Pengertian Teks Observasi dan Penjelasan Ciri - Struktur, Lengkap dengan Contoh

Jum'at, 20 November 2020 11:10 Penulis: Puput Saputro
Pengertian Teks Observasi dan Penjelasan Ciri - Struktur, Lengkap dengan Contoh
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Saat masih belajar di sekolah dulu kita mengenal beberapa jenis teks, salah satunya teks laporan hasil observasi. Jenis teks ini cukup sering kita jumpai di berbagai buku. Sesuai dengan namanya, teks observasi ditulis berdasarkan fakta yang ditemukan saat melakukan kegiatan observasi atau pengamatan. Artinya, teks observasi tidak boleh ditulis secara asal-asalan.

Teks observasi harus ditulis oleh seseorang yang langsung terjun ke lapangan dan melakukan observasi. Dengan begitu, teks laporan hasil observasi bisa memuat informasi yang lengkap tentang objek yang sedang diamati. Ada berbagai objek pengamatan yang bisa diangkat dalam teks observasi, misalnya kondisi alam, lingkungan, perilaku hewan, tumbuhan, suatu kejadian atau peristiwa, tingkah laku masyarakat, kesenian, dan kebudayaan.

Agar lebih paham lagi, berikut ini ulasan mengenai teks observasi, lengkap dengan ciri-ciri, beserta strukturnya yang dirangkum dari bola.com dan berbagai sumber.

1. Pengertian Teks Observasi

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, teks observasi ditulis berdasarkan fakta dari hasil pengamatan atau penelitian. Teks laporan hasil observasi memberikan informasi yang bersifat umum tentang sesuatu objek pengamatan. Objek pengamatan tersebut bisa berupa alam, benda, tumbuhan, hewan dan lain sebagainya.

Teks laporan hasil observasi juga sering kali disebut dengan teks klasifikasi. Hal ini dikarenakan, dalam jenis teks observasi juga sering kali menjabarkan klasifikasi kelas dan subkelas dari objek yang diamati.

2. Ciri-Ciri Teks Observasi

Teks observasi bisa dengan mudah diidentifikasi. Pasalnya, teks observasi mempunyai ciri-ciri atau karakteristik khas yang berbeda dengan jenis teks lainnya. Berikut ini beberapa ciri-ciri dari teks observasi.

1. Memuat informasi yang lengkap dan sempurna.

2. Bersifat objektif, global, dan universal.

3. Objek yang akan dibicarakan atau dibahas adalah objek tunggal.

4. Ditulis berdasarkan fakta yang ditemukan selama kegiatan pengamatan dilakukan.

5. Informasi dalam teks observasi dapat dibuktikan kebenarannya.

6. Tidak mengandung unsur prediksi atau dugaan yang menyimpang, atau bahkan tidak sesuai dengan objek pengamatan.

7. Sering kali menunjukkan adanya hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat pada objek pengamatan.

8. Penulis hanya menuliskan fakta-fakta yang dijumpainya. Artinya, penulis tidak menambahkan opini tertentu.

9. Menjelaskan sistem pengelompokkan berdasarkan jenis-jenis dengan melihat ciri atau keadaan objek secara umum.

10. Disajikan secara menarik, baik dari segi pemilihan kata, bahasa penyampaian, isi yang berbobot, dan alur kepenulisan yang logis.

3. Kaidah Kebahasaan Teks Observasi

Perbedaan antara teks observasi dan jenis teks lainnya juga bisa ditinjau dari segi penggunaan bahasa penyampaian. Sebab, teks observasi mempunyai gaya bahasa penyampaian yang khas. Berikut ini beberapa kaidah penggunaan bahasa dalam teks observasi.

1. Menggunakan frasa nomina yang disertai dengan penjenis dan pendeskripsi.

2. Menggunakan verba relasional yang berfungsi menjelaskan. Misalnya: ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, dan sejenisnya.

3. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan suatu perilaku. Misalnya: bertelur, membuat, menghasilkan, dan sebagainya.

4. Menggunakan kata penghubung.

5. Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks.

6. Penggunaan kalimat yang bersifat definisi dan kalimat deskripsi.

7. Menggunakan kata keilmuan atau teknis, sesuai dengan bidang atau objek pengamatan. Misalnya: herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, dan sebagainya.

4. Struktur Teks Observasi

Selain ciri-ciri dan dari segi kaidah kebahasaan,teks observasi juga mempunyai susunan struktur yang khas dan membedakannya dengan jenis teks lainnya. Teks observasi terdiri atas tiga bagian struktur. Ketiga bagian struktur teks observasi tersebut, antara lain sebagai berikut.

1. Bagian pernyataan umum merupakan bagian yang memuat pembukaan. Selain itu, pada bagian ini juga terdapat informasi umum terkait objek pengamatan. Singkatnya, bagian pernyataan umum akan menjelaskan secara garis besar tentang objek tersebut.

2. Bagian deskripsi bagian merupakan bagian dari teks obsrevasi yang di dalamnya terdapat isi, rincian, pembahasan, dan penjelasan mendetail terkait objek.

3. Bagian deskripsi manfaat merupakan bagian yang berisi fungsi atau manfaat dari objek pengamatan.

5. Tujuan Teks Observasi

Teks observasi ditulis berdasarkan hasil kegiatan pengamatan atau observasi. Artinya, penyusunan teks ini pasti mempunyai tujuan tertentu, berikut beberapa tujuan dari penulisan teks observasi.

1. Untuk melaporkan temuan suatu penelitian.

2. Untuk menyajikan informasi terbaru suatu objek.

3. Untuk mengatasi suatu persoalan.

4. Untuk menemukan suatu teknik atau cara terbaru dalam suatu bidang tertentu berkaitan objek.

5. Untuk pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, agar lebih efektif.

6. Untuk mengambil tindakan pengawasan atau perbaikan dari suatu masalah yang berkaitan dengan objek yang diamati.

7. Untuk mengetahui perkembangan dari suatu permasalahan yang berkaitan dengan objek yang diamati.

6. Fungsi Teks Observasi

Selain tujuan khusus, teks observasi juga mempunyai nilai fungsi. Berikut ini beberapa nilai fungsi dari teks observasi.

1. Menjadi bahan penelitian.

2. Menjadi sumber informasi yang kredibel atau dapat dipertanggungjawabkan.

3. Menjadi laporan tugas dari suatu kegiatan pengamatan atau observasi.

4. Menjadi suatu bukti dokumentasi.

5. Menjadi sumber dari perkembangan ilmu pengetahuan.

6. Menjadi dasar dari penyusunan kebijakan atau keputusan untuk memecahkan suatu masalah.

7. Langkah-Langkah Menyusun Teks Observasi

Menyusun teks observasi memang tak bisa dilakukan sembarangan. Meski begitu, menyusun teks ini juga bukanlah hal yang terlalu sulit. Berikut beberapa langkah-langkah panduan menyusun teks observasi.

1. Tentukan objek observasi yang akan diamati.

2. Buat jadwal observasi, agar bisa berjalan sesuai rencana.

3. Mulai lakukan observasi. Untuk mempermudah, siapkan pertanyaan atau poin-poin pengamatan yang akan menjadi fokus dari kegiatan observasi.

4. Catat setiap fakta atau hasil dari kegiatan observasi. Pastikan ketepatan isi, struktur, dan kaidah kebahasaan sesuaikan dengan karakteristik teks observasi. Bila memungkinkan, lengkapi dengan dokumentasi observasi seperti foto atau video.

5. Teliti kembali hasil observasi beserta teks yang telah ditulis. Lakukan perbaikan jika dirasa ada yang kurang tepat, baik dari segi isi maupun bahasa dan kepenulisan.

8. Contoh Teks Observasi

Agar lebih paham dan mengerti, berikut contoh dari teks observasi.

Pemanasan global

Pemanasan global secara istilah sering disebut dengan global warming yakni sebuah proses meningkatnya suhu bumi setiap tahunnya yang diakibatkan meningkatnya gas buang karbon yang salah satunya berasal dari aktivitas industri. Terjadinya pemanasan global akibat adanya efek gas rumah kaca yang berupa gas karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), serta gas metan.

Gas-gas tersebut yang menimbulkan greenhouse effect atau dalam bahasa Indonesianya efek gas rumah kaca pada atmosfer bumi sehingga sinar uv tertahan dari dalam atmosfer. Hal tersebut akan menyebabkan kenaikan suhu rata-rata di bumi. sehingga jika hal ini terjadi dalam jangka panjang, akan mengakibatkan meningkat naiknya air permukaan laut akibat dari es kutub utara dan selatan yang mencair.

Selain itu pemanasan global pun juga diakibatkan oleh penguraiannya ozon (O3) menjadi oksigen (O2) serta unsur O. Jadi ozon tidak bisa menangkal dari sinar UV sehingga secara langsung akan menembus ke permukaan bumi. sedangkan penyebab utamanya sendiri dari efek rumah kaca ini adalah oleh perilaku manusia itu sendiri salah satunya adalah penebangan pohon dan pemakaian listrik secara berlebihan.

Sumber teks: www.romadecade.org

Itulah di antaranya ulasan mengenai teks observasi berikut dengan contohnya. Semoga bermanfaat dan bisa memudahkan kalian saat belajar.

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI