65 Kata-Kata Wira Nagara yang Menyentuh Hati, Tentang Cinta - Kopi

Senin, 11 Januari 2021 13:22 Penulis: Dhia Amira
65 Kata-Kata Wira Nagara yang Menyentuh Hati, Tentang Cinta - Kopi
Wira Nagara (credit: © KapanLagi.com/Nurwahyunan)


Kapanlagi Plus - Wira Nagara adalah salah satu komika Indonesia yang memiliki nama lengkap Wira Setianagara. Ia memiliki nama lengkap Wira Satianagara. Walaupun seorang komedian, mempunyai ciri khas yang puitis, tetapi tetap lucu. Sehingga tidak heran bila ia sering membuat kata-kata puitis. Dan kata-kata Wira Nagara ini sering loh bikin para penggemarnya baper.

Pria kelahiran Batang, Jawa Tengah, 21 November 1992 ini dikenal sangat cerdas merangkai kata-kata romantis dan indah. Kumpulan kata-kata Wira Nagara tersebut dituangkan ke dalam bukunya Distilasi Alkena dan Disforia Inersia yang sukses membuat pembaca terhibur. Bahkan terkadang Wira Nagara juga sering membuat kata-kata puitis di sosial media miliknya.

Dan kira-kira seperti apa ya kata-kata Wira Nagara yang menyentuh hati dan puitis tersebut? Dilansir dari berbagai sumber, inilah kata-kata Wira Nagara. Yuk langsung saja dicek KLovers.

 

 

1. Kata-kata Wira Nagara yang Menyentuh Hati

Kata-kata Wira Nagara yang pertama yaitu, ada kata-kata yang menyentuh hati. Walaupun seorang komedian, Wira Nagara nyatanya mampu membuat kata-kata yang menyentuh hati loh. Dan berikut ini beberapa kata-kata Wira Nagara yang menyentuh hati.

  1. "Sebab tujuan mencintai adalah merelakan pergi. Mengingat untuk melupakan, bahagia untuk menangisi."
  2. "Cinta tak selamanya tentang kepemilikan. Tapi cinta adalah tentang keikhlasan. Terima kasih untuk segala rasa."
  3. "Tak perlu memaksakan cinta, sebab hati selalu menemukan pemiliknya."
  4. "Aku ingin sibuk sesibuk-sibuknya untuk sukses sesukses-suksesnya. Agar kau percaya penyesalan bisa datang bersamaan dengan perpisahan."
  5. "Sakit saat mencintai kembali, jauh lebih nikmat daripada luka atas masa lalu yang masih melekat. Melangkahlah, sudah saatnya berpindah."
  6. "Terima kasih telah memberi pelajaran, bahwa setiap luka akan menambah ketabahan dan selalu ada keindahan untuk dikisahkan."
  7. "Keadaan bukanlah alasan menyerah, sebab cinta tak akan pernah kalah. Teruslah berusaha, karena waktu akan menjawab semuanya."
  8. "Biar masa lalu jadi kenangan, usah kau ungkit segala kesalahan. Jadikan pelajaran, hatimu akan dikuatkan"
  9. "Mengerti sembari menanti. Semua punya porsi, ditempatkan di mana pada berapa itu urusan hati. Sabar itu perlu, berjuang saja dulu."
  10. "Aku mengingatmu sebagai jalan buntu. Kaulah labirin terindah di mana cintaku rela tersesat tanpa perlu diselamatkan."
  11. "Sering aku memandang langit mencoba temukan doa yang kau ucap sebelum tidur. Entah kepada siapa, asal menentramkanmu, aku aminkan selalu."
  12. "Berjalanlah, ambil sisa tawamu yang tertinggal di masa lalu. Semua orang berhak bahagia, termasuk kamu."
  13. "Jadi, sudah sarapan? Atau masih mengharap balas pesan? Tinggalkan! Buat apa menunggu, lebih baik kau isi tenaga untuk cinta yang baru."
  14. "Dibanding kepergianmu, senja jauh lebih paham cara berpamitan."

2. Kata-kata Wira Nagara Tentang Kopi

Bagi kalian pecinta kopi, maka ada banyak loh kata-kata Wira Nagara tentang kopi. Yup! Nyatanya komedian yang satu ini suka banget loh dengan kopi. Kesukaannya terhadap kopi, membuat Wira Nagara mendapatkan beberapa inspirasi berupa kata-kata yang puitis. Dan berikut ini beberapa kata-kata Wira Nagara tentang kopi.

  1. "Kopi bersanding lara. Di hadapan pahitnya, kita setara."
  2. "Kopi adalah kawan, dengan pahit yang selalu mampu mengaduk perasaan."
  3. "Kopi pagi ini pun beradu. Mengaduk pedih menyalakan rindu."
  4. "Hidup adalah bagaimana menikmati serta menyikapi. Seperti kopi. Ada yang suka merayakan pahitnya di sejuknya alam, ada yang memilih tenggelam syahdunya di kedai hingga larut malam. Semua tergantung selera."
  5. "Kopi laksana singgasana paling indah untuk mensyukuri irama waktu. Dan bila kau tak suka, bukan berarti aku membencimu."
  6. "Justru cinta akan abadi dengan saling menghargai. Tidak memaksa namun saling merasa. Memeluk ragam bukan seragam. Coba bayangkan, kita bergantian menikmati kopi dengan cara masing-masing. Kau ku ajak ke alam terbuka, aku ajak ke kedai-kedai kota. Aku jelas mau, sekarang bagaimana kamu."

3. Kata-kata Wira Nagara Tentang Rindu

Kemudian selanjutnya ada pula kata-kata Wira Nagara tentang rindu. Kata-kata ini cocok banget buat kalian yang sedang rindu berat dengan si doi. Yuk langsung saja dicek KLovers.

  1. "Aku tak pernah menyesal akan keputusan mu memilihnya. Yang aku sesalkan, tiada setitik pun kesempatan bagiku untuk membuatmu bahagia."
  2. "Kesalahanku adalah tak pernah merasa, bahwa untukku kau tak pernah punya cinta."
  3. "Senja tak pernah salah hanya kenangan yang membuatnya basah."
  4. "Kesalahanku, menjadikan mu alasan segala rindu."
  5. "Hatimu gumpalan awan. Terbang berpindah perasaan, dengan senja kau janjikan mendung kau tinggalkan."
  6. "Menangis lah, karena air mata bukan tanda kelemahan, tetapi bukti bahwa kita masih memiliki perasaan."
  7. "Hingga akhirnya tak ada lagi saling sapa akibat kegagalan menanggapi rasa."
  8. "Ada yang menjalin hubungan jarak jauh, ada pula yang sebenarnya tak berjarak namun tetap terasa jauh."
  9. "Waktu pun mengurai tetesan hujan menjadi bulir-bulir kenangan. Ia menelusuk tanpa permisi menuju nurani."
  10. "Bukan kehilangan yang kita sesali, tapi terlupakan begitu cepatlah yang kita tangisi."
  11. "Bagaimana mungkin aku pergi jika bayanganmu masih saja menghiasi mimpi?"
  12. "Menangis lah tanpa mengada-ada. Rasakan setiap bulir air mata. Sedih jangan dilawan, perih ada untuk dirasakan."
  13. "Setabah apa pun kamu, pertemuan adalah gerbang menuju perpisahan. Terima saja, bahagia ada untuk menjemput kesedihan."
  14. "Bagaimana mungkin aku menjauh jika hanya padamu keangkuhanku meluluh?"
  15. "Bukan perih yang aku ratapi, tapi pengertian yang tak pernah kau beri."

4. Kata-kata Wira Nagara Tentang Kesedihan

Kemudian ada pula kata-kata Wira Nagara tentang kesedihan dalam percintaan. Dan berikut ini beberapa kata-kata Wira Nagara tentang kesedihan.

  1. "Kau sedih aku datang, aku sedih kamu hilang. Basa-basi kau tanggapi namun diam saat aku ajak pergi."
  2. "Tiada rencana namun selalu saja: menaruh perasaan pada seorang yang tak terkesan. Pilu hati ingin berpemilik namun yang ditaksir tak pernah tertarik."
  3. "Kau tidak benar-benar ingin menemuiku, kau hanya butuh beberapa foto baru untuk unggahanmu."
  4. "Rinduku lembaran angka di soal ujianmu. Lupa rumus dan membuat kepikiran terus."
  5. "Kita laksana bianglala, berputar menebar bahagia seakan semua baik-baik saja lalu lupa bahwa poros gerak kita tetap diam dan tak ke mana-mana."
  6. "Setiap chat bisa sampai tengah malam, diajak ketemu berdalih chat-nya tenggelam. Hebat."
  7. "Mungkin dia masih mencintaimu namun hidupnya sudah bukan milikmu."
  8. "Untukmu yang menikah hari ini, teriring doa semoga tercukupi segala yang didamba. Maaf bila banyak salah selama bersama; selamat berbahagia, terima kasih pernah ada."
  9. "Aku sangka kau tertarik padaku, ternyata kau hanya tak enak bila membiarkan pesanku. Mantap nian, pagiku beku dihantam kenyataan."
  10. "Dari semua tempat jauh yang kujangkau, tujuan akhirku tetap menuju engkau."
  11. "Jangan terlalu jauh bila baru dekat. Pelan saja menikmati, bila benar mau tinggal dia akan kembali tanpa perlu memohon berulang kali.
  12. "Online-mu bukan untukku."
  13. "Setelah setiap sedihmu aku dengar dan sepimu aku temani, kau masih tak merasa bahwa padamu aku menyimpan rasa."
  14. "Terlalu banyak harap yang melintas, terlalu sedikit pesan yang terbalas."
  15. "Penolakan demi penolakan kutelan dan hatiku kini terlalu kenyang. Biar aku menepi sejenak, meraba kemungkinan bila kelak sayangku kembali hilang."

5. Kata-kata Wira Nagara Tentang Cinta

Dan kata-kata Wira yang terakhir yaitu tentang cinta. Semua kata-kata Wira Nagara di atas memang kebanyakan tentang sebuah perjalanan cinta yang sedih dan bikin galau. Namun ini ada beberapa kata-kata Wira Nagara tentang perjalanan cinta. Yuk langsung saja dicek KLovers.

  1. "Kusisipkan simbol tawa dalam sedih yang kutahan untuk menanggapi pesanmu, yang baru saja bercerita indahnya punya kekasih baru."
  2. "Ternyata bagi yang terbiasa sedih, bahagia adalah sebuah masalah."
  3. "Kalau sudah tahu posisimu bukan yang utama, kenapa masih kau keluhkan balas pesan terlalu lama?"
  4. "Dan kau masih menatap layar di genggaman. Berharap sebuah nama muncul membalas tanya dari gelisah seharian tanpa kabarnya."
  5. "Hatimu itu; biar aku berjuang masuk dan berdesakan dengan banyak orang. Bukan perkara menang atau kalah, hanya ingin membuktikan bahwa untukmu aku tak akan menyerah."
  6. "Dia suka mengopi, tapi tidak bersamamu. Dia suka jalan-jalan, tapi bukan jalan denganmu. Dia suka apa saja yang juga kau suka, tapi dia tidak menyukaimu."
  7. "Kau tahu beda langit malam dengan arah hubungan kita? Tidak ada. Keduanya sama-sama gelap."
  8. "Ada yang sibuk sampai lupa mengabari, ada yang berkabar sampai lupa kesibukan. Ada pula yang sibuk enggan berkabar tak mau."
  9. "Kemarin senang-senang sampai saling panggil sayang, sekarang sudah lenyap tiada kabar sebatas ucap nyatanya hambar."
  10. "Kita sulit melupa karena pernah bahagia bersama, lalu susah melangkah sebab ragu akan pengganti, kemudian teringat yang lama tak bisa diajak kembali."
  11. "Dan kita mencari-cari sinyal seakan tiada hidup di sekitar. Padahal tetap nihil pesan masuk, lagi-lagi sunyi yang pelan merasuk."
  12. "Selalu ada sunyi yang tertinggal begitu lama setelah berpisah dari pertemuan penuh kesan."
  13. "Nikmatilah perhatian dengan tak menyia-nyiakan, selagi ada seseorang yang selalu ada."
  14. "Remuk sudah, remuk. Tiada sempat terberi: waktu, yang telah di detikkan dan di detakkan. Kau hilang, muncul di hati orang tak lama berselang."
  15. "Dibanding kepergianmu, senja jauh lebih paham cara berpamitan."
Itulah 65 kata-kata Wira Nagara yang bikin baper tentang cinta hingga kopi yang menyentuh hati. Tidak heran bila Wira Nagara begitu populer diantara kaum muda yang tersentuh dengan kata-kata puitisnya.

 

 

 

(kpl/dhm)

Editor:

Dhia Amira



MORE STORIES




REKOMENDASI