten Kuningan, Serang, Lebak, Pandeglang, Sukabumi, Subang, Pangandaran, Majalengka, Indramayu, Garut, Cirebon, Cianjur, Ciamis, Tasikmalaya, Purbalingga, Pekalongan, Magelang, Cilacap, Brebes, Boyolali, Blora, Pemalang, Grobongan, Sampang, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Kediri, Sumenep, Probolinggo, Jembrana, Bangli, Karangasem.

Sedangkan penerapan PPKM level 4 wilayah Jawa-Bali meliputi sejumlah kota dan kabupaten, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Nah itulah perbedaan PPKM Level 3-4 beserta daerah penerapan dan aturan lengkapnya. Beberapa pembahasan tentang PPKM level 3-4 di atas dapat dijadikan referensi kalian memahami arti PPKM level 3-4, perbedaan, aturan penerapan, serta wilayah penerapan PPKM level 3-4.

(kpl/nlw)



MORE STORIES




REKOMENDASI