Anak Bisa Terpapar Virus Corona Covid-19, Kenali Tanda dan Gejalanya

Senin, 27 April 2020 12:22 Penulis: Dita Tamara
Anak Bisa Terpapar Virus Corona Covid-19, Kenali Tanda dan Gejalanya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Bermula virus corona ini menjangkiti kota Wuhan, China pada akhir Desember lalu. Hingga saat ini, virus corona masih terus menghantui di beberapa negara-negara di dunia. Virus corona memang virus yang dapat menyerang semua umur mulai dari balita, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Sebelumnya, Indonesia juga tengah ramai diperbincangkan bahwa kasus covid menyerang balita dan anak-anak.

Pada dasarnya, penyebab anak terinfeksi virus corona covid-19 ini salah satunya apabila sang anak pernah berkunjung ke wilayah terinfeksi covid-19. Selain itu, penyebab lainnya yakni terpapar oleh orang yang dinyatakan positif corona dan daya tahan tubuh pada anak sedang rendah.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan virus corona pada anak memiliki penularan yang kecil sehingga orang tua tak perlu khawatir berlebihan. Meskipun penularannya terbilang kecil, namun gejala virus corona pada anak juga patut dipahami. Hal tersebut guna mengambil tindakan yang sesuai apabila terjadi hal-hal yang tidak direncanakan sebelumnya.

Menurut sumber dari dokter-dokter di China, melaporkan anak-anak yang terinfeksi virus corona sama seperti gejala pada orang dewasa yakni sering mengalami batuk, hidung tersumbat, pilek, diare, dan sakit kepala. Kurang dari setengah anak-anak yang terinfeksi mengalami demam. Namun banyak juga yang tidak memiliki gejala.

Virus corona pada anak-anak bisa tidak menunjukkan gejala yang parah layaknya orang dewasa. Hal ini justru membuat orang tua harus mewaspadai gejala terinfeksi virus corona pada anak. Lalu, apa tanda dan gejala anak yang terpapar virus corona? Simak ulasannya berikut ini:

1. Nafsu Makan Menurun

Nafsu makan menurun pada anak memang sering terjadi. Namun, apabila yang ini terjadi secara terus menerus, maka ada baiknya orang tua segera tanggap. Dilansir dari liputan6.com, berdasarkan analisis Dokter Darmawan Budi Setyanto, spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gejala terinfeksi virus corona pada anak yang terlihat jelas adalah nafsu makan. Nafsu makan anak akan menurun drastis disertai dengan demam dan gejala lainnya.

2. Sesak Nafas

Selanjutnya gejala yang muncul apabila anak terpapar virus corona yakni anak mengalami sesak napas. Gejala ini merupakan salah satu gejala yang juga timbul pada orang dewasa. Menurut Dokter Darmawan, menjelaskan anak akan mengalami batuk, pilek, hingga suara napas yang berbunyi. Hal ini menjadi indikasi bahwa anak bisa saja mengalami gejala terinfeksi virus corona.

3. Tidak Diawali Demam

Pada beberapa kasus, demam menjadi salah satu gejala yang harus di waspadai. Namun, ada beberapa kasus yang tidak menimbulkan gejala seperti demam. Hal inilah yang membuat virus corona sangat diwaspadai karena sangat sulit diidentifikasi gejalanya. Dokter Darmawan mengingatkan bahwa covid-19 adalah penyakit baru yang masih dalam tahap penelitian untuk mengetahui gejala spesifik pada anak-anak.

"Ada laporan di luar negeri yang sudah terjadi kasus terlebih dahulu, itu pada anak-anak cukup banyak yang tidak diawali dengan demam. Jadi hanya gejala saluran napas, batuk pilek, kemudian ternyata diperiksa terkonfirmasi covid-19," ungkap Darmawan.

4. Gejala Lainnya

Virus corona merupakan virus jenis baru. Hal ini yang membuat beberapa gejala harus terus dilakukan penelitian. Darmawan mengatakan bahwa virus corona belum diketahui terkait gejala spesifik terutama pada anak. Namun pihaknya juga mengungkapkan, hal tersebut bisa mengurangi penurunan fungsi paru-paru di masa depan.

"Kita belum bisa menjawab, seperti pertanyaan awal tadi apakah akan menimbulkan gejala sisa atau tidak pada yang kena pneumonia, kita belum bisa menjawab persisnya seperti apa karena belum banyak kasus pada anak yang dilaporkan,” lanjutnya.

5. Bagaimana Solusi Pencegahan Covid-19 Pada Anak?

- Pemakaian handsanitizer

Hand sanitizer hingga kini salah satu yang digunakan untuk mencegah penularan virus corona. Hand sanitizer yang baik apabila mengandung alkohol minimal 70 persen. Pemakaian hand sanitizer yang tepat cukup melumuri permukaan tangan dan digunakan selama minimal 20 detik. Namun, ada baiknya, anak tetap mencuci tangan dengan sabun dan air.  

- Social distancing

Pentingnya menerapkan pada anak yakni pembatasan sosial dengan jarak 1-2 meter. Selain menerapkan kebiasaan penggunaan hand sanitizer maupun mencuci tangan, ada baiknya anak diajarkan etika batuk atau bersin dengan benar.

- Melakukan imunisasi

Selanjutnya yaitu melakukan kunjungan imunisasi. Hal ini perlu dilakukan dengan cara membuat janji terlebih dahulu agar menghindari dari keramaian. Melakukan imunisasi sangat penting untuk melindungi anak. Jika ragu, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter atau tenaga medis lainnya.

- Kapan harus dibawa ke dokter?

Apabila anak demam, batuk, pilek ringan, dan masih dapat ditangani sendiri di rumah, sebaiknya di rawat dahulu di rumah dengan memberikan obat demam dan diberikan banyak air putih. Namun, apabila demam terus-menerus hingga hari ketiga, dianjurkan untuk membawa anak periksa ke fasilitas kesehatan.

(kpl/dtm/gen)

Editor:

Dita Tamara



MORE STORIES




REKOMENDASI