Diksi Adalah Pilihan Kata dalam Penulisan, Pahami Fungsi dan Jenis-Jenisnya

Rabu, 22 September 2021 11:10 Penulis: Puput Saputro
Diksi Adalah Pilihan Kata dalam Penulisan, Pahami Fungsi dan Jenis-Jenisnya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Kata diksi tentu sudah tidak asing lagi di telinga, khususnya bagi kalian yang dekat dengan dunia literasi atau sastra. Diksi adalah pemilihan kata dalam suatu proses penulisan. Pemilihan kata atau diksi dilakukan untuk menghasilkan tulisan yang baik dan menarik. Diksi bukan saja mengenai kata, melainkan juga ungkapan-ungkapan serta gaya bahasa.

Diksi adalah hal yang sangat penting dalam dunia kepenulisan. Dengan diksi yang tepat, penulis atau pengarang karya sastra dapat menggiring emosi atau perasaan pembaca. Selain itu, penggunaan diksi dalam penulisan karya ilmiah juga tidak kalah penting. Pemilihan diksi yang tepat, akan membuat isi dari suatu karya ilmiah jadi lebih mudah dipahami.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasan lebih lengkap mengenai diksi adalah hal penting dalam penulisan karya sastra dan karya ilmiah.

 

1. Pengertian dan Syarat Ketepatan Diksi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata diksi adalah pemilihan kata yang tepat dan selaras, untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu. Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa penerapan suatu diksi dilakukan dengan suatu tujuan tertentu. Misalnya, untuk menarik simpati pembaca, untuk memudahkan pemahaman, dan sebagainya.

Namun, untuk bisa mencapai tujuan tersebut diksi yang dipilih haruslah tepat. Ketepatan diksi tersebut bisa dilihat apabila memenuhi sejumlah syarat. Adapun syarat ketepatan diksi adalah sebagai berikut.

1. Dapat memperlihatkan perbedaan kata-kata yang memiliki ejaannya mirip.

2. Bijak dalam hal penggunaan kata bermakna konotasi dan denotasi.

3. Cermat dalam penggunaan kata bersinonim atau kata-kata yang mempunyai kedekatan makna.

4. Penggunaan kata kerja pada kata depan harus secara idiomatis.

5. Menekankan konsistensi berdasarkan pemilihan kata yang sudah ditentukan.

6. Dapat membedakan kata khusus dan umum.

 

2. Tujuan Diksi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tujuan utama dari diksi adalah untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu. Namun, di samping tujuan utama tersebut penerapan diksi juga dilakukan untuk mencegah ambiguitas.

Pasalnya, ambiguitas bisa memicu terjadinya interpretasi yang berbeda antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengarnya. Dengan diksi yang tepat hal tersebut akan lebih terminimalisir.

Selain itu, tujuan diksi yang lain yaitu bisa menimbulkan kesan yang lebih halus, sopan, tegas, dan sebagainya pada tulisan. Sehingga, penulis bisa menunjukkan perasaan dan karakternya melalui pemilihan diksi.

 

3. Fungsi Diksi

Selain diterapkan dengan tujuan tertentu, pemakaian diksi dalam sebuah tulisan juga bisa memberikan beberapa fungsi. Adapun dalam sebuah tulisan, fungsi diksi adalah sebagai berikut.

1. Mencegah perbedaan penafsiran.

2. Mempermudah pemahaman dan mencegah salah pemahaman.

3. Menciptakan komunikasi yang efisien dan efektif.

4. Menyiratkan gaya ekspresi gagasan dari penulis, misalnya resmi atau santai, sehingga akan sesuai dengan topik dan target pembaca.

5. Memperkuat suasana yang ingin dimunculkan dalam tulisan atau pembicaraan.

6. Membuat orang yang membaca ataupun mendengar karya sastra menjadi lebih paham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh pengarang.

7. Menunjukkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal.

 

4. Jenis Diksi Berdasarkan Makna

Seiring dengan perkembangan dan penerapannya dalam dunia kepenulisan, diksi terbagi dalam beberapa macam. Berbagai macam diksi tersebut bisa digolongkan berdasarkan dua hal, yaitu berdasarkan pada makna dan juga secara leksikal. Berdasarkan pada maknanya, diksi terdiri atas dua. Kedua golongan diksi tersebut antara lain diksi bermakna denotatif dan diksi bermakna konotatif. Berikut penjelasan mengenai diksi denotatif dan diksi konotatif.

1. Diksi Bermakna Denotatif
Diksi bermakna denotatif artinya pemilihan kata dalam suatu kalimat atau paragraf menunjukkan makna sebenarnya (bukan makna kiasan). Sebagai contohnya: Anwar selalu belajar dengan giat menjelang ujian akhir semester.

2. Diksi Bermakna Konotatif
Diksi bermakna konotatif artinya pemilihan kata dalam suatu kalimat atau paragraf menunjukkan makna yang tidak sebenarnya (makna kiasan). Sebagai contoh: Randy bekerja sebagai seorang "kuli tinta" di sebuah kantor berita surat kabar.

 

5. Jenis Diksi Secara Leksikal

Selain berdasarkan maknanya, secara leksikal diksi juga bisa digolongkan menjadi beberapa macam. Adapun beberapa penggolongan secara leksikal dari diksi adalah sebagai berikut.

1. Antonim
Antonim adalah kata lain dari lawan kata atau dua kata yang mempunyai arti berlawanan. Misalnya, tinggi x rendah, atas x bawah, hemat x boros, dan sebagainya.

2. Sinonim
Sinonim merupakan dua kata atau lebih yang mempunyai arti yang sama atau mirip. Misalnya, bahagia = senang, sedap = enak, cerdas = Pandai.

3. Homofon
Homofon adalah kata yang secara ejaan dan makna berbeda, tapi punya pelafalan yang sama. Misalnya, kata "Bank" dan "Bang" yang mempunyai lafal yang sama, namun ejaan dan maknanya berbeda.

4. Homonim
Sementara, homonim adalah kata yang mempunyai pelafalan dan ejaan yang sama, tapi memiliki arti berbeda. Misalnya, kata bulan bisa menunjukkan bulan sebagai benda di langit, tapi isa pula menunjukkan arti waktu.

5. Homograf
Homograf adalah sebutan untuk kata yang mempunyai pelafalan dan arti berbeda, namun mempunyai ejaan sama. Contohnya, Makanan favorit wanita itu adalah tahu goreng x Wanita itu tidak tahu kalau hari ini libur. Kata “Tahu” pada kalimat di atas ejaannya sama, tapi memiliki arti yang berbeda.

6. Hipernim
Hipernim adalah kata yang dapat mewakili banyak kata lainnya. Contohnya, kata "binatang liar" yang bisa mewakili aneka jenis binatang seperti harimau, ular, buaya, dan sebagainya.

7. Hiponim
Sebaliknya, hiponim merupakan kata yang dapat terwakili oleh kata hipernim. Artinya kata gajah, singa, buaya, ular merupakan hiponim dari kata "binatang liar".

8. Polisemi
Polisemi adalah kata yang memiliki lebih dari satu arti. Sebagai contoh kata "bunga" dalam kedua kalimat berikut yang mempunyai arti berbeda:

1) Nasabah Bank akan mendapat bunga setiap bulannya.

2) Annisa adalah bunga desa yang paling cantik di kampungnya.

 

6. Contoh Kalimat Diksi

Tentu saja diksi memiliki beberapa contoh kalimat yang bisa kalian pelajari agar tidak bingung. Dan berikut ini beberapa contoh kalimat diksi yang bisa kalian gunakan dengan baik dan tepat:

1. Seorang perempuan ditemukan mati di dalam mobilnya. (Ini bentuk ungkapan diksi yang salah ya KLovers, karena kata mati lebih tepat untuk binatang, ada baiknya diganti dengan kata wafat atau meninggal.)

2. Kenapa kamu selalu mengacuhkan janji dengan kami. (Seperti tidak enak untuk didengarkan ya KLovers, dari pada memiliki kata mengacuhkan, kalian bisa menggunakan kata mengabaikan.)

3. Pelaku pengerusakan itu sudah diamankan polisi. (Pengerusakan akan lebih baik jika kita ganti dengan menggunakan kata perusakan.)

4. Setelah kami mengetahui siapa pelakunya, dia berkilah untuk menutupi kesalahannya. (Kata berkilah masih kurang tepat digunakan dalam sebuah kalimat di atas, ada baiknya kalian mengganti dengan berdalih.)

5. Hari ini Aku pergi ke pantai bersama dengan teman-temanku. Udara disana sangat sejuk dan pepohonan sangat lebat. (Kata lebat untuk pohon, ada baiknya diganti dengan rimbun.)

6. Bunga itu sangat enak dilihat saat pagi hari. (Kata dilihat akan terasa enak bilang diganti dengan dipandang)

7. Muslim dan keluarga merayakan Hari Agung pada saat Idul Fitri. (Walaupun kata hari raya, hari besar sama seperti hari raya agung. Namun penggunaan agung jarang digunakan, sehingga lebih baik menggunakan kata hari raya atau hari besar.)

8. Anjing milik Roy bersantap pada malam hari. (Kata bersantap tidak cocok untuk hewan, ada baiknya diganti dengan makan)

Itulah di antaranya ulasan mengenai diksi adalah hal penting dalam dunia kepenulisan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

 

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI