Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Cari Keadilan ke Jakarta

Kamis, 17 November 2022 18:15
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Cari Keadilan ke Jakarta
Credit:KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Malang mencari keadilan ke Jakarta. Rombongan berangkat dari Sekretariat Tim Gabungan Aremania (TGA) Gedung KNPI Jalan Kawi Kota Malang, pukul 18.00 WIB dengan dua buah bus.

"Kita berangkat 50 Orang untuk mewakili keluarga korban ke Jakarta mencari keadilan bersama-sama," kata Astrid Puji Rahayu, Koordinator Paguyuban Keluarga Korban, jelang berangkat, Rabu (16/11).

1. Datang Rombongan

Rombongan terdiri dari 13 Orang yang mewakili korban meninggal dunia, sementara yang lain perwakilan para korban. Perwakilan rombongan berasal dari Malang Raya, Blitar, Pasuruan dan Tulungagung.

Beberapa di antara korban yang ikut dalam rombongan masih dalam kondisi belum sepenuhnya pulih. Bahkan salah satunya masih harus menggunakan kruk.

2. Ada Serangkaian Agenda

Mereka akan berada di Jakarta selama 4 Hari dengan serangkaian agenda yang sudah ditetapkan. Keberangkatan mereka juga didampingi oleh Tim Kuasa Hukum.

"Karena selama ini belum sama sekali menerima keadilan. Jadi kita bertekad bersatu, satu suara kita mencari keadilan. Kita mau ke KPAI karena 60 persen korban itu anak-anak di bawah umur. Terus ke Komnas HAM, Komisi III DPR RI, ke Bareskrim Mabes Polri," urai Astrid.

3. Keluarga Menuntut Keadilan

Astrid sendiri merupakan ibu dari korban meninggal dunia, Salsa Yonas Oktavia (20). Anak satu-satunya turut menjadi korban dalam peristiwa 1 November 2022 itu.

Sementara Vincentiusari, Wakil Paguyupan mengungkapkan bahwa keluarga korban secara kompak menuntut keadilan secara bersama-sama. Karena kebersamaan dan saling menguatkan menjadi senjata untuk mewujudkan keadilan.

"Kami berinisiatif untuk mempersatukan semua dari keluarga korban yang tujuannya saling menguatkan. Karena kami sudah kehilangan nyawa, nyawa anak kami, saudara kami. Kalau kita tidak saling menguatkan kita sendiri-sendiri, nantinya kita akan hilang. Keadilan ini nggak akan tercapai," urai Vincentiusari.

4. Keluarga Tidak Puas

Keluarga, kata Vincentiusari, berharap mendapatkan keadilan seadil-adilnya dan siapa pun yang bersalah harus mengakui kesalahan. Keluarga mengaku tidak puas dengan proses hukum yang sedang berjalan.

Mereka berencana mengadu ke sejumlah lembaga, selain membuat laporan ke Bareskrim. Mereka mendesak agar kasus Tragedi Kanjuruhan ditangani oleh Mabes Polri.

"Intinya kami tidak puas, karena ini adalah permasalahan Polda, permasalah polisi di Jawa Timur. Penanganan apabila ditangani Polda Jawa Timur, saya kira kurang relevan. Jadi ini harus ditangani Mabes Polri sebagai yang berwenang di Polri," desaknya.

5. Mencari Keadilan

Vincentiusari menegaskan, keberangkatan rombongan ke Jakarta bukan untuk berdemonstrasi, tetapi untuk mencari keadilan berdasarkan hak sebagai warga negara. Vincentiusari sendiri adalah ayah dari korban meninggal dunia atas nama Yohanes Stevanos Prasetyo.

"Bukan tidak percaya, kami percaya dengan institusi Kepolisian. Tapi ini permasalahannya belum terselesaikan. Jadi kami harus ke Jakarta," tegas Vincentiusari.

(kpl/dar/dyn)



MORE STORIES




REKOMENDASI