Reynhard Sinaga Labeli Dirinya Sebagai Seorang 'Peter Pan'

Selasa, 07 Januari 2020 13:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Reynhard Sinaga Labeli Dirinya Sebagai Seorang 'Peter Pan'
Reynhard Sinaga © Istimewa


Kapanlagi Plus - Pria asal Indonesia, Reynhard Sinaga divonis hukuman seumur hidup atas kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap ratusan pria. Aksi mengerikannya itu dilakukan sejak Januari 2015, namun baru terungkap pada Juli 2017 silam setelah seorang korban melaporkan kejadian ini.

Kabar ini sukses mengejutkan mereka yang kenal dengan sosok Reynhard. Bagaimana tidak, selama ini Ia diketahui sebagai sosok yang sangat easy going, friendly, berprestasi dan juga rajin beribadah. Hampir tak ada yang menyangka jika dirinya tega melakukan aksi bejat tersebut.

Reynhard disebut kerap melabeli dirinya sendiri sebagai seorang Peter Pan. Fakta itu diungkapkan oleh seorang wanita yang kenal dengan Reynhard, seperti dilansir Mirror.co.uk.

 

1. Alasan Reynhard Sianga Labeli Dirinya Sebagai Peter Pan

Buat kalian yang belum tahu, Peter Pan adalah salah satu tokoh animasi Disney dalam film berjudul serupa yang rilis tahun 1953 silam. Sebagai sang protagonis utama, Peter Pan memiliki karakter yang sombong, terlalu percaya diri, dan juga tak bisa menua.

Reynhard menyamakan dirinya dengan Peter Pan karena merasa dirinya selalu terlihat muda dan bertingkah seperti anak muda meski usianya saat ini sudah menginjak 36 tahun. Selain itu, sifat narsis yang dimiliki Reynhard juga cukup mirip dengan karakter Peter Pan.

Reynhard juga hobi mengabadikan foto selfie, lalu mengunggahnya pada media sosial. Postingan terakhirnya diketahui pada Juni 2017, sehari sebelum dirinya diamankan pihak kepolisian karena kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual.

2. Metode Aksi Pemerkosaan Reynhard Sinaga

Metode yang digunakan Reynhard guna menodai targetnya bisa dibilang sangat licik dan terencana. Pria asal Jambi itu selalu berlaku baik pada sang target yang sedang mabuk, seperti salah satunya menawarkan untuk mampir atau stay di apartemen miliknya.

Setiba di apartemen, sang target diberi obat dengan dosis yang cukup tinggi. Efeknya, sang pelaku akan tidur, cenderung pingsan. Dari situlah Reynhard mulai mencabuli sang target, dan tak jarang melakukan kekerasan seksual pada mereka.

Uniknya, obat yang digunakan Reynhard juga punya efek lain yang membuat para target kehilangan beberapa ingatan dan tak merasakan sakit pasca diperkosa. Tak heran jika banyak dari mereka yang tak sadar selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun jika telah jadi korban dari aksi bejat Reynhard sebelum polisi memberitahukannya.

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI