Mengintip Kisah Hidup Reynhard Sinaga, Mahasiswa Indonesia yang Tersandung Kasus Pemerkosaan Terbesar dalam Sejarah Inggris

Selasa, 07 Januari 2020 16:15 Penulis: Dhimas Nugraha
Mengintip Kisah Hidup Reynhard Sinaga, Mahasiswa Indonesia yang Tersandung Kasus Pemerkosaan Terbesar dalam Sejarah Inggris
Reynhard Sinaga © manchestereveningnews.co.uk


Kapanlagi Plus - Nama Reynhard Sinaga menghebohkan publik Tanah Air. Sosoknya mencuat setelah penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian Manchester terhadap warga negara Indonesia asal Depok itu.

Diketahui, Reynhard diduga melakukan tindakan pemerkosaan berantai terhadap lebih dari 190 pria di Manchester, Inggris. Reynhard diputuskan bersalah dan divonis hukuman seumur hidup.

Kini Reynhard bakal menghabiskan waktunya seumur hidup di penjara di Inggris. Lantas, siapa sebenarnya sosok Reynhard Sinaga ini? Simak ulasannya di sini!

 

1. Berasal Dari Keluarga Kaya

Bernama lengkap Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga, ia lahir di Jambi pada 19 Februari 1983 dan kemudian menetap bersama dengan keluarganya di Depok, Jawa Barat.

Reynhard Sinaga berasal dari keluarga kaya yang tinggal di Depok. Melansir dari Dailymail, Reynhard tak pernah hidup kekurangan selama tinggal di Manchester, mengingat biaya hidup di sana cukup mahal.

Selain itu, selama di Manchester, Reynhard selalu mendapat kiriman uang dari orangtuanya. Diketahui, orantuanya adalah seorang pengusaha sawit dan juga properti.

Sumber tersebut juga mengatakan jika Reynhard kerap kali menyambangi beberapa kelab malam di sekitar Manchester. Bahkan, beberapa sumber menyebut, dalam sepekan Reynhard sering bergonta-ganti pasangan.

"Keluarganya sangat kaya, sehingga dia tidak pernah bekerja dan dia akan selalu keluar setiap minggu dengan orang yang berbeda, itu yang aku ingat," kata seorang sumber dikutip Dailymail.

2. Kehidupan di Indonesia

Tak banyak diketahui tentang kehidupan masa kecil atau masa Reynhard selama berada di Indonesia. Dilansir dari The Guardian, dari penuturan teman-temannya, Reynhard Sinaga adalah orang yang tertutup.

Ia tak pernah menceritakan kehidupan pribadinya kepada teman-temannya. Bahkan, tak ada yang tahu jika Rey juga memiliki saudara. Mereka hanya mengetahui jika Reynhard berasal dari keluarga kaya.

Mengutip Brilio.net, Reynhard memiliki dua orang adik, perempuan dan laki-laki. Ketika pulang ke Indonesia, Rey lebih memilih untuk menutupi homoesksualitasnya. Ia mengaku akan berpenampilan yang lebih netral saat mengunjungi keluarganya.

Setelah pindah ke Britania Raya, Reynhard pernah diminta pulang ke Indonesia karena ingin dijodohkan dengan gadis pilihan orangtuanya. Namun, ia pun menolak ajakan tersebut dan semakin betah berada di Manchester.

3. Sekolah di Manchester

Melansir dari Merdeka.com, sebelum ke Britania Raya, Reynhard menempuh pendidikan S-1-nya di Universitas Indonesia. Diketahui, ia adalah lulusan jurusan arsitektur.

Setelah lulus dari UI, di tahun 2007 Reynhard bertolak ke Inggris untuk melanjutkan pendidikannya saat berusia 24 tahun. Memakai visa pelajar, Reynhard menempuh studi perencanaan kota di Univesity of Manchaster sampai 2009, dan juga jurusan sosiologi di tahun 2011.

Tahun 2012, Reynhard sempat menjalani pendidikan S-3 jurusan geografi manusia di Universitas Leeds, namun tidak selesai.

Kemudian pada Agustus 2016, reynhard sempat mengajukan tesis yang berjudul "Sexuality and everyday transnationalism among South Asian gay and bisexual men in Manchester". Ia pun tak lulus dan harus merevisi tesis miliknya.

4. Terbuka Sebagai Gay Hingga Aksi Perkosa Pria

Selama berada di Manchester, Reynhard secara terang-terangan mengaku jika dirinya adalah seorang homoseksual. Melansir dari The Guardian, beberapa temannya mengatakan jika ia sering berganti teman sekamar di apartemennya.

The Guardian menyebutkan, orientasi seksual Reynhard ini tak pernah ia tutupi. dengan sering terlihat di Canal Street maupun Gay Village.

Salah satu teman Reynhard yang tinggal di Gay Village, Manchester, memberikan julukan kepadanya sebagai "Predator Setan", bersuara lembut dan berkacamata tebal.

Perilaku bejat Reynhard ini dilakukan di apartemen yang ia sewa di Montana House. Sebelum membawa mangsanya ke dalam apartemen, Reynhard terlebih dulu memberikan minuman beralkohol yang ia campur dengan obat bius.

Ketika mangsanya tak sadarkan diri, Reynhard kemudian membawanya ke dalam apartemennya untuk kemudian melancarkan aksinya. Selama melancarkan aksi bejatnya, Reynhard beberapa kali mendokumentasikannya. Bahkan, beberapa korban ada yang dikirimkan hasil rekaman tersebut.

Reynhard sendiri sebenarnya sudah melancarkan aksinya sejak tahun 2015-2017. Itupun berdasarkan dari video barang bukti yang ditemukan oleh pihak kepolisian Manchaster.

"Apa yang dia lakukan pada tahun-tahun berikutnya tidak diketahui dan mungkin ada lebih banyak korban." ujar salah seorang sumber.

5. Kasus Hukum dan Penjara Sumur Hidup

Salah seorang korban akhirnya melaporkan aksi Reynhard ke polisi. Dan pada tahun 2017, Reynhard pun akhirnya ditangkap. Reynhard terbukti bersalah atas kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap 48 pria di Manchester, Inggris.

Melansir dari BBC, reynhard sudah menjalani empat sidang terpisah. Pertama pada tanggal 1 juni-10 Juli 2018 (13 korban), 1 April-7 Mei 2019  (12 korban), 16 September-4 Oktober (10 korban), dan Desember 2019 (13 korban).

Reynhard Sinaga dikenai 136 dakwaan pemerkosaan, 13 dakwaan serangan seksual, 8 dakwaan percobaan pemerkosaan, dan 2 dakwaan serangan seksual dengan cara penetrasi.

6. Kasus Perkosaan Terbesar di Inggris

Kasus ini menjadi yang terbesar dalam sejarah kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual di Inggris. Deputi Jaksa North West, Ian Rushton, menjatuhkan hukuman seumur hidup untuk Reynhard. Ian Rushton menyebutkan, selama proses persidangan tak nampak raut penyesalan dari Reynhard.

Reynhard Sinaga justru memasang raut wajah keangkuhan karena mengetahui sang ibu telah menyewa pengacara mahal untuk membuatnya bebas dari jeratan hukum

Ian Rushton juga mengatakan jika Reynhard adalah seorang pemerkosa paling produktif dalam sejarah Inggris.

"Reynhard Sinaga adalah pemerkosa paling produktif dalam sejarah Inggris," kata Deputi Jaksa North West Ian Rushton.

(kpl/DIM)

Editor:

Dhimas Nugraha



MORE STORIES




REKOMENDASI