7 Jenis Penyakit Tidak Menular Paling Banyak Menyebabkan Kematian

Senin, 18 Januari 2021 09:55 Penulis: Dita Tamara
7 Jenis Penyakit Tidak Menular Paling Banyak Menyebabkan Kematian
(credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Di dunia ini, ada beragam jenis penyakit tidak menular yang tidak bisa dianggap sepele. Meski tidak menular, risiko dari jenis penyakit ini dapat menyebabkan angka kematian yang tinggi. Penyakit tidak menular sendiri merupakan jenis penyakit yang tidak dapat ditularkan dari orang yang sakit ke orang yang sehat. Umumnya, jenis penyakit tidak menular bukan disebabkan oleh penularan virus atau bakteri, namun lebih banyak disebabkan oleh perilaku dan gaya hidup.

Adapun faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit jenis ini yaitu kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik yang menyebabkan penumpukan lemak, kurang mengonsumsi buah dan sayuran, hingga kebiasaan buruk mengonsumsi alkohol. Bahkan, meskipun dikategorikan dalam jenis penyakit tidak menular, angka kematian penyebab penyakit ini sangat tinggi. Perlu kalian ketahui jika ada beragam jenis penyakit tidak menular tetapi sangat berbahaya bagi tubuh penderita. Apa saja? Yuk langsung saja simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1. Hipertensi

Jenis penyakit tidak menular yang pertama yaitu hipertensi. Hipertensi sendiri merupakan dimana tekanan darah melampaui batas normal. Tekanan darah dikatakan tinggi apabila melebihi pada kisaran angka 130/80 mmHg atau lebih. Saat mengalami hipertensi sejumlah gejala dapat dirasakan seperti sakit kepala, pusing, lemas, gangguan penglihatan, sesak napas hingga nyeri pada dada. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi hipertensi secara tepat dan sesuai medis.

Penyebab hipertensi tersebut dapat berasal dari kebiasaan sederhana sehari-hari yang rupanya berpotensi terkena tekanan darah tinggi seperti kelebihan berat badan, faktor keturunan, faktor usia, kebiasaan merokok, stres, hingga gaya hidup yang tidak sehat. Hipertensi sendiri banyak menyebabkan kematian karena serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.

2. Diabetes

Diabetes menjadi gangguan kesehatan yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah di atas batas normal. Ada sejumlah penyebab diabetes bisa dialami setiap orang. Jika umumnya diabetes terjadi di usia dewasa, namun anak muda juga dapat rentan terkena diabetes. Dalam hal ini gaya hidup berisiko tinggi terhadap penyakit diabetes. Ada sejumlah penyebab diabetes yang umum terjadi terutama di usia muda. Salah satu faktor cukup besar berisiko rentan terhadap gangguan diabetes tersebut yakni seringnya melakukan gaya hidup yang tidak sehat.

Sejauh ini diabetes menjadi penyakit tidak menular yang banyak di derita. Apabila diabetes tidak terkontrol, hal ini menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan berbagai komplikasi berbahaya seperti jantung kebutaan, gagal ginjal, hingga kematian.

3. Kanker

Mendengar penyakit kanker, hingga saat ini masih menjadi momok yang paling menakutkan bagi semua orang. Hal ini lantaran kanker menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Di Indonesia, setiap tahunnya kasus penyakit kanker semakin meningkat dengan berbagai jenis kanker yang diderita. Kanker sendiri disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan bagian tubuh lainnya.

Penyakit kanker sendiri ada beragam jenisnya. Namun jenis kanker yang paling banyak menyeybabkan kematian yaitu kanker paru-paru, kanker prostat, kanker payudara, dan kanker serviks. Meskipun bukan penyakit menular, jenis penyakit ini bisa dikatakan sebagai penyakit penyebab utama kematian.

4. Jantung

Jantung merupakan organ tubuh yang paling penting. Tugas jantung sendiri untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Itulah sebabnya jantung menjadi organ yang tidak pernah berhenti bekerja. Dengan demikian, kesehatan jantung memang tidak bisa disepelekan. Seperti yang kita ketahui pula jika penyakit jantung merupakan penyebab kematian paling banyak di dunia.

Jenis penyakit jantung yang kerap menjangkiti antara lain penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, aritmia, gagal jantung dan infeksi jantung. Meski tergolong sebagai penyakit yang mematikan, namun penyakit jantung termasuk ke dalam jenis penyakit yang tidak menular yang paling banyak menyebabkan kematian.

5. Ginjal

Selanjutnya, jenis penyakit tidak menular namun sangat berbahaya yaitu ginjal. Penyakit ginjal sendiri ada beberapa macamnya seperti penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal. Kondisi ini menyebabkan organ ginjal tidak dapat berfungsi secara maksimal sesuai dengan tugasnya.

Ginjal sendiri merupakan organ vital tubuh yang berfungsi untuk menyeimbangkan cairan, menyaring racun, serta memproduksi hormon dan enzim untuk mengontrol sel darah merah. Umumnya, penderita gagal ginjal membutuhkan penanganan dengan menjalani cuci darah. Sebab, jika tidak ditangani secara tepat, penyakit ginjal bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen yang berisiko tinggi menyebabkan kematian.

6. Obesitas

Obesitas atau berat badan berlebih masuk dalam jenis penyakit tidak menular namun berbahaya bagi penderitanya. Obesitas juga menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Sebab, seseorang yang mengalami obesitas dapat menaikkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Umumnya, obesitas terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori tanpa melakukan aktivitas fisik. Akibatnya, kalori tersebut berubah menjadi lemak dalam tubuh yang menyebabkan pertambahan berat badan.

7. Stroke

Jenis penyakit tidak menular namun berbahaya selanjutnya yaitu stroke. Stroke sendiri merupakan kondisi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Hal ini dapat menyebabkan kecacatan berat sampai ketidaksadaran permanen, bahkan menyebabkan kematian mendadak.

Itulah sederet jenis penyakit tidak menular yang perlu kalian waspadai. Dengan mengetahui jenis penyakit tersebut, kalian pun juga dapat melakukan pencegahan. Semoga bermanfaat.

(kpl/dtm)

Editor:

Dita Tamara



MORE STORIES




REKOMENDASI