Memahami Arti Referensi dalam Karya Ilmiah, Ketahui Juga Tujuan dan Cara Penulisannya

Rabu, 24 November 2021 18:44 Penulis: Puput Saputro
Memahami Arti Referensi dalam Karya Ilmiah, Ketahui Juga Tujuan dan Cara Penulisannya
Ilustrasi (credit: unsplash)


Kapanlagi Plus - Istilah referensi mungkin memang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Selama ini, istilah referensi lebih banyak dipakai dalam ranah ilmiah, seperti untuk penulisan laporan, jurnal, skripsi, tesis, dan sebagainya. Sehingga, tak mengherankan jika banyak orang yang belum paham arti referensi yang sesungguhnya.

Dalam penulisan karya ilmiah, keberadaan referensi menjadi hal yang sangat penting. Oleh sebab itu, penting untuk tahu dan paham arti referensi yang sebenarnya. Terlebih untuk kalian yang berkecimpung di dunia akademik, memahami apa itu referensi dan penerapannya menjadi hal yang wajib.

Untuk itu, dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan tentang arti referensi dan tujuannya.

1. Arti Referensi

Istilah referensi berasal dari bahasa Inggris "refer to" yang berarti 'mengacu pada' atau 'merujuk pada'. Istilah tersebut lantas diserap dalam bahasa Indonesia, sehingga penulisan dan pengucapannya menjadi referensi. Dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), arti referensi adalah sumber acuan seperti buku yang menjadi rujukan atau petunjuk.

Selain itu, secara umum, arti referensi juga bisa dipandang dari sisi faktual dan nonfaktual. Secara faktual, referensi dipandang sebagai bentuk objek faktual, statistik, kesaksian, dan lainnya. Sedangkan, dari sisi nonfaktual, referensi diartikan sebagai bentuk cerita, hipotesis, kutipan sastra, dan analogi.

Referensi juga kerap diartikan sebagai sumber acuan untuk memperkuat suatu pernyataan atau argumen. Terkait hal ini, dalam karya ilmiah referensi bisa berupa pernyataan secara lisan maupun tulisan. Pernyataan tersebut dipakai untuk mendukung atau memperkuat hasil penelitian yang telah dilakukan. Dengan begitu, hasil yang dikemukakan juga akan lebih meyakinkan.

2. Tujuan Penggunaan Referensi

Dalam suatu penelitian atau karya ilmiah referensi menjadi rujukan untuk mendukung atau menyempurnakan hasil penelitian. Lebih lanjut, dalam penelitian penggunaan referensi didasarkan pada beberapa tujuan. Berikut beberapa tujuan penggunaan referensi dalam karya ilmiah.

1) Untuk Memperkuat Pernyataan

Dengan adanya referensi tambahan yang mendukung argumen, suatu penelitian akan memiliki landasan dan dasar yang kuat. Sehingga, akan dianggap lebih meyakinkan dan bisa bisa dipertanggungjawabkan.

2) Untuk Menambah Wawasan Pembaca

Referensi juga bisa menjadi informasi di luar pembahasan yang dilakukan peneliti atau penulis. Dalam hal ini, bagi pembaca keberadaan referensi bisa menjadi informasi tambahan yang menambah wawasan.

3) Untuk Menghindari Plagiarisme

Referensi menjadi sumber informasi sekaligus hak kekayaan intelektual dari penulis. Oleh sebab itu, saat mencantumkan karya orang lain sebagai referensi, penulis harus mencantumkan sumber agar terhindar dari tuduhan plagiat.

4) Sebagai Bentuk Penghargaan pada Karya Orang Lain

Masih berkaitan dengan tujuan yang ketiga, seorang penulis dan peneliti telah menghabiskan waktu, pikiran, dan tenaga dalam membuat sebuah karya. Maka dari itu, mencantumkan karya tersebut sebagai suatu referensi bisa dianggap sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi.

3. Macam-macam Sumber Referensi

Memahami arti referensi dalam karya ilmiah, tak akan lengkap tanpa mengetahui macam-macam sumber referensi. Ya, dalam proses penyusunannya, ada beberapa jenis karya yang bisa dijadikan sumber referensi yang mendukung penelitian. Berikut beberapa macam sumber referensi dalam karya ilmiah.

1) Buku

Dalam buku tertuang banyak informasi baik dalam bentuk tulisan maupun gambar. Tak heran, jika informasi yang terdapat dalam buku bisa menjadi sumber referensi. Malahan, buku sering menjadi referensi utama dalam penulisan suatu karya ilmiah.

2) Jurnal

Selain buku, jurnal juga jadi sumber referensi yang bisa dipakai saat menyusun karya ilmiah. Jurnal adalah tulisan khusus yang memuat artikel tentang bidang ilmu tertentu. Karena ditulis oleh seseorang yang ahli dan mendalami topik tersebut, maka informasi dalam jurnal bisa dibilang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

3) Internet

Di era kiwari saat ini, internet menjadi salah satu sumber informasi terlengkap. Oleh karenanya, internet kini sering jadi referensi yang praktis dan efisien. Namun, penggunaan internet sebagai sumber referensi perlu diperhatikan secara khusus. Kita perlu selektif dalam memilih situs yang kredibel.

4) Surat Kabar

Selain ketiga sumber di atas, referensi juga bisa didapatkan dari surat kabar seperti koran atau majalah. Pasalnya, dalam surat kabar terdapat informasi yang berisi artikel berita, gambar, opini, cerita yang bisa dipakai untuk menjadi referensi.

4. Penulisan Referensi

Ada tiga cara dalam penulisan referensi, yaitu dengan membuat kutipan langsung, kutipan tidak langsung, dan membuat catatan kaki. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut.

1) Kutipan Langsung

Kutipan langsung merupakan referensi yang ditulis secara persis tanpa adanya perubahan. Penulisan kutipan langsung harus disertai dengan nama penulis dan waktu (biasanya tahun) ketika penulis asli mengemukakan pendapatnya tersebut. Selain itu, sumber lengkap dari kutipan langsung juga harus ditulis di daftar pustaka. Adapun aturan menulis kutipan langsung adalah:

- Kutipan langsung kurang dari lima baris ditulis tergabung ke dalam teks.

- Sementara, kutipan langsung yang lebih dari lima baris ditulis terpisah atau dalam paragraf berbeda dengan spasi rapat.

2) Kutipan Tidak Langsung

Kebalikan kutipan langsung, kutipan tidak langsung merupakan referensi yang tidak ditulis persis. Artinya, penulis hanya mengambil ide gagasan asli kemudian dikembangkan dalam bahasanya sendiri. Sama seperti kutipan tidak langsung, kutipan tidak langsung juga perlu mencantumkan nama penulis dan waktu (biasanya tahun). Namun tidak perlu menuliskan sumber lengkap dalam daftar pustaka.

3) Catatan Kaki

Referensi yang ditulis dalam bentuk keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman. Aturan dalam menulis catatan kaki:

- Catatan kaki dipisahkan dengan jarak tiga spasi dari teks.

- Nama pengarang ditulis tanpa di balik urutannya (sesuai nama yang tertulis pada buku).

- Penulisan gelar akademik pada catatan kaki, juga disesuaikan dengan yang ada di buku.

Itulah di antaranya ulasan tentang arti referensi beserta tujuannya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan!

(kpl/gen/psp)



MORE STORIES




REKOMENDASI