Positif Covid-19 Diduga Setelah Semeja di Hajatan Khitanan

Jum'at, 03 Juli 2020 17:00 Penulis: Canda Dian Permana
Positif Covid-19 Diduga Setelah Semeja di Hajatan Khitanan
ilustrasi covid-19 (credit: liputan6.com/merdeka.com)


Kapanlagi Plus - Warga Kota Batu, Jawa Timur diduga terpapar Covid-19 setelah kontak erat dalam sebuah acara hajatan khitanan. Pria dengan kode kasus C-62 pernah bersama-sama dan duduk semeja dengan tamu yang kemudian meninggal dunia akibat positif Covid-19.

Pria berusia 62 tahun itu meninggal dunia pada 23 Juni dan belakangan hasil tes swab menyatakan positif Covid-19. Warga Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang.

"Pasien ada komorbid diabetes miletus, selain ada riwayat kontak yaitu satu meja di acara khitanan tanggal 6 Juni 2020 dengan pasien C-61 yang juga meninggal dunia," jelas Muhammad Chori, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Batu, Jumat (3/7).

Chori menyatakan Satgas Covid-19 Kota Batu telah melakukan tracing terhadap warga yang diduga memiliki riwayat dan kontak erat di acara hajatan tersebut. Sehingga dilakukan rapid test terhadap 22 orang warga lainnya dan 9 orang dinyatakan reaktif.

"Sebagai tindak lanjut dari kejadian ini, maka pada tanggal 25 Juni 2020 telah dilakukan rapid test sebanyak 22 orang dan hasilnya 9 dinyatakan reaktif. Bagi yang hasil rapid testnya reaktif, maka telah dilakukan swab test pada 3 hari yang lalu dan sampai sekarang hasilnya masih belum keluar," jelasnya.

1. Perhatikan Protokol

Chori berpesan agar masyarakat tetap menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat yang mengundang banyak orang termasuk hajatan agar para tamunya memperhatikan protokol kesehatan.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dalam setiap kegiatan terutama yang mengundang banyak orang, termasuk hajatan agar semua peserta atau para tamu yang datang tetap memperhatikan protokol kesehatan demi keamanan kita bersama," ungkapnya.

2. Penambahan 4 Pasien

Chori juga menjelaskan penambahan 4 orang pasien confirm yang hasil swabnya baru keluar. Masing-masing adalah kasus C-63 dengan penderita perempuan 79 tahun, warga Desa Sumberejo.

Perempuan tersebut nenek dan tinggal serumah dengan pasien C-50, seorang perempuan hamil yang meninggal dunia dan positif Covid-19. Saat ini kondisi nenek tersebut tidak menunjukan gejala dan menjalani isolasi mandiri.

3. Punya Riwayat Kerja di Luar Kota

Selanjutnya kasus C-64, seorang pria 52 tahun, warga Kelurahan Ngaglik dan saat ini dirawat di RS Hasta Brata Batu sejak 23 Juni 2020. Warga tersebut memiliki riwayat pekerjaan di Pasuruan dan komorbid hipertensi dan diabetes.

Kasus C-65, seorang perempuan 66 tahun, warga Kelurahan Sisir merupakan ibu dari pasien C-50, perempuan hamil yang meninggal dunia. Saat ini kondisinya tidak menunjukan gejala dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kasus C-66, seorang pria usia 44 tahun, warga kelurahan Ngaglik dan sempat dirawat di RS Baptis. Warga tersebut kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang 1 Juli 2020. Saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

4. Lakukan Repid Test

Chori juga menyampaikan bahwa dalam rangka pencegahan dan pendeteksi awal juga telah melakukan rapid test di Desa Beji. Warga tersebut diduga memiliki kontak erat kasus konfirm C-59.

"Seluruhnya ada 14 orang yang dirapid test dan hasilnya 7 orang dinyatakan reaktif. Bagi yang hasilnya dinyatakan reaktif sudah diambil swabnya, namun hasilnya masih belum keluar," jelasnya.

Selain itu juga disampaikan bahwa pasien kasus C-46 asal Desa Bumiaji dinyatakan sudah sembuh. Pasien tersebut adalah salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Batu.

(kpl/dar/nda)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI