Rima Adalah Bentuk Pengulangan Bunyi, Ketahui Jenis-Jenis dan Contohnya

Kamis, 28 Januari 2021 09:11 Penulis: Puput Saputro
Rima Adalah Bentuk Pengulangan Bunyi, Ketahui Jenis-Jenis dan Contohnya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Bahasa kini tidak saja menjadi sarana dari berkomunikasi, melainkan juga jadi media dalam berkarya seni. Di keseharian, kita mengenal ada beberapa jenis karya sastra yang diciptakan melalui bahasa tulis. Dalam pembuatan karya sastra, keindahan bahasa menjadi salah satu hal yang penting. Rima adalah salah satu yang menentukan keindahan bahasa dalam karya.

Rima tentu sudah jadi istilah yang tak asing lagi, bagi orang berkecimpung di dunia kepenulisan kreatif. Baik puisi, pantun, syair, bahkan penulisan cerita sekalipun sering kali menerapkan adanya rima agar terdengar indah dan menarik. Pasalnya, secara umum rima dipahami sebagai pengulangan bunyi dalam suatu larik, baik dalam puisi, pantun, maupun jenis karya lainnya.

Mempelajari apa itu rima adalah hal yang sangat penting, terlebih bagi kalian yang tertarik pada dunia kepenulisan kreatif. Lantas, seperti apa penjelasan lebih dalam mengenai rima? Untuk itu, simak ulasannya berikut ini yang telah dirangkum dari liputan6.com.

 

1. Mengenal Apa Itu Rima

Rima erat kaitannya dengan karya sastra atau karya-karya berbahasa tulis Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan. Oleh karena itu di keseharian, rima sering kali dijumpai pada karya-karya seperti puisi, pantun, syair, lirik lagu, dan sebagainya.

Sementara itu, Aminudin beranggapan bahwa rima adalah bunyi yang berselang atau berulang, baik di dalam larik puisi maupun pada akhir larik. Selain Aminudin, Zaidan dkk. juga mempunyai definisi lain mengenai rima. Menurutnya, rima adalah pengulangan bunyi berselang, baik didalam larik maupun pada akhir sajak yang berdekatan. Adapun rima dapat diwujudkan melalui tekanan, nada tinggi, atau perpanjangan suara.

Dengan demikian, dapat disimpulkan rima adalah pengulangan bunyi yang biasa ditemukan dalam bagian larik puisi, pantun, syair dan sebagainya. Pengulangan bunyi atau rima terjadi melalui kata-kata yang saling berkaitan dan berselang dengan kata lainnya.

 

2. Tipe-Tipe Rima

Rima adalah bentuk pengulangan bunyi. Dalam praktiknya, rima terdapat dalam beberapa tipe. Berikut ini beberapa tipe dari rima tersebut.

1. Rima Awal
Rima awal adalah rima yang pengulangan bunyinya terjadi pada bagian suku kata awal. Sebagai contoh: batu - batal, panggul - panggung.

2. Rima Akhir
Berkebalikan dengan rima awal, rima akhir muncul pada suku kata terakhir. Sebagai contoh: panggang - tegang, putih - bersih.

3. Rima Akhir Tak Sempurna
Rima akhir tak sempurna yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada bagian suku pertama di bagian kata terakhir. Sebagai contoh: maka - kata, baju - batu.

4. Rima Akhir Ganda
Rima akhir ganda merupakan rima yang persamaan bunyinya ditemukan pada bagian suku kata kedua pada bagian kata terakhir. Sebagai contoh: sahabat - pejabat, sejalan - pangkalan.

5. Rima Akhir Ganda Tak Sempurna
Rima akhir ganda tak sempurna yaitu rima dengan persamaan bunyi pada bagian suku kedua kata terakhir yang bersifat sebagian. Sebagai contoh: keras - melas, dagang - galang.

 

3. Jenis-Jenis Rima

Selain tipe, dalam berbagai jenis karya ditemukan pula jenis rima yang beragam. Adapun, jenis-jenis rima adalah sebagai berikut.

1. Rima Kata
Jenis pertama dari rima adalah rima kata. Sesuai dengan namanya, rima ini ditemukan dalam bentuk kata. Jenis rima ini paling sederhana dan mudah dipahami. Pasalnya, rima kata menggunakan pengulangan bunyi suku kata yang jelas. Sebagai contoh: lauk - pauk, sayur - mayur.

2. Rima Baris
Sementara itu, rima baris adalah jenis rima yang menggunakan pengulangan kata di antara beberapa baris. Sehingga dalam puisi atau pantun, sering kali dikenal adanya pola rima, seperti: a-a-a-a, a-a-b-b, a-b-a-b, a-b-b-a.

3. Rima Tegak
Rima tegak adalah jenis rima yang mempunyai persamaan bunyi pada kata atau suku kata dalam berbagai baris yang berbeda. Penggunaan rima tegak, dapat dilihat pada contoh di bawah ini:

Tomat merah didapat dari seberang

Tumbuhnya tepat di dekat tepi tebat

Engkau jauh dirantau orang

Sakit siapa yang akan mengobati

4. Rima Datar
Selain rima tegak, ada pula yang disebut rima datar. Pengertian rima datar yaitu rima yang persamaan bunyi katanya terletak secara mendatar atau berderet. Sebagai contoh: Halilintar menggelegar dan menyambar-nyambar, hingga bergetar.

5. Rima Terus
Rima terus yaitu rima dengan bentuk persamaan bunyi kata dan suku kata yang tepat pada akhir setiap baris. Sebagai contoh:

Puri Sangati adalah Putra Baginda

Besaran sudah ia adalah bangsawan muda

6. Rima Putus
Rima putus adalah rima dengan persamaan bunyi kata atau suku kata yang terputus. Sebagai contoh:

Untukmu seribu mawar akan kuberi

Sekadar mendapatkan cintamu

Namun kau tetap membatu, diam juga membisu

Meski seribu tahun harus dilewati, ku akan tetap menunggu

7. Rima Kembar
Rima kembar merupakan rima dengan persamaan bentuk bunyi kata dan suku kata yang akan saling berpasangan, contohnya:

Sedikit saja mataku tak mengerling

Memandang seorang ksatria sakit berguling

Air mataku tak tertahan bercucuran

Tinggalkan rakyat kehilangan sosok pahlawan

8. Rima Silang
Sementara yang dimaksud rima silang adalah rima yang mempunyai persamaan bunyi kata dan juga persamaan bunyi suku kata yang terletak menyilang. Sebagai contohnya:

Kalau ada sumur di ladang

Boleh kita menumpang mandi

Kalau ada umurku panjang

Boleh kita berjumpa lagi

9. Rima Berpeluk
Jenis yang kesembilan dan terakhir dari rima adalah rima berpeluk. Pengertian rima berpeluk adalah bentuk pengulangan bunyi kata atau suku kata yang saling berpelukan, maksudnya diapit satu dan dua suku kata yang mempunyai persamaan bunyi. Sebagai contoh:

Pikiran dan hati memuja Sang Kuasa

Gerak laku jauhlah hati

Maafkan aku Sang Pemberi Rezeki

Usahaku masih belum ada

Itulah di antaranya ulasan mengenai rima adalah bentuk pengulangan bunyi. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.

 

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI