Negosiasi Adalah Salah Satu Cara Menyelesaikan Konflik Kepentingan, Pahami Tahapan dan Manfaatnya

Rabu, 16 Desember 2020 17:22 Penulis: Puput Saputro
Negosiasi Adalah Salah Satu Cara Menyelesaikan Konflik Kepentingan, Pahami Tahapan dan Manfaatnya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Manusia hidup sebagai makhluk sosial yang artinya tidak bisa hidup sendiri. Terbukti, setiap orang selalu membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam interaksi sosial inilah sering kali terjadi konflik akibat perbedaan kepentingan. Tapi, untungnya ada banyak cara menyelesaikan konflik. Negosiasi adalah salah satu caranya.

Secara umum, negosiasi merupakan salah satu metode menyelesaikan konflik antara dua orang atau kelompok. Negosiasi sering kali diartikan sebagai kegiatan berunding. Negosiasi adalah cara yang biasa ditempuh orang atau kelompok yang berkonflik untuk mencapai kesepakatan. Selain itu, negosiasi dipilih untuk memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan kerugian di kedua pihak.

Negosiasi sering kali dianggap sebagai suatu keahlian yang belum tentu dimiliki oleh setiap orang. Benarkah demikian? Dirangkum dari berbagai sumber, simak ulasan mengenai negosiasi berikut ini.

1. Pengertian Negosiasi

Secara etimologis, kata negosiasi berasal dari bahasa Inggris 'to negotiate'. Dalam bahasa Indonesia, kata tersebut berarti membicarakan, merundingkan, atau menawarkan. Sementara pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna kata negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak lain yang bersengketa.

Berdasarkan pemaknaan kata tersebut, secara umum negosiasi dapat diartikan sebagai bentuk interaksi sosial antara beberapa pihak yang sedang bersengketa. Interaksi berupa negosiasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencapai kesepakatan yang sama-sama menguntungkan. Orang atau pihak yang melakukan negosiasi sering disebut sebagai negosiator.

2. Unsur-Unsur Negosiasi

Negosiasi adalah salah satu cara menyelesaikan konflik atau sengketa dari dua pihak atau lebih. Negosiasi biasa dilakukan dalam kegiatan berunding atau berdiskusi demi tercapainya kesepakatan. Dalam kegiatan negosiasi terdapat unsur-unsur yang harus terpenuhi. Adapun unsur-unsur tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Pihak yang terlibat konflik atau sengketa.

2. Hubungan atau interaksi sosial di antara kedua belah pihak.

3. Komunikasi yang terjalin intensif untuk mencapai kesepakatan.

4. Alternatif cara penyelesaian masalah.

5. Opsi realistis berupa penawaran-penawaran untuk kesepakatan

6. Klaim yang sah atas keputusan yang disepakati.

3. Tujuan Negosiasi

Negosiasi merupakan salah satu bentuk interaksi sosial. Namun tak seperti interaksi sosial biasanya, negosiasi dilakukan dengan sejumlah tujuan. Adapun tujuan dari dilakukannya suatu negosiasi adalah sebagai berikut.

1. Untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara menemukan solusi yang tepat dan efektif.

2. Untuk mencapai suatu kesepakatan yang dianggap menguntungkan semua pihak.

3. Untuk mencapai suatu kondisi yang saling menguntungkan, pihak-pihak yang bernegosiasi atau dengan kata lain kedua belah pihak mendapatkan manfaat (win-win solution).

4. Manfaat Negosiasi

Sebagai salah satu bentuk interaksi sosial yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sengketa, negosiasi juga membawa banyak manfaat. Adapun manfaat dari negosiasi adalah sebagai berikut.

1. Negosiasi bermanfaat dalam menciptakan kesepakatan yang saling menguntungkan bagi pihak yang terlibat dalam negosiasi.

2. Negosiasi juga berpotensi menciptakan kerja sama antara satu pihak dengan pihak lain untuk mencapai tujuan masing-masing.

3. Negosiasi juga berperan dalam menciptakan interaksi yang positif antara pihak-pihak yang bernegosiasi. Dengan begitu, kesempatan menjalin kerja sama semakin luas dan bisa menguntungkan banyak orang.

4. Negosiasi turut membangun situasi yang saling pengertian antara pihak-pihak yang bernegosiasi. Pasalnya, kedua belah pihak akan berusaha menemukan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan.

5. Tahapan dalam Negosiasi

Negosiasi bukanlah interaksi sosial biasa. Untuk mencapai tujuan dan kesepakatan tertentu, negosiasi juga harus melalui proses atau tahapan yang panjang. Adapun tahapan dalam proses negosiasi adalah sebagai berikut.

1. Tahap Persiapan dan Perencanaan
Persiapan dan perencanaan menjadi tahapan yang paling mendasar dalam kegiatan negosiasi. Tahapan ini meliputi proses mengumpulkan data untuk mendukung argumen masing-masing pihak saat melaksanakan negosiasi. Selanjutnya, proses penyampaian argumen juga harus dilakukan dengan bijaksana.

2. Menentukan Aturan
Tahapan yang kedua yaitu menentukan aturan. Dalam kegiatan negosiasi harus ada garis besar atau aturan-aturan yang jelas. Aturan-aturan ini biasanya meliputi: siapa yang akan menjadi bagian dari negosiasi dan masalah apa yang akan dinegosiasikan.

3. Penjelasan
Pada tahap ini, masing-masing pihak yang bernegosiasi akan menjelaskan pendapatnya. Masing-masing pihak bisa memberikan data atau pemaparan yang jelas untuk mempertahankan argumennya.

4. Tawar-menawar dan Penyelesaian Masalah
Setelah tahapan penjelasan, selanjutnya adalah tahap tawar-menawar dan penyelesaian masalah. Pada tahapan ini, akan mulai dicari solusi. Kedua pihak akan saling fokus pada masalah dan kepentingan bersama untuk mencapai kesepakatan.

5. Penutupan dan Implementasi
Tahapan terakhir dari proses negosiasi adalah penutupan dan implementasi. Tahapan ini berlangsung ketika kesepakatan telah diputuskan bersama. Dalam tahapan ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Beberapa hal tersebut, antara lain:

1. Dokumen yang berisi kesepakatan bersama

2. Meneliti kembali pon-poin utama dari kesepakatan. Tujuannya untuk menghindari adanya salah pengertian di kemudian hari.

3. Uraikan dengan jelas semua ketetapan dari persetujuan yang telah disepakati.

4. Dokumentasikan kesepakatan secara tertulis. Beri kesempatan kedua pihak untuk membaca dan menandatangani dokumen berisi kesepakatan tersebut.

Itulah di antaranya ulasan mengenai negosiasi adalah satu bentuk interaksi sosial untuk mengatasi konflik kepentingan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan.

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI