Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Bagi wanita, sangat penting untuk mengetahui masa subur. Oleh sebabnya berikut ini merupakan penjelasan mengenai cara menghitung masa subur setelah haid yang wajib untuk kalian ketahui.
Cara menghitung masa subur ini juga dilakukan bagi seseorang yang ingin segera memiliki buah hati. Dengan mengetahui masa subur, maka besar peluang untuk meningkatkan kehamilan. Berikut ini merupakan cara menghitung masa subur setelah haid yang bisa kalian.
(credit: freepik)
Ada 3 siklus menstruasi pada perempuan, yakni masa menstruasi, fase folikular, dan fase luteal. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini:
Masa Menstruasi
Pada siklus ini, endometrium (rahim) mulai luruh mengeluarkan darah atau yang biasa di sebut dengan menstruasi. Masa menstruasi normal biasanya akan berlangsung selama 4-6 hari. Tiga hari pertama, sebagian besar perempuan akan kehilangan darah menstruasi. Adapun beberapa ciri menstruasi yang di rasakan oleh perempuan seperti kram di panggul, kaki, dan punggung. Kram saat menstruasi dikarenakan Rahim sedang berkontraksi akibat meluruhkan darah.
Fase Folikular
Siklus kedua yakni fase folikular. Selama fase folikular, foliker telur pada ovarium siap melepaskan telur. Biasanya, setiap siklus akan melepaskan satu telur. Proses ini bisa memakan waktu yang sebentar atau lama dan memainkan peran penting pada berapa lama siklus. Pada saat yang sama, rahim mulai menumbuhkan endometrium baru untuk mempersiapkan terjadinya kehamilan.
Fase Luteal
Sikluas mestruasi yang ketiga adalah fase luteal yang dimulai pada saat ovulasi, ketika telur dilepaskan dari folikel telur di ovarium. Proses ini bisa terjadi kapan saja dari hari ke 7-22 dari siklus menstruasi yang normal. Jika sel telur dibuahi oleh sperma, lalu menempel pada endometrium, proses kehamilan dimulai. Jika sel telur tidak dibuahi, endometrium akan luruh.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(credit: freepik)
Berikut ini merupakan cara menghitung masa subur dengan menggunakan beberapa metode di bawah ini. Pada dasarnya, sel telur harus dibuahi dalam waktu 12-24 jam setelah ovulasi. Karena itulah, penting untuk mengetahui kapan wanita berada pada masa paling subur. Inilah cara menghitung masa subur dengan rumus berikut:
-Pertama-tama catat tanggal haid kalian untuk mengetahui siklus terpendek menstruasi kalian Misal: 27 hari. Kurangi angka ini dengan 18. Hasilnya: 9. Angka ini adalah hari pertama saat kalian berada pada posisi paling subur.
-Kedua, ketahui siklus terpanjang menstruasi kalian. Misal: 30 hari. Kurangi angka ini dengan angka 11. Hasilnya: 19. Angka ini adalah hari terakhir saat Anda paling subur.
Dengan demikian jika siklus kalian rata-rata adalah 27-30 hari, maka kalian akan mengalami masa subur pada hari ke-9 hingga 19.
Advertisement
(credit: freepik)
Selain itu, adapun tanda-tanda masa subur pada wanita yang perlu kalian ketahui. Selain menghitung masa subur, tanda-tanda masa subur ini dapat membantu dalam mengetahui masa subur kalian:
-Keluar Lendir dari Mulut Rahim
Kondisi keluar lendir pada mulut lahir bisa menjadi tanda masa subur kalian. Lendir ini ditandai dengan warna bening, licin, dan elastis. Seperti pada putih letur yang masih mentah.
-Lebih Bergairah
Tanda masa subur selanjutnya ditandai dengan perasaan yang lebih bergairah dari biasanya. Hal ini di tandai dengan lebih bersemangat, dan lebih mudah bersosialisasi saat masa subur.
-Suhu Basal Tubuh Meningkat
Suhu basal merupakan suhu tubuh ketika bangun di pagi hari. Normalnya, suhu basal seseorang 35,5-36,6 derajat celcius. Naiknya suhu basal bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami ovulasi.
-Nyeri Perut atau Bagian Punggung
Tanda selanjutnya bisa di tandai dengan nyeri bagian perut maupun punggung. Beberapa wanita merasakan hal tersebut di sekitar masa ovulasinya.
(credit: freepik)
Selain mengetahui cara menghitung masa subur beserta tanda masa suburnya, ada baiknya juga kalian mengetahui tips menjaga kesuburan seperti berikut ini:
-Hindari Lemak Trans
Menghindari lemak sangatlah penting untuk meningkatkan kesuburan bagi wanita. Oleh sebabnya kalian perlu menghindari lemak trans yang mengakibatkan risiko infertilitas ovulasi yang berdampak pada sensivitas insulin.
-Rutin Berolahraga
Olahraga merupakan salah satu tips menjaga kesuburan pada wanita. Hal ini dikarenakan agar cepat hamil dan memiliki tubuh yang sehat. Ada baiknya berolahraga selama satu jam, dalam satu minggu, bisa mengurangi risiko infertile sebanyak 5 persen. Namun, yang terpenting jangan berolahraga secara berlebihan.
-Kurangi Stres
Stress salah satu yang dapat memicu menurunkan kemungkinan untuk hamil. Hal ini karena perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh saat sedang stress. Oleh karenanya, sangat penting dalam mengurangi stress.
-Konsumsi Produk Susu
Produk susu berlemak tinggi dapat meningkatkan kesuburan wanita. Ada baiknya mengonsumsi susu berlemak tinggi sebanyak lebih dari satu kali, setiap hari.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/dtm)
Advertisement
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Jantung pada Urine? Yuk Waspada, Ini Penjelasannya
Aktor Hollywood Val Kilmer, Rekan Main Tom Cruise dalam Film 'TOP GUN' Meninggal Dunia
Apa Itu Post-Holiday Bues Usai Libur Lebaran? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
Rendang hingga Opor, Ini Deretan Masakan Pelengkap Ketupat yang Wajib Ada saat Lebaran
Cara Memasak Rendang agar Daging Empuk dan Santan Tidak Pecah, Tips Sajian Matang Sempurna