Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Hernia merupakan kondisi yang terjadi saat organ tubuh terutama pada bagian usus perut terlihat menonjol karena tekanan tertentu. Kondisi tersebut dapat terjadi karena jaringan ikat tubuh tak cukup kuat menahan organ di dalamnya untuk tetap berada pada posisinya hingga sebabkan hernia. Penyebab hernia sendiri dapat terjadi karena kondisi medis tertentu.
Meski terdengar asing, namun hernia menjadi gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada siapa pun tanpa terbatas usia. Hernia juga umum dikenal dengan istilah turun berok baik pada wanita ataupun pria. Kondisi ini bisa dialami karena berbagai faktor tertentu yang sebagian besar tak disadari banyak orang.
Sebut saja mulai dari aktivitas harian seperti angkat beban berat atau bahkan gaya hidup tak sehat bisa memicu terjadinya hernia. Melansir dari hellosehat.com, hernia biasanya muncul pada bagian perut sekitar antara dada dan pinggul atau bahkan pada area paha dan pangkal paha atas.
Advertisement
Saat mengalami hernia, beragam gejala bisa dirasakan seperti rasa nyeri dan sakit, tidak nyaman pada bagian area menonjol, tekanan pada perut, sakit dada serta gangguan pencernaan. Untuk itulah pentingnya memahami penyebab hernia agar mengurangi dampak lebih lanjut terkait gangguan kesehatan ini.
Adapun untuk mengetahui penyebab hernia terdapat dalam beberapa poin di bawah ini. Berikut penyebab hernia yang penting dipahami bisa terjadi karena kondisi medis tertentu atau bahkan karena kebiasaan harian.
(credit: freepik.com)
Sebelum mengetahui penyebab hernia yang bisa terjadi karena kondisi medis tertentu, penting juga memahami jenis-jenis hernia. Adapun jenis-jenis hernia tersebut terdapat dalam pembahasan di bawah ini. Hernia tersebut dibagi dalam lima jenis yang dilansir dari webmd.com.
Hernia inguinal: hernia jenis ini biasanya terjadi pada pangkal paha yang muncul secara tiba-tiba. Melansir dari webmd.com, hernia inguinalis membyat usus atau kandung kemih menonjol melalui dinding perut atau ke dalam saluran inguinalis pada selangkangan.
Hernia insisional: hernia jenis ini terjadi karena usus mendorong melalui dinding perut yang berada di lokasi operasi perut sebelumnya. Kondisi ini bisa terjadi setelah melakukan operasi tertentu terutama pada bagian perut. Biasanya hernia insisional terjadi pada usia lanjut serta lebih rentan terhadap berat badan berlebih.
Hernia femoral: hernia femoral terjadi karena usus yang memasuki saluran yang membawa arteri femoralis ke paha atas. Kondisi ini biasanya dialami pada perempuan terutama rentan terhadap perempuan hamil dan memiliki berat badan berlebih.
Hernia umbilikus: hernia ini terjadi pada area sekitar pusar. Hal tersebut dapat terjadi karena sebagian usus mendorong dan mencuat pada dinding perut hingga mengalami hernia. Biasanya kondisi ini sering dialami pada bayi baru lahir serta perempuan dengan berat badan berlebih.
Hernia hiatus: hernia jenis ini terjadi saat perut bagian atas menonjol melalui hiatus, sebuah lubang yang berada di diafragma serta dilalui esofagus. Melansir dari sumber terpercaya hernia ini biasanya sering terjadi pada usia lanjut.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(credit: freepik.com)
Penyebab hernia yang pertama dapat terjadi karena berat badan berlebih. Seperti diketahui berat badan berlebih dapat menimbulkan beragam masalah kesehatan tertentu termasuk hernia. Kondisi ini dapat terjadi karena berat badan berlebih menyebabkan perut menjadi besar dan melebar hingga memberikan tekanan pada dinding perut.
Kondisi ini dapat menyebabkan dinding perut lemah hingga rentan mengalami hernia. Saat tekanan yang terjadi semakin parah maka menyebabkan bagian usus keluar pada posisinya hingga menimbulkan hernia. Konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menangani masalah tersebut.
Advertisement
Penyebab hernia selanjutnya dapat terjadi karena tubuh mengangkat benda berat. Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan hingga memicu mengalami hernia. Melansir dari thesurgerygroup.com, hernia tersebut dapat terjadi karena peningkatan tekanan yang terjadi pada rongga perut. Alhasil membuat area pada dinding perut melemah hingga menyebabkan organ pada bagian tersebut menonjol.
Biasanya hernia yang terjadi adalah hernia jenis inguinalis. Namun tidak menuntut kemungkinan aktivitas ini juga bisa memicu hernia jenis lainnya. Untuk itu pemeriksaan lebih lanjut diperlukan agar mengatasi masalah ini.
Penyebab hernia juga bisa terjadi karena mengalami batuk. Seperti diketahui saat tubuh mengalami batuk sejumlah organ tubuh lainnya mengalami ketegangan dan mendapat tekanan. Kondisi ini bisa memicu hernia pada tubuh terutama jenis hernia inguinalis. Sebab tekanan yang muncul saat batuk terutama pada rongga perut bisa memberi memicu terjadinya hernia akibat lemahnya dinding perut atau jaringan ikat tubuh tak kuat menahan organ di dalamnya. Untuk itu pemeriksaan lebih lanjut diperlukan agar mengatasi masalah ini.
(credit: freepik.com)
Penyebab hernia yang penting dipahami lainnya dapat terjadi karena sebelumnya pernah melakukan operasi terutama pada bagian perut. Melansir dari thesurgerygroup.com, jika operasi sebelumnya tidak sembuh dengan baik maka akan membuat jaringan otot melemah hingga memicu terjadinya hernia. Hernia yang mungkin terjadi biasanya adalah jenis hernia insisional. Hernia tersebut muncul pada lokasi sayatan yang dipicu oleh lemahnya jaringan otot hingga menyebabkan organ di dalamnya menonjol keluar.
(credit: freepik.com)
Penyebab hernia yang paling umum juga dapat dialami karena faktor genetik. Hernia karena faktor genetik ini sering terjadi pada bayi serta anak-anak. Kondisi ini bisa dialami karena lemahnya dinding perut hingga sebabkan munculnya hernia. Riwayat keluarga yang sebelumnya pernah memiliki hernia juga bisa menurun pada anak-anak mereka seperti melansir dari thesurgerygroup.com.
(credit: pixabay.com)
Penyebab hernia selanjutnya bisa terjadi pada perempuan yang tengah hamil. Kehamilan tentunya sangat dinantikan setiap perempuan untuk memiliki buah hati. Namun melewati masa kehamilan diperlukan suatu perjuangan demi kelahiran anak tercinta. Termasuk rentan terhadap gangguan kesehatan tertentu seperti hernia.
Kondisi ini umumnya menyebabkan jaringan otot pada perut melemah serta terjadi peningkatan tekanan. Hal tersebutlah yang bisa memicu perempuan hamil dapat rentan terhadap masalah hernia. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi masalah ini.
(credit: freepik.com)
Penyebab hernia juga dapat dialami sejumlah orang karena sembelit. Sembelit merupakan kondisi yang terjadi saat sulit buang air besar. Ada beberapa gejala sembelit yang dapat dirasakan seperti feses keras, nyeri perut, dan sulit BAB. Kondisi ini juga dapat memicu seseorang mengalami hernia. Sebab saat mencoba buang air besar, pengidap sembelit umumnya mengejan terlalu keras yang menimbulkan tekanan kuat hingga rentan mengalami hernia.
Penyebab hernia dapat terjadi karena aktivitas merokok yang termasuk gaya hidup tidak sehat. Seperti diketahui rokok mengandung beragam zat yang berdampak pada kesehatan tubuh. Salah satunya rentan memicu batuk kronis hingga sebabkan komplikasi gangguan kesehatan lain seperti hernia. Pada poin sebelumnya telah diketahui bahwa penyebab hernia bisa terjadi karena batuk. Penyebab batuk sendiri salah satunya dipicu oleh kandungan zat rokok.
Nah itulah 9 penyebab hernia yang penting dipahami, salah satunya karena kondisi medis tertentu. Konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menangani masalah tersebut secara tepat.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Advertisement
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Jantung pada Urine? Yuk Waspada, Ini Penjelasannya
Aktor Hollywood Val Kilmer, Rekan Main Tom Cruise dalam Film 'TOP GUN' Meninggal Dunia
Apa Itu Post-Holiday Bues Usai Libur Lebaran? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
Rendang hingga Opor, Ini Deretan Masakan Pelengkap Ketupat yang Wajib Ada saat Lebaran
Cara Memasak Rendang agar Daging Empuk dan Santan Tidak Pecah, Tips Sajian Matang Sempurna